
Adinda membuka matanya dan melihat Raka yang baru saja pulang dari masjid yang tidak jauh dari hotel ini. Raka mengganti pakaiannya dengan kaos dan celana pendek
Ia kemudian mendekati Adinda dan duduk disamping Adinda. Adinda segera memejamkan matanya berpura-pura tidur.
"Udah bangun? kenapa pura-pura tidur? katanya mau jadi istri penurut, kenapa belum mandi dan sholat?" tanya Raka.
Raka menghela napasnya karena Adinda masih berpura-pura tidur dan sengaja tidak menghiraukan ucapanya. Raka mengelus kepala Adinda dengan lembut dan tanpa Adinda sadari tangan Raka masuk kedalam selimut dan tiba-tiba tangan itu bergerak menggelitik tubuh Adinda membuat Adinda tidak bisa lagi berpura-pura tidur. Ia menggeliat karena tangan nakal Raka yang bergerak dengan sentuhan lembut.
"Hahaha... geli ampun" teriak Adinda. "Iya Dinda bangun Kak!" teriak Adinda. "Ampun sudah Kak, iya... hihihihi... " Dinda kembali tertawa karena tubuhnya benar-benar geli saat ini.
"Saya ngajarin kamu yang benar Dinda jadi kamu harus nurut sama saya!" ucap Raka.
"Iya Kanda, Dinda nurut kok!" ucap Dinda saat tangan Raka akhirnya menghentikan gerakannya dan ia tersenyum sambil menujukkan semua giginya.
Raka mendekatkan wajahnya dan menatap Adinda dengan tatapan dinginnya yang selalu saja membuat Adinda terhanyut dengan bola mata Raka dan wajah tampan Raka. "Kalau kamu nggak mandi sekarang juga, kamu mau kita melakukanya lagi dan kamu tidak perlu pergi jalan-jalan bersama mereka!" ucap Raka dan ia mengangkat bajunya membuat Adinda segera duduk.
"Stop, oke suamiku tersayang yang paling tampan sejagat raya, Dinda mandi dulu!" ucap Adinda membuat Raka menghentikan gerakan tangannya dan ia segera memunggungi Adinda.
"Ayo naik ke punggung saya Din!" tawar Raka membuat Adinda dengan senang hati segera memeluk leher Raka.
"Kalau Kakak baik kayak gini sama Dinda, Dinda jadi makin sayang!" ucap Adinda.
Raka menarik sudut bibirnya dan ia segera menggendong Adinda lalu menahan tubuh Adinda dengan sebelah tangannya. Ia mendorong pintu dan melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar mandi. "Mau mandi dimana?" tanya Raka.
"Disana!" tunjuk Adinda ke sebuah bathup dan Raka menurunkan Adinda dari punggungnya.
"Mandi setelah itu sholat, kita akan makan pagi bersama di restauran hotel!" ucap Raka.
"Iya sayangku" ucap Adinda mendekati Raka dan mencium pipi Raka membuat Raka mengelus kepala Adinda.
Raka melangkahkan kakinya keluar dari kamar mandi meninggalkan Adinda dan ia mengambil ponselnya yang berada dinakas. Raka melihat lima kali panggilan tak terjawab dari Adam adik tirinya. Ia segera menghubungi Adam.
__ADS_1
"Assalamualikum" ucap Raka.
"Walaikumsalam Kak, maaf kalau Adam menggaggu acara bulan madu Kakak" ucap Adam
"Iya kau sangat menggangu Adam, jangan bilang kau masih menyukai istri saya Adam" ucap Raka membuat Adam yang berada di Apartemenya menghela napasnya.
"Kak Dinda udah jadi istri Kakak dan dam udah nyerah Kak. Adam hanya ingin mengabarkan jika Radina berhasil dibawa oleh orang-orang yang kita sewa kak, tapi sekarang yang makin gawat Kak, Brian ngamuk datang ke rumah keluargku. Dia mengancam akan menghancurkan perusahaan keluarga hingga membuat Mami dan Papiku ketakutan. Mami tadi mendatangiku dan memintaku memberitahu dimana Radina berada Kak!" ucap Adam.
"Jangan beritahu dia, Kakak akan mencari cara untuk membantu kalian dan untuk saat ini kamu beraktivitas seperti biasa saja agar orang-orang kepercayaan Brian yang mengawasimu tidak curiga jika kau tahu dimana keberadaan Radina!" jelas Raka.
"Iya Kak" ucap Ada.
