
Saat ini Raka dan Adinda sedang menunggu Brian dan Radina, mereka kemudian berencana pergi bersama menuju Rumah sakit tempat Lastri dirawat. Seperti biasa akan ada drama keributan antara Raka dan Brian mengenai mobil siapa yang akan membawa mereka menuju Rumah Sakit. Tapi kali ini Raka mengalah karena Adinda memintanya untuk tidak berdebat dengan Brian. Jika bukan karena permintaan istrinya, Raka tidak akan mengalah pada Brian si sombong yang membuatnya sangat kesal.
Saat perjalanan menuju Rumah sakit Brian tersenyum penuh kemenangan menatap Raka yang terlihat kesal. "Mobil punyaku ini lebih mewah dari mobilmu, kau terlelau berhemat Raka. Harusnya kau memanjakan keluargamu dengan fasilitas wah yang membuat perjalanan ini terasa nyaman" ucap Brian membuat Raka menatap Brian sinis.
"Aku lihat, kau terlalu membosankan dan pelit" tambah Brian membuat Raka sangat kesal karena Brian sangat kekanak-kanakan. "Jam tanganmu itu harganya hanya sekitar dua puluh juta aku tidak keberatan memberikan salah satu koleksi jam milikku padamu kakak ipar atau kau mau aku belikan saja yang lebih mahal dari jam yang kau pakai itu?" goda Brian sengaja ingin memancing kemarahan Raka.
"Apa kau sudah puas dan merasa hebat?" tanya Raka mengeraskan rahangnya. Mereka saat ini duduk didalam mobil saling berhadapan.
Raka tahu Brian memiliki pemikiran tentang bisnis sangat luar biasa dan ia sangat kagum tapi minus dengan sikap Brian yang sombong, egois dan tidak ingin kalah. Sikap Brian ini sebenarnya juga dipicu oleh Radina yang selalu menceritakan tentang Kakak-kakaknya. Jika Akmal dan Adam bukanlah tandingannya, tapi mendengar Raka yang terlihat sempurna dari cerita Radina membuat Brian ingin menunjukkan kepada istrinya itu jika Kakaknya ini tidak sesempurna itu. Brian bahkan mencari cela agar ia bisa membuat Raka terlihat buruk didepan Radina.
Aneh? tentu saja, Brian terbiasa dipuji bahkan diagung-agungkan karena kesempurnaannya selama ini namun kali ini merasa dikhianati istrinya yang mengidolakan Kakaknya sendiri. "Hahaha... Radina lihat Kakakmu itu tidak sebaik yang kamu kira. Dia orang yang sombong dan juga pemarah" ejek Brian membuat Radina menarik tangannya yanh sejak tadi dipengang Brian.
Adinda menghela napasnya "Brian, tutup mulutmu dan jangan coba-coba membuat suamiku marah. Kau memang kaya raya dan anggaplah kau lebih dari segala-galanya dari suamiku!" kesal Adinda membuat Brian berdecih tak suka namun ketika mata Radina berkaca-kaca membuat Brian membuka mulutnya dan memeluk Radina "Oke, aku yang salah!" ucap Brian sambil menepuk-nepuk punggung istrinya membuat Raka dan Adinda menahan tawanya.
Lupakan tentang Brian yang sekarang merasa seperti dihukum dengan perbuatan kasarnya selama ini kepada Radina. Anak yang dikandung Radina akan menjadi anak yang luar biasa dan akan membuat Ayahnya merasa kalah. Mereka sampai di Rumah sakit dan mereka semua saat ini melangkahkan kakinya masuk kedalam Rumah sakit menuju ruang perawatan Lastri.
"Siapa yang akan masuk duluan?" tanya Raka.
"Kakak sama Radina saja yang masuk berdua nanti kalau Mami langsung melihat kita berdua dia bisa marah!" ucap Adinda karena Lastri tidak menyukai dirinya dan juga Brian.
__ADS_1
Raka menganggukkan kepalanya dan melihat Brian hanya diam. Ia segera memegang tangan Radina dan menuntun Radina masuk kedalam ruang perawatan. Tatapan Lastri tertuju pada sosok kedua anaknya yang saat ini mendekatinya. Wajah angkuh dan sombong dari Lastri tak terlihat lagi. Saat ini Lastri juga tampak menua dan bukan seperti sebelumnya dengan wajah yang tetap kelihatan muda dan cantik. Lastri memang sering menghabiskan uangnya untuk mempercantik dirinya tapi saat ini tanpa uang dan kekuasaan ia tidak bisa melakukan apapun.
"Kenapa kalian datang menjengukku?" tanya Lastri membuat Raka menghela napasnya.
"Sebagai bakti karena kau telah melahirkan saya" ucap Raka membuat Lastri menatap Raka dengan tatapan kesal.
"Dan kau Radiba bukanya kau sudah bahagia dengan suami gilamu itu?" tanya Lastri.
"Dia tidak gila Mi. Mami yang memanfaatkan dia kalau Mami lupa!"ucap Radina membela Brian.
