CEO-Ku, Suamiku

CEO-Ku, Suamiku
Kesal


__ADS_3

Raka mendekati Adinda sambil tersenyum membuat Adinda waspada. Adinda kesal mendengar keinginan Raka yang ingin berendam bersamanya setelah Raka menipunya. Adinda menyilangkan kedua tangannya seolah melindungi tubuhnya. "Jangan macam-macam ya Kak, semalam aja Dinda udah nggak sanggup!" ucap Adinda membuat Raka menaikkan kedua alisnya.


"Saya hanya mengajak kamu mandi!" ucap Raka membuat Adinda gelagapan namun ia mencoba membuat dirinya tidak terlihat gugup.


"Mandi ya? oke Dinda bisa mandi sendiri Kak!" ucap Adinda dengan wajah memelasnya membuat Raka tertawa terbahak-bahak.


Raka memeluk Adinda dan mencium pipi Adinda karena gemas dengan sikap malu-malu istrinya ini. "Mandilah, saya ada urusan sebentar. Kamu nggak usah kemana-mana ya!" pinta Raka membuat Adinda menghembuskan napasnya.


kirain minta jatah lagi, gue bisa encok. Semalam aja, habis gue dibobokin Kak Raka.


Raka segera keluar dari kamar dan meminta Guna untuk menemuinya dilobi hotel. Ia tersenyum senang karena bisa mengerjai istri cantiknya yang sangat menggemaskan itu. Apalagi Adinda dengan segala tingkahnya membuatnya terhibur.


Sementara itu setelah selesai mandi, Adinda benar-benar menuruti perintah suaminya. Ia memilih membaringkan tubuhnya di ranjang untuk beristirahat namun ketukan pintu yang berada di pintu yang menuju kolam renang membuat Adinda membukanya dan melihat senyum Ayunda yang segera masuk kedalam kamarnya.


"Kenapa kesini?" tanya Adinda sinis. Ia duduk diatas ranjang dan diikuti Ayunda yang juga duduk disampingnya.

__ADS_1


"Wah... sombong bener nih anak sama Mbaknya sendiri!" ucap Ayunda tak kalah sinisnya.


"Mbak biasanya mau ngeledikin Dinda" ucap Adinda.


"Nggak adikku sayang, Mbak mau tanya gimana malam pertama kamu dek, pasti kamu yang duluan ya? kamu kan genit jangan-jangan kamu yang joged-joged ala india ngerayu si Om" goda Ayunda membuat Adinda memutar bola matanya.


"Nggak kita nggak selebai itu ya Mbak pakek tari india segala emangnya Mbak yang suka cium-cium Kak Guna sampai Kak Guna merasakan teror dimimpinya dan akhirnya terpaksa menikahi Mbak" ucap Adinda membuat Ayunda kesal.


"Jangan ngarang ya Din, Mbak itu mabok kalau mabok kan gitu cium-cium orang yang Mbak kenal" jelas Ayunda.


"Mana ada jangan ngarang ya Din!" kesal Ayunda.


"Hahaha... nggak percaya nih orang. Mbakku sayang, Mbak itu cium Kak Guna sepanjang jalan dan pengennya cium bibir Kak Guna. Dinda rasa hanya Mbak satu-satunnya perempuan yang suka cium-cium Kak Guna dan bersikap tidak tahu malu hahaha... " tawa Adinda membuat Ayunda kesal.


"Kamu ngeledekin Mbak ya Din, Mbak kesini mau dengar cerita kamu tentang malam pertama kamu. Bukanya dengerin kamu ngejekin Mbak" kesal Ayunda.

__ADS_1


"Sekarang Dinda mau tanya sama Mbak dan Mbak harus jawab jujur ya!" ucap Adinda.


"Kapan Mbak cium Kak Guna pertama kali itu saat mbak mabuk?" tanya Adinda membuat Ayunda mengingat pertama kali ia mencium Guna dikantor karena ia kesal.


"Waktu itu di kantor karena Kak Guna nyebelin jadi Mbak mencium pipinya" ucap Ayunda membuat Adinda tersenyum.


"Kalau kamu kapan Dek cium Om Raka?" tanya Ayunda membuat Adinda menelan ludahnya.


"Dinda dicium nggak sengaja gitu" ucap Adinda menelan ludahnya.


Gawat gue nggak boleh cerita ini rahasia antara gue dan Kak Raka hehehe..


tbc


Jempol, komentar, vote yang banyak! terimakasih 🙏

__ADS_1


__ADS_2