CEO-Ku, Suamiku

CEO-Ku, Suamiku
Gara-gara seiris bolu


__ADS_3

Adinda merasa kehangatan melingkupi tubuhnya di balik selimut. Udara dingin berasal dari ac membuatnya mengeratkan pelukannya dan enggan membuka matanya. Begitupula dengan sosok laki-laki tampan yang ikut terlelap disampingnya. Namun tiba-tiba Adinda merasa napas hangat teratur berada didahinya dan membuatnya membuka matanya perlahan lalu ia tersenyum saat melihat wajah tampan berada didekatnya. Ia kembali memeluk tubuh laki-laki tampan itu bagaikan sebuah guling. Adinda merasa saat ini ia sedang bermimpi. Beberapa jam kemudian tanpa terasa membuat Adinda membuka matanya dan ia terduduk sambil mengucek kedua matanya.


"Nyenyak banget gue tidur, sekarang jam berapa ya?" ucap Adinda mengambil ponselnya. Jam setengah empat ternyata. Ya ampun gue kan mau nonton" ucap Adinda menepuk jidatnya.


Adinda tidak menyadari jika tadi dia benat-benar tidur didalam pelukan laki-laki tampan yang merupakan Ceonya, Dosennya dan juga Om Kakak iparnya. "Gue sampai mimpiin Om Raka lagi ckckck...memang otak gue udah aneh sejak kenal sama si Om. Mana ganteng lagi si Om" ucap Adinda turun dari ranjang dan segera mencuci mukanya. "Gue mau mandi, tapi gue nggak bawa baju hehehe... untung ada baju Mbak Ayu atau baju Vivian disini. Hahaha jiwa miskin gue meronta pengen pinjam baju mahal mereka!" ucap Adinda.


Adinda mengambil ponselnya dan segera turun ke bawah mencari penghuni lainnya dan yang ia lihat saat ini hanya Raka yang berada di ruang keluarga dan memakan bolu buatannya sambil menonton Tv. Raka memakai kaos bewarna putih dan celana pendek santainya membuatnya terlihat semakin tampan. "Om, mana yang lainnya?" tanya Adinda mencari keberadaan Guna, Ayunda, Gemal dan Vivian.


"Kalau Gemal lagi di ruang olahraga" ucap Raka menujuk gedung yang berisi fasilitas olahraga. "Papi dijemput Kak Adit pergi check up di Rumah sakit" ucap Raka sambil meminum kopinya dengan santai.


"Mbak Ayu, Vivian dan Kak Guna kemana?" tanya Adinda sambil mengedarkan pandangannya dan duduk disamping Raka.


"Mereka belanja ke Alexsander mart katanya malam ini mau ngadain barbeque didekat kolam" jelas Raka.


Adinda menaikan kedua kakinya keatas sofa membuat Raka menepuk kaki Adinda. "Nggak sopan!" ucap Raka.


"Yey... kayak Om sopan aja, tadi siang didapur... " ucapan Adinda terhenti saat melihat ekspresi Raka yang menaikkan sebelah alisnya menunggu ucapan Adinda sambil menatap Adinda dengan datar.


"Kenapa di dapur?" tanya Raka berpura-pura lupa dan sengaja ingin membuat perempuan cantik yang ada disebelahnya ini kesal.


"Nggak ada apa-apa... dasar stres pura-pura lupa, IQ tinggi tingkah laku minus" ejek Adinda membuat Raka menyunggingkan senyumannya.

__ADS_1


Adinda mengambil seiris bolu yang ada diatas meja namun Raka segera menarik tangannya karena bolu itu hanya tinggal seiris saja. "Jangan dimakan itu punya saya!" ucap Raka membuat Adinda membuka mulutnya.


"Om jangan rese ya Om, bolu ini Dinda yang bikin. Dinda aja belum sempat makan ini bolu" ucap Dinda kesal, ia menyebikkan bibirnya melihat tingkah laku Raka yang menyebalkan.


"Mau?" tanya Raka sambil menunjukkan sepotong bolu ditangannya. Adinda tersenyum dan menganggukkan kepalanya. "Beli" ucap Raka lalu memasukkan potongan terakhir bolu itu hingga membuat Adinda kesal setengah mati padanya.


"Om jahat, itu Dinda yang buat Om masa Dinda harus beli. Kenapa Om sangat-sangat menyebalkan!" teriak Adinda membuat Raka tersenyum memperhatikan Adinda. "Idih senyum lagi" teriak Adinda.