"Jika kalian datang kemari hanya ingin mengejekku dan menghinaku lebih baik kalian pulang!" ucap Lastri memalingkan wajahnya membuat Radinda meneteskan air matanya.
Radina melangkahkan kakinya mendekati Lastri dan memegang tangan Lastri membuat tubuh Lastri bergetar. "Kau seperti diriku Radina lemah karena cinta" ucap Lastri mengingat kebodohannya meninggalkan Farhan dan memilih hidup bersama laki-laki yang ternyata hanya bisa menghabiskan uangnya selama ini. "Aku bertahan hidup dengan suami pilihanku karena terlalu malu untuk meminta kembali kepada suami pertamaku!" lirih Lastri.
Raka mendengar ucapan Maminya itu dengan tatapan dingin. Tangannya terkepal, namun ia memilih diam mendengarkan ucapan perempuan yang telah melahirkannya ini tanpa menyela. "Sekarang Mami fokus dengan kesehatan Mami dan jangan memikirkan apapun dulu Mi!" ucap Radina.
"Setelah kau sadar atas apa perbuatanmu kau memilih untuk menjauh atau mati tanpa berkeinginan menebus kesalahanmu" ucap Raka menebak apa yang dipikiran Lastri saat ini membuat isakan Lastri bertambah keras.
"Hiks...hiks... kau sama saja dengan Papimu berkata kasar tapi sebenarnya kau telah memaafkanku. Jika tidak ada Papimu selama ini membantuku, mungkin aku tidak akan bisa membesarkan adik-adikmu!" ucap Lastri dengan air mata yang menetes deras.
__ADS_1
Farhan selalu mengatakan sangat membencinya tapi Farhan jugalah yang selalu memberikannya bantuan tapi tak selamanya Farhan bisa melindunginya. Apalagi perbuatan cerobohnya membuat Raka dan Adinda terlibat masalah dengan Brian. Belum lagi kebodohaannya yang menginginkan menantu kaya raya seperti Brian namun juga berjanji ingin menikahkan Radina kepada laki-laki lain. Menjebak Brian menjadi menantunya memang adalah rencananya namun ketika ia mendapatkan informasi jika putrinya itu tersiksa bersama Brian, Lastri akhirnya mencari cara agar Radina berpisah dari Brian tanpa mendengarkan keinginan Radina. Lastri akhirnya menyadari jika keegoisannyalah yang merusak hidup anak-anaknya.
"Sembuhkan dirimu, Seminggu lagi asistenku akan menjemputmu dan kau akan tinggal... " ucapan Raka terhenti karena Brian segera masuk membuat Adinda yang berada dibelakang Brian kesal dengan tingkah Brian.
"Biarkan nenek tua ini aku yang urus bukannya kau memiliki kakek tua yang harus kau urus? jangan serakah Raka!" ucap Brian yang sangat tidak sopan itu membuat Raka melototkan matanya sedangkan Radina ingin sekali melempar sepatunya kepada sosok suaminya yang menyebalkannya itu. Adinda menahan tawanya karena sikap Brian memang benar-benar gila dan tidak ada sopan santun atau takut kepada siapapun.
Lastri menangis keras karena ia memang pasti akan hidup bergantung kepada anak-anaknya. Kakinya yang patah akan sulit untuk disembuhkan karena umurnya yang tidak muda lagi. Mungkin seumur hidupnya ia akan hidup di atas kursi roda
"Walau bagaimanapun dia adalah ibu kandungku dan kau hanya menantu!" kesal Raka.
"Apa kau menginginkan Mamimu dan Papimu itu rujuk kembali? jika mereka tinggal bersama" ucap Brian membuat wajah Raka memerah dan ingin sekali ia meninju Brian yang sialnya adalah bagian dari keluarganya.
"Jika saja kau bukan suami adikku hidungmu itu sudah aku patahkan!" ucap Raka dingin.
"Jika kau bukan Kakak iparku dan suami sahabatku kau sudah aku habisi!" ucap Brian.
"Sudah cukup!" teriak Adinda membuat keduanya diam.
"Mami mau istirahat!" lirih Adinda membuat Raka dan Brian menatap Lastri yang tersenyum bahagia karena anak dan menantunya memperbutkanya. Ia kira ia tidak akan pernah dimaafkan dan akan diasingkan oleh anak dan menantunya.
__ADS_1
"Terimakasih" ucap Lastri. Meskipun tak bisa lagi berjalan dan menunjukkan keangkuhannya seperti dulu, ia tetap bersyukur karena ia yang lemah bisa hidup lebih tenang saat ini dan mendapatkan perhatian anak-anaknya.
"Hutangmu juga sudah aku lunasi nenek penyot sekarang kau harus menebusnya dengan memberi kasih sayangmu pada istriku!" ucap Brian membuat Adinda dan Raka menghembuskan napas kasarnya dan keduanya pun segera menarik Brian keluar dari ruangan perawatan Lastri.