
Guna menulis perjanjian untuk keduanya dan ditandatangi dengan matrai. Ia tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi kepada Rifki. Guna ingat bagaimana Raka yang seorang kutu buku itu tidak akan ikut campur urusan orang lain dan memilih menyendiri ternyata sangat hebat jika berkelahi. Hanya karena ulah Gemal yang berkelahi disekolah waktu itu, membuat Raka sangat murka ketika mengetahui keponakanya itu dikeroyok. Saat itu Vivian menghubungi Raka sambil menangis dan mengatakan jika Gemal dikeroyok dan babak belur membuat Raka datang ke sekolah Gemal dan menantang kelima orang yang berani menyakiti keponakannya itu.
Saat itu Guna berada diluar negeri dan ia mendengar cerita itu dari Gemal adiknya. Raka mematahkan kaki dan tangan mereka, membuat Farhan harus membayar ganti rugi yang besar kepada keluarga korban sebagai biyaya pengobatan mereka. Karena jika tidak, Raka akan dilaporkan kepada polisi. Farhan sangat marah saat itu, ia begitu menyayangi Raka dan memarahi Elin karena kenakalan Gemal membuat Raka terlibat masalah.
Semenjak saat itu Farhan sering memarahi Gemal jika datang ke rumahnya hanya untuk mengajak putra bungsunya itu melakukan kenakalan yang sering dilakukan Gemal. Pada hal Raka selalu menunggu kedatangan Guna dan Gemal yang biasanya mengajaknya pergi keluar rumah. Semenjak Guna disekolahkan di luar negeri Raka terlihat sangat kesepian walaupun dirumah besar ini ada Vivian.
"Ayo ditanda tangani!" ucap Guna.
Tangan Raka di tarik Adinda yang mengajaknya berbicara di ruang tengah "Om nggak usah berkelahi dong, ingat ya Om umur Om itu udah tiga puluh tiga tahun dan Rifki itu masih muda dua puluh tujuh tahun. Rifki itu bisa takewondo Om bisa encok nanti Om!" ucap Adinda.
"Kamu pikir saya sebodoh itu?" kesal Raka.
__ADS_1
"Om itu tahunya hanya membaca doang, pinter si pinter Om, tapi kayaknya Om kalah otot deh sama Rifki" ucap Adinda memegang bahu Raka.
"Kamu itu belum tahu saya Dinda jadi jangan meremehkan saya!" ucap Raka.
"Om baru gendong Dinda aja kemarin waktu di Bali, terus katanya badannya sakit semua. Nanti kalau pinggang Om encok atau patah gimana Om? Dinda juga nggak bisa ngerawat Om karena Dinda tidak bisa dekat-dekat sama Om lagi kalau Om kalah!" ucap Dinda.
"Saya nggak akan kalah!" ucap Raka sinis.
"Om, Om itu nggak tahu Rifki sih Om. Dinda itu udah lama pacaran sama dia, Dinda tahu dia itu hebat Om!" ucap Dinda.
"Dinda nggak pilih siapapun, Dinda suka sama siapa juga bukan urusan sama kalian!" ucap Adinda.
__ADS_1
"Kalau begitu kamu siapkan obat-obatan untuk mantan pacarmu itu!" ucap Raka melangkahkan kakinya menuju ruang tamu.
Raka segera mengambil pena dan menandatangani perjanjian diatas matrai bersama Rifki. "Jangan nangis Om kalau sakit!" ucap Rifki.
"Hahaha kau yang akan menangis bocah!" ucap Raka.
"Ayo kita ke belakang!" ajak Bagas ia tidak ingin membuat warga perumahaannya menjadi gaduh jika melihat perkelahian ini dilakukan didepan rumahnya.
Adinda memegang tangan Raka dan juga tangan Rifki "Kalian nggak usah kayak gini kenapa sih? please udah ya, nggak usah adu jotos kayak gini!" pinta Adinda.
"Kamu tahu kan sayang siapa aku? kamu harus yakin kalau aku bakalan menang dan kamu jangan khawatir!" ucap Rifki memegang pipi Adinda membuat Raka menarik Adinda menjauh dari Rifki.
__ADS_1
"Kamu jangan genit Dinda, pergi sana!" usir Raka meminta Adinda menjauh dari Rifki membuat Adinda kesal dan ingin sekali memukul mereka berdua.
tbc...