CEO-Ku, Suamiku

CEO-Ku, Suamiku
cemburu?


__ADS_3

"Selama ini Kak Adam kemana aja?" tanya Adinda penasaran karena mantan ketua OSISnya itu setelah tamat SMA tidak terdengar lagi kabarnya.


"Kebetulan Kakak kuliah di Jogja selama empat tahun dan setelah itu Kakak melanjutkan kuliah di Inggris. Beberapa bulan yang lalu Kakak pulang dan sekarang bekerja di perusahan keluarga" jelas Adam.


"Waw, Kak Adam hebat" puji Adinda.


Seorang pelayan mengantarkan makanan yang dipesan Adinda. Ia meletakkan makanan itu diatas meja. "Aduh hampir lupa nawarin Kakak makan hehehe... soalnya Dinda lapar belum sarapan!" jujur Adinda membuat Adam tersenyum.


"Nggak apa-apa saya sudah sarapan di Rumah" ucap Adam.


"Kakak ada cara apa di hotel ini?" tanya Adinda penasaran.


"Kakak mau menemui seseorang disini. Dia bekerja hotel ini" jelas Adam.

__ADS_1


"Ooo... udah janji?" tanya Adinda sambil menyuapkan sesendok nasi goreng kedalam mulutnya.


"Belum Din" ucap Adam.


Adam tersenyum melihat Adinda yang sangat berbeda dengan perempuan yang ia kenal selama ini. Adinda sosok yang apa adanya, apalagi saat ini Adinda tidak malu-malu makan dihadapanya dan Adinda terlihat makan nasi goreng itu dengan lahap tanpa takut terlihat jelek didepanya.


"Kakak beneran nggak mau? ini enak loh Kak, besok kayaknya Dinda mau sarapan disini aja!" ucap Adinda.


"Kamu kerja dimana Dinda? Kakak dengar dari Sarah kamu kerja di Bank" ucap Adam.


"Jadi sekarang masih pengangguran?" tanya Adam.


Adinda menggelengkan kepalanya dan segera meminum minumannya. Ia kemudian tersenyum menatap Adam "Dinda udah kerja jadi asisten tunangan Dinda Kak" ucap Adinda membuat Adam terkejurt.

__ADS_1


Raut wajah tersenyum Adam tiba-tiba hilang. Ia tidak menyangka jika perempuan cantik dan lucu yang dulu sangat ia kagumi saat ini, telah memiliki tunangan. Kecewa? tentu saja. Tadi saat matanya bertemu dengan sosok cantik dimasa lalunya itu membuatnya merasa sangat bahagia dan tanpa berpikir lagi ia segera mendekati Adinda.


"Sudah lama tunangannya?" tanya Adam penasaran dan ia ingin mencari cela untuk mendapatkan Adinda.


"Kita baru tunangan tapi Dinda yakin kalau dia yang terbaik untuk Dinda" jelas Adinda mengingat sosok Raka Om tampannya dan kakanda tersayangnya.


*Sepertinya aku belum terlambat mendapatkan kamu Dinda. Aku akan menunjukkan betapa aku lebih baik dari laki-laki yang menjadi tunanganmu itu!


Batin Adam*


Sosok laki-laki datang mendekati mereka dan Ia segera menarik tangan Adinda membuat Adinda terkejut. "Om" ucap Adinda. Ia menatap Raka dengan bingung karena Raka terlihat begitu marah.


Raka menatap Adam dengan tatapan tajam yang menusuk. Adam tidak menyangka jika laki-laki dihadapannya saat ini mengenal Adinda. Beberapa karyawan yang berada di restauran itu menatap kejadian itu dengan tatapan penasaran. Apalagi saat ini Ceo mereka yang terlihat dingin sedang menatap laki-laki yang ada dihadapanya itu dengan tajam.

__ADS_1


Adinda menelan ludahnya dan ia berusaha melepaksan tangan Raka yang saat ini mencengkram lengannya. "Lepasin dulu Om" bisik Adinda. Sejujurnya ia malu dan tidak ingin kejadian ini membuat Raka salah paham. "Ini namanya Kak Adam dia ini teman Dinda waktu SMA!" jelas Adinda. "Kak Adam ini Om Raka tunangan Dinda".


tbc...


__ADS_2