CEO-Ku, Suamiku

CEO-Ku, Suamiku
Teman lama


__ADS_3

Bekerja bersama Raka Candrama itu sebenarnya bagi Adinda sangat menyenangkan karena Raka tidak melarangnya untuk makan disaat bukan jam makan siang. Apalagi pagi tadi Dinda belum sempat sarapan dan ia akan meminta Raka untuk mengizinkannya makan.


"Om perut Dinda sakit nih!" ucap Adinda membuat Raka yang bersiap untuk masuk keruang rapat segera mendekati Adinda.


"Kamu nggak bohongin saya?" tanya Raka.


"Nggak Om ini Dinda lagi jujur. Dinda lapar Om belum sempat sarapan gara-gara ikan teri Dinda diambil Mbak ayu!" Adu Adinda.


"Mau pesan apa? hmmm... saya masih ada rapat kamu makan aja di Restauran hotel! Kalau sudah makan jangan keluyuran!" ucap Raka.


"Uangnya mana?" tanya Adinda mengulurkan tangannya membuat Raka mengambil dompetnya dan menyerahkan sebuah kartu padanya.


"Kodenya apa ini Om?" tanya Adinda.


"Tanggal lahir kamu!" ucap Raka membuat Adinda melototkan matanya.

__ADS_1


"Jadi ini punya Dinda ya Om!" teriak Adinda.


"Iya" ucap Raka singkat padat dan jelas.


"Wah jadi makin cinta ini sama Kakanda" ucap Adinda membuat Raka menghentikan langkahnya dan membalikan tubuhnya menatap Adinda dengan dingin.


"Iya sayangku jangan marah gitu dong. Kalau marah sama Dinda, Dinda balik marah nih!" ucap Adinda membuat Raka kembali membalikan tubuhnya dan melanjutkan langkah kakinya menuju ruang rapat.


Adinda tersenyum menatap kartu kredit yang ada ditangannya. ia melangkahkan kakinya memasuki lift dan turun ke lantai dasar. Lift terbuka dan ia segera keluar menuju restauran hotel. Adinda segera duduk dan memanggil karyawan restauran hotel. Seorang kariyawan hotel yang cantik mendekatinya sambil tersenyum ramah "Selamat siang mbak, mau pesan apa?" tanyanya sambil menyerahkan buku menu kepada Adinda.


Maunya sih nasi goreng teri sama pete tapi nggak ada, besok-besok minta Om buatin menu nasi goreng teri dan pete. Nggak gaul banget sih nggak ada makannan merakyat. Coba sekali-kali ada menu semur jengkol gitu, pepes petai. Ini makanan barat semua bisa-bisa bahasa gue berubah dari Om jadi uncel, dari Kakanda jadi Love, darl... Hahah sok barat lo Din wajah mengrakyat aja gegayahan mau jadi Britney...


Tiba-tiba seorang laki-laki melihat kehadiran Adinda yang saat ini duduk di Restauran hotel, ia tersenyum karena merindukan sosok lucu adik kelasnya saat ia SMA dulu. Ia mendekati Adinda lalu duduk dihadapan Adinda. Tentu saja kehadiran laki-laki yang ada dihadapanya itu membuat Adinda terkejut.


"Kak Adam?" ucap Adinda menatap tak percaya sosok tampan yang duduk dihadapannya ini.

__ADS_1


"Hai Hawa apa kabar?" tanya Adam tersenyum manis.


"Hahaha... masih kayak dulu ini Kak Adam tetap aja lucu. Apa kabar Kak?" tanya Adinda mengulurkan tangannya.


"Alhamdulilah kurang baik tapi setelah melihat kamu jadi sangat-sangat baik!" ucap Adam membuat Adinda memutar bola matanya jengah mendengar ucapan Adam. "Hahaha lucu banget sih kamu Din, tetap aja nggak berubah!" ucap Adam.


"Emang Dinda sailormoon yang bisa berubah? ada-ada aja nih Kak Adam" ucap Adinda.


"Kamu kok makan sendirian? nggak mungkinkah seorang Adinda nggak punya pacar?" goda Adam.


"Nah...itu tahu Kak Adam, Dinda kan emang banyak yang naksir dari dulu. Hilang satu bakalan muncul deh yang lainnya hehehe" kekeh Adinda.


Sombong banget ya gue... Hahahaha...


Adinda tidak menyadari sosok tampan yang saat ini menatap Adinda dan Adam dengan tajam dari kejauhan. Apalagi Adinda terlihat tertawa bahagia membuatnya sangat kesal.

__ADS_1


__ADS_2