CEO-Ku, Suamiku

CEO-Ku, Suamiku
Pertunjukkan


__ADS_3

Adinda terkejut mendengar ucapan Raka jika ia ingin memberikan pertunjukkan. Makan malam pun akhirnya selesai. Mereka semua saat ini menuju ruang keluarga. Raka menatap istrinya itu dengan dalam.


"Tunggu sebentar ya Din!" ucap Raka. Ia mengelus kepala Adinda lalu dengan isyarat matanya ia meminta Gemal dan juga Guna untuk mengikuti langkahnya menjauh dari ruang keluarga.


Gemal dan Guna terlihat kesal dan dengan langkahnya yang terasa berat ia mengikuti Raka dari belakang. Saat ini mereka berada ditaman belakang. "Mana rambut palsunya?" tanya Raka.


Guna menghela napasnya "Om perjanjiannya kita kan nggak kayak gini!" protes Guna.


"Iya Om, pertunjukkannya hanya didepan Adinda. Nggak didepan semua keluarga kayak gini Om," kesal Gemal.


"Kayaknya nggak seru kalau hanya Om yang dilihat istri Om, aplagi sekalian kita menghibur Kakek kalian" ucap Raka membuat Gemal menghela napasnya dan Guna hanya bisa pasrah.


"Kualat kalian kalau menolak permintaan orang tua kalian. Kalian harus ingat kalau Om ini adik ayah kalian dan kalian harus patuh juga sama Om!" ucap Raka yang tidak ingin dibantah keinginannya.


"Om ini ngerepotin aja, masalah cinta saja kita mesti ikut campur," ucap Gemal sinis.


"Kalau gitu kamu aja jadi Ceo untuk urusan perhotelan. Saya cukup jadi dosen saja di kampus, bisa santai kayak Papa kalian yang hanya jadi Dokter. Untuk apa punya anak kayak kalian kalau nggak bisa diandalkan," ucap Raka menatap keduanya dengan dingin membuat Gemal dan Guna saling menatap.


Jika Raka tidak mau memegang tampuk kepemimpinan di bagian perhotelan keluarga mereka, bisa dipastikan bagian itu akan menjadi urusan Gemal dan juga Guna. Gemal tidak akan bisa membuka rumah sakit atau klinik impiannya, karena sibuk dengan bisnis keluarga. Ada ribuan pekerja yang menjadi tanggung jawab keluarganya. Jika bisnis keluarganya tumbang, maka akan banyak pekerja yang kehilangan pekerjaannya.

__ADS_1


"Kalian pikir saya sibuk karena siapa hmmm? kita bekerja sekarang bukan lagi untuk menghidupi keluarga kita sendiri, tapi ada ribuan orang yang juga menjadi tanggung jawab kita sebagai pemimpin!" ucap Raka membuat Guna dan Gemal sepertinya mau tidak mau harus ikut dengan rencana Guna.


"Bagimana? Om cukup memberikan surat pengunduran diri dan mengatakan keinginan Om ini kepada Kakek kalian. Bisa saja nanti Papa kalian yang harusnya menikmati pekerjaannya sebagai dokter harus ikut bertanggung jawab membesarkan bisnis keluarga" ucao Raka lagi.


"Oke Om, saya ikut" ucap Guna. Ia tidak akan memiliki waktu luang lagi untuk keluarga kecilnya dan Guna tidak mau membuat istri dan anaknya merasa jika ia lebih mementingkan bisnis dari pada keluarga kecilnya.


"Iya, Gemal ikut" kesal Gemal.


"Oke ayo ganti baju dan pakai rambut palsunya!" ucap Raka.


Mereka bertiga saat ini mempersiapkan diri dengan memakai rambut palsu dan mengganti pakaian mereka. Guna dan Gemal tidak menyangka Raka juga meminta penata rias untuk membuat mereka mirip dengan Oppa-Oppa kesukaan Adinda.


Sementara itu Adinda, Vivian dan Ayunda sedang berbincang diruang keluarga. Sedngkan Farhan juga sedang berbincang bersama Bagas dan Aditya. Elin dan Ratna saat ini sedang menyiapkan kue-kue dan menatanya. Keduanya kemudian meletakan kue-kue itu diatas meja.


"Hahaha Kak Guna cocok juga rambutnya abu-abu gitu" tawa Adinda.


"Tambah cakep kayak Oppa beneran" ucap Ayunda kagum.


Musik berganti dan lagu berjudul Mr simple pun terdengar Raka keluar dengan pelan dan menunjukan wajah angkuhnya membuat Adinda terbatuk dan kemudian takjub melihat ketampanan suaminya. Adinda merasa sangat terharu dan ia segera berdiri lalu menghamburkan pelukannya.

__ADS_1


"Dinda pengen pegang rambut abu-abunya!" ucap Adinda membuat Raka berlutut dikaki istrinya.


"Maaf ya Bun, rambutny rambut palsu" ucap Raka.


"Nggak apa-apa hiks... hiks... makasi ya Kak, Dinda nggak jadi ke korea dirumah aja kalau mau peluk artis korea Dinda peluk suami Dinda yang pakai rambut palsu" ucap Adinda membuat mereka semua tersenyum.


"Jadi pengen ke Korea hanya ingin pegang rambut yang warnya abu-abu?" tanya Ayunda.


"Iya Mbak tapi yang ganteng kayak suami Dinda" ucap Adinda membuat Ayunda menepuk jidatnya.


"Anak alay banyak loh Din yang cat rambutnya abu-abu kayak gini kalau kamu mau pegang rambutnya" ucap Gemal.


"Nggak mau, maunya yang tampan kaya grup idol tapi sebenarnya Dinda lebih suka suami Dinda yang pakek rambut palsu abu-abu asal bisa Dinda pegang dan cium rambutnya!" ucap Adinda memeluk kepala Raka dengan erat dan menciumnya berulang kali membuat mereka semua tertawa.


"Oppa gendong!" ucap Adinda membuat mereka semua tertawa.


"Mas Guna, Ayu juga mau dong digendong!" ucap Ayunda.


"Gimana lain kali kita lomba aja siapa yang bisa menang gendong pasangannya yang tercepat nanti kakek kasih hadia!" ucap Farhan membuat mereka semua bersorak riang.

__ADS_1


"Besoknya Om Bagas sama Papa pinggangnya encok semua hahaha" tawa Gemal membuat Bagas dan Aditya kesal.


tbc...


__ADS_2