"Assalamualikum" ucap Raka.
"Waalaikumsalam" ucap Adam
Raka menutup sambungan teleponnya dan melihat Adinda yang telah selesai mandi dan bersiap untuk sholat. Raka duduk di sofa sambil memainkan ponselnya dan sesekali menatap kearah istrinya".
Adinda terkekeh melihat hasil jperetanya membuat Raka mengalihkan pandanganya dan mengangkat sudut alisnya karena penasaran dengan apa yang membuat istrinya itu tertawa. "Apa yang kamu lihat?" tanya Raka.
"Mau tahu aja, udah mulai kepo nih?" ucap Adinda membuat Raka kesal. Ia mengambil ponsel Adinda dengan paksa membuat Adinda segera mencoba mengambil ponselnya dari Raka. "Kak itu privasi Dinda!" kesal Adinda.
"Privasi? bagi saya nggak ada hal yang harus kamu rahasiakan Dinda dan semua yang ada pada dirimu itu milik saya!" ucap Raka. Ia meletakan Ipadnya dan menarik Adinda lalu membawa Adinda naik ke pengangkuannya.
"Apa yang kamu liha sampai kamu mengacuhkan saya?" tanya Raka membuat Adinda membuka mulutnya.
"Astaga Om... siapa juga yang mengacuhkan Om! asal Om tahu ya Om yang dari tadi sibuk!" ucap Adinda kesal. Jika ia kesal ia akan kembali memanggil Raka dengan panggilan Om seperti dulu.
"Saya suami kamu Dinda bukan Om kamu kalau kamu lupa!" ucap Raka dingin. "Ayo buka ponsel kamu!" ucap Raka.
"Nggak mau?" ucap Adinda.
__ADS_1
"Buka!" kesal Raka membuat Adinda akhirnya menyerah dan membuka ponselnya.
"Pasword ponsel kamu, kamu ganti dengan hari ulang tahun saya biar kamu tidak lupa hari ulang tahun saya!" ucap Raka.
"Wah... enak banget ya suamiku, ponselnya aja nggak pernah dikasih pinjam sama istrinya!" ucap Adinda.
Raka mengambil ponselnya dan memberikannya kepada Adinda "Tanggal ulang tahun kamu!" ucap Raka memberitahukan kode pasword ponselnya kepada istri cantiknya.
Adinda memgang ponsel Raka dan ia memilih untuk menyadarkan keplanya di dada Raka agar bisa melihat apa yang sedang Raka lihat diponselnya. "Kamu tidak boleh menyimpan foto laki-laki lain didalam ponsel kamu!" ucap Raka.
"Jangan dihapus, itu kan foto super junior kesukaan Dinda Kak. Dulu aja Dinda bela-belain nambung buat beli tiket konsernya!" jelas Adinda.
Raka ingin menekan foto beberapa penyanyi kesukaan Adinda membuat Adinda kesal ia memegang tangan Raka agar mengentikan gerakannya "Jangan, itu kan calon suami Dinda" ucap Dinda tanpa sadar kehaluannya membuat Raka murka.
"Kamu mau selingkuh Dinda?" tanya Raka.
"Enggak bukan gitu. Dulu sama teman-teman kota bilang kalau penyanyi kesukaan kita itu calon suami atau suamiku gitu Kak" jelas Adinda. "Jangan ya sayangku!" ucap Adinda.
"Saya suami kamu dan kamu tidak boleh terlalu...apa tadi itu ha... "
"Halu, iya. Kan kamu nomor satu dihati aku!" ucap Adinda.
Selamat tinggal calon suamiku babang cho kyuhyun...
Raka menghapus semua foto-foto laki-laki yang ada digaleri ponsel Adinda membuat Adinda kesal. Adinda segera membuka galeri foto di ponsel Raka dan ia melihat semua foto dirinya. Adinda bingung Raka seperti penguntin karena foto ini diambil tanpa sepengetahuan Dinda dan dengan jarak yang cukup jauh.
Raka memeluk tubuh Adinda dengan erat "Kamu harus tahu kemanapun kamu pergi saya akan memantau kamu!" bisik Raka.
"Kenapa kakak tidak percaya sama Dinda?" lirih Dinda.
"Saya percaya sama kamu tapi saya tidak bisa menjaga kamu dua puluh empat jam karena statusmu sebagai istri Raka Candrama bisa dimanfaatkan oleh orang-orang atau musuh bisnis keluargaku Dinda!" ucap Raka.
__ADS_1
tbc...