CEO-Ku, Suamiku

CEO-Ku, Suamiku
usaha Adinda


__ADS_3

"Bapak nggak ingat kakak ipar saya? itu loh Pak keponakan bapak, anaknya Aditya candrama. bapak anaknya Farhan Candrama yang kaya raya kan Pak?" ucap Adinda.


"Iya" ucap Raka, ia menatap Adinda dengan datar.


"Begini Pak, saya diminta oleh Kak Guna agar bapak mau menemuinya lagi gitu Pak. kayak janjiam dimana gitu. kata Kak Raka ada yang ingin ia bicarakan sama Bapak" jelas Adinda.


"Terus?" tanya Raka sambil membuka berkas penelitian mahasiswanya.


"Ceritanya sih masih panjang Pak, makanya saya ngajak bapak ke Cafe Pak. saya lapar" jujur Adinda.


"Kamu lapar bukan urusan saya!" ucap Raka dingin.


"Pak, gini-gini kita masih saudaraab loh Pak. sama saudara yang kesusahan harusnya bapak tolongin. Saya ini kan adiknya Ayunda istri keponakan bapak. otomatis saya ini juga keponakan bapak loh. sama keponakan nggak boleh pelit Pak. saya kan keponakan bapak yang baru bapak ketahui Pak. jadi saya minta ditarktir dong Pak!" ucap Adinda membuat Raka menatap Adinda dengan tatapan dinginnya yang menusuk.


Belum ada perempuan yang seberani Adinda yang berterus terang dengan keinginannya. biasanya para perempuan yang berada disekitarnya itu selalu mencoba menarik perhatiannya dengan menujukkan kecantikannya dan bersikap malu-malu tapi wanita yang ada dihadapannya saat ini tidak terlihat menyukainya.


"Kok diam Pak?" tanya Adinda menyebikkan bibirnya.

__ADS_1


"Kamu mau makan dimana?" tanya Raka membuat senyum Adinda terbit.


"Yes, Om baik banget" ucap Adinda mengubah panggilannya dari Pak menjadi Om.


"Om?" tanya Raka mengerutkan dahinya.


"Iya sekarang kan bukan jam kuliah Om jadi, Om Raka adalah Om Dinda!" ucap Dinda tersenyum manis. "Saya nebeng ya om!" ucap Adinda mengerjapkan kedua matanya berusaha seimut mungkin agar Raka mau mengantarnya.


"Kamu nggak bawa kendaraan? motor kamu mana?" tanya Raka.


"Ada Pak, diparkiran mahasiswa" ucap Adinda.


"Kita ketemuan saja di Restauran W&D" ucap Raka.


"Nebeng aja kenapa sih Pak?" ucap Adinda karena ia ingin mencari tahu tentang Raka hingga ia bisa melaporkan dimana Raka tinggal dan no ponsel Raka. jika ia berhasil mendapatkannya informasi itu, ia bisa segera mendapatkan uang yang dijanjikan Guna padanya. Mencari no ponsel Raka sangat sulit karena Raka tidak memberikan no ponselnya kepada mahasiswa bimbingannya. Raka hanya memberikan no ponselnya kepada asistennya dan tidak bersedia ditemui diluar kampus.


"Saya tidak suka mendengar gosip tentang kita nanti" jelas Raka.

__ADS_1


"Aduh bapak gr banget ya. mau banget digosipin sama saya" ucap Adinda membuat Raka kesal.


"Pergi sana nanti saya menyusul kalau dalam hitungan ke tiga kamu tidak keluar dari ruangan saya jangan harap saya menemui kamu di restauran itu!" ancam Raka membuat Adinda melototkan matanya.


"Ya ampun Pak gitu banget sih sama saya" kesal Adinda.


"Satu... dua... "


"Iya Pak saya pergi!" ucap Adinda segera melangkahkan kakinya menuju pintu keluar. ia mendoring handel pintu dan melangkahkan kakinya dengan cepat.


*Ngeselin banget sih... Si Raka... Gue belum pernah diperlakukan kayak gini sama cowok-cowok.


Haraga diri gue hancur sudah*...


Selama ini Adinda selalu menarik perhatian kaum adam hingga mereka berusaha mendekati Adinda dengan perlakuan lembut dan bahkan memberikan Adinda hadia serta perhatian. Adinda memiliki kekasih tampan yang juga diidolakan di fakultas kedokteran yaitu Rifki. keduanya bahkan sering terlihat bersama di sela-sela kesibukan mereka, hingga membuat beberapa laki-laki yang ingin mendekati Adinda memilih mundur karena Rifki bagaikan bodyguard Adinda yang siap menerkam siapa saja yang berani mendekati kekasihnya.


ini masih partnya Adinda tapi sebentar lagi balik ke fokus Ayunda dan Guna. Adinda disini hanya sebagai tokoh pembantu yang penting ya... soalnya kalau aku langsung jelasin Adinda sudah membujuk Raka pasti kalian penasaran gimana ceritanya mereka. sequel mereka kemungkinan aku buat tersendiri.

__ADS_1


__ADS_2