CEO-Ku, Suamiku

CEO-Ku, Suamiku
Kantor


__ADS_3

Ayunda merasa sepi karena saat ini Elin mami mertuanya mengikuti suaminya Papi Aditya ke Singapura untuk mengikuti seminar disana. sedangkan suaminya Gunadarma telah kembali bekerja di perusahaan keluarga Candrama grup. Ayunda menghela napasnya, baru dua jam suaminya pergi ke kantor telah membuatnya kesepian.


Beberapa menit yang lalu ia menghubungi Adinda adik bungusnya namun ternyata Adiknya itu saat ini sedang pergi bersama teman-temannya. Ayunda mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi suaminya.


"Assalamualikum Mas"


"Waalaikumsalam"


"Mas, Ayu boleh ke kantor Mas. Ayu kesepian, Mami kan ikut Papi ke Singapura. kalau begitu Ayu ikut Mas aja ke Kantor boleh nggak Mas kalau Ayu ke Kantor Mas sekarang?" tanya Ayunda.


"Boleh sayang, biar supir kantor jemput kamu ya!" .


"Makasi Mas" ucap Ayunda tersenyum senang.


"Assalamuaikum Mas"

__ADS_1


"Waalaikumsalam sayang"


Mendengar ucapan Guna membuat pipi Ayunda memerah karena malu. Guna suaminya sudah jauh berbeda sikapnya saat mereka baru saja menikah. Ayunda mengelus perutnya dengan lembut karena mungkin suaminya sangat memanjakannya akhir-akhir ini karena ia sedang hamil dan ia juga terlihat sangat sensitif hingga Guna selalu menuruti apa yang ia inginkan.


Ayunda membuka lemarinya dan mencari sebuah gaun yang cantik agar penampilannya sedikit wah untuk ukuran seorang istri CEO. Mungkin berita tentang dirinya adalah istri Guna belum tersebar ke seluruh karyawan perusahaan tapi bagi Ayunda itu tidak penting lagi, asalkan Vivian tidak mengganggu suaminya lagi ia sudah bisa tenang.


Ayunda memakai gaun bermotif garis bewarna biru navy, ia memoles wajahnya dengan makeup natural dan mengurai rambut panjangnya. ia membawa tas tangan bewarna hitam ditangannya. Ayunda tersenyum saat melihat sebuah mobil telah sampai didepan rumah. ia kemudian pamit kepada beberapa maid dan ia segera melangkahkan kakinya masuk kedalam mobil.


Dalam perjalanan menuju kantor Ayunda tampak begitu bahagia karena ia bisa menemui Guna di Kantor. Beberapa pasang mata menatap Ayunda dengan tatapan terkejut apalagi Ayunda terlihat semakin cantik. Ayunda tersenyum kepada beberapa orang yang mengenalnya dan ia segera masuk kedalam lift. Ayunda belum begitu berani untuk masuk ke lift khusus petinggi perusahaan, ia lebih memilih masuk kedalam lift yang dulu bisannya ia gunakan bersama karyawan lain.


"Baik Rat" ucap Ayunda tersenyum melihat teman satu divisinya dulu.


"Kamu cantik banget Yu" jujur Ratih karena penampilan Ayunda dengan pakaian yang mahal membuatnya terlihat sangat cantik dan elegan. Gaun-gaun ini dibelikan Elin tanpa sepengetahuan Ayunda. Ibu mertuanya itu sangat perhatian padanya, tak jarang ia membelikan beberapa pakaian untuk Ayunda dan menggantungnya di lemari Ayunda tanpa sepengetahuan Ayunda.


Ayunda sangat beruntuk memiliki mertua seperti Elin hanya saja terkadang ia merasa kasihan dengan Vivian yang sering kali merasa tersisihkan dengan kehadirannya. Elin bahkan lebih memilih mengajaknya alih-alih mengajak Vivian yang saat ini telah menjadi menantunya.

__ADS_1


Sebenarnya di rumah mertuanya saat ini ada Vivian yang saat ini juga tinggal bersama mereka tapi Ayunda memilih untuk tidak mendekati Vivian karena sepertinya Vivian tidak menyukainya dan mereka juga saling tidak menyukai. Ayunda telah berdamai dan memaafkan Vivian namun Vivian memilih untuk menghidar ketika mereka berpapasan di Rumah. Gemal memang sangat keras dan memperlakukan Vivian sangat kasar. Ia sebenarnya kasihan dengan Vivian namun Guna melarang Ayunda untuk ikut campur urusan Gemal dan Vivian.


"Yu masuk grup lagi ya, kita kangen Yu sama kamu!" jujur Ratih membuat Ayunda tersenyum. "Jangan blokir lagi nomor ponsel Kita Yu. Melan, dia menyesal karena tidak mempercayaimu dan aku minta maaf Yu!" ucap Ratih pelan.


Beberapa orang masuk kedalam lift membuat keduanya memilij untuk diam. Sebenaranya Ayu juga merindukan semua teman-temannya. hanya saja saat teman-temannya tidak mempercayainya dan mefitnahnya membuat Ayunda kecewa dan memilih keluar dari grup chat mereka dan meblokir kontak mereka.


Maaf aku nggak bermaksud meblok kalian semua, hanya saja aku kecewa. kalian udah aku anggap seperti sahabatku sendiri tapi kalian tidak ingin mendengar penjelasanku saat itu.


Ting...pintu lift terbuka, Ayunda terseyum kepada Ratih. "Nanti aku hubungi ya Rat!" ucap Ayunda membuat Ratih tersenyum.


"Oke Yu" ucap Ratih sambil keluar dari dalam lift.


Lift kembali tertutup dan menuju lantai atas. ting... lift terbuka dan Ayunda segera keluar dari dalam lif dan menuju ruangan Guna. Sekretaris Guna tersenyum kepada Adyunda dn ia membantu Ayunda untuk membuka pintu. ia mempersilahkan Ayunda masuk kedalam ruangan Guna. Ayunda tersenyum melihat suaminya itu duduk di kursi kebesarannya. Namun saat melihat seorang perempuan cantik berada di sofa membuat Ayunda ingin menangis karena cemburu. wanita cantik itu terlihat sangat menarik dan hormon kehamilannya membuatnya berpikiran negatif.


Mas Guna nggak selingkuh kan Mas???

__ADS_1


__ADS_2