Adinda yang kesal menarik tangan Raka dan berusaha ingin menggapai rambut Raka, namun Raka menempelkan telapak tangannya ke dahi menahan kepala Adinda agar Adinda tidak bisa mendekatinya. Adinda yang kesal segera menaiki tubuh Raka hingga saat ini ia berada dipangkuan Raka membuat sosok Ayunda, Vivian dan Guna yang baru saja pulang dengan kantung kreseknya terkejut.


"Rasakan ya Om, nih Dinda jambak rambut Om!" ucap Dinda berusaha menjambak rambut Raka namun Raka berhasil menghindar.


Semua barang belanjaan yang dipegang Vivian terjatuh melihat adegan didepan mereka. "Uhuk... " ucap Guna membuat Adinda yang emosi berhenti dan menolehkan kepalanya.


"Jahat? Apa yang membuat saya jahat dimata kamu? Kamu yang tidak sopan karena duduk dipangkuan saya Dinda!" ucap Raka membuat Adinda sadar dengan posisi berbahayanya dan ia segera turun dari pangkuan Raka. Saat ini Adinda tidak berani menatap Ayunda yang terlihat kesal padanya.


"Jadi gini ya Din, tingkah laku kamu sama si Om, kayak anak kecil yang minta dipangku!" ucap Ayunda membuat Guna tersedak dan ingin tertawa. Begitu juga dengan Vivian yang ingin tertawa melihat tingkah Raka, Adinda dan juga ucapan Ayunda.


"Siapa yang minta dipangku? Om Raka yang duluan cari gara-gara sama Dinda. kayaknya sehari aja nggak buat Dinda kesal dia sakit kali ya!" ucap Dinda menatap Raka dengan sinis.


"Udah ah... ngeselin Dinda mau berenang aja! Mbak pinjam kaos kuning sama celana pendek!" ucap Adinda. Niatnya untuk nonton bioskop sore ini musnah sudah karena ia tidak ingin melewatkan acara barbeque malam nanti.

__ADS_1


"Yang suka kuning itu kan kamu, Mbak mana ada kaos kuning Dinda!" kesal Ayunda.


"Hahaha becanda mbak nggak usah esmosi bergejolak jiwa gitu dong" ucap Adinda membuat Guna tertawa.


"Hahaha Dinda, Dinda" ucap Guna.


"Kamu itu suka banget bikin api didada Mbak meledak seiring ucapanmu yang mengganas itu" ucap Ayunda.


"Benarkah Ayunda kau tak lagi membenci Gunadarma?" ucap Adinda mulai menggoda sanga kakak dengan berdarma seperti yang biasanya mereka lalukan.


"Kenapa mesti membenci kalau mencinta itu lebih asyik" ucap Ayunda membuat Guna menghela napasnya melihat tingkah istrinya dan adik iparnya.


"Hahaha... Kak Guna baru tahu kan istri Kak Guna begini? Dulu ya dia bilang sama Dinda kalau kak Guna itu homo, nggak tahunya si tampan yang dia kira homo ini bisa buat dia klpek-klepk gitu bucin tingkat tinggi. Terus sedih nangis takut ditinggalin sama Kak Guna. Dulu kalau Kak Guna pulang liburan Mbak Ayu selalu ngintip jendela dan bilang gini sama Dinda. Din, anaknya si Mami yang ganteng itu pulang, ini bedak mbak tebal nggak?" ucap Adinda membuat Ayunda menatap Adinda dengan tatapan membunuh.


"Dinda..." teriak Ayunda membuat Guna memeluk istirnya itu agar tidak mengejar Adinda yang saat ini menjulurkan lidahnya.


"Udah lama Mbak Ayu ngintipin Kak Guna dari rumah..." goda Adinda membuat Ayunda kesal karena Adinda mengungkapkan tingkah konyolnya pada suaminya.


"Tunggu pembalasan Mbak ya Din!" ucap Ayunda membuat Vivian tersenyum melihat tingkah keduanya.


Vivian merasa senang mengenal Adinda dan Ayunda. Kedua bersaudara itu selalu menghangatkan suasana dan membuatnya tertawa. Ia menghela napasnya karena kembali mengingat masalah yang saat ini ia hadapi.

__ADS_1


tbc...


__ADS_2