
Adinda masuk kedalam mobil dengan wajah yang ditekuk membuat Raka menatapnya dengan tatapan penasaran. Raka penasaran dengan apa yang sedang terjadi pada Adinda pagi ini.
"Kamu kenapa cemberut gitu?" tanya Raka.
"Lagi kesel sama Mbak Ayu" adu Adinda.
"Kanda..." rengek Dinda membuat Raka mengusap wajah Adinda dengan telapak tangannya.
"Pergi kau hantu kerajaan!" ucap Raka membuat Adinda terkekeh.
"Hehehe... Om mau ngelawak ya! aduh, kok tambah lama Om tambah manis gini sih...!" ucap Adinda gemas.
"Kamu baru tahu saya manis?" tanya Raka dengan wajah datarnya membuat Adinda kesal karena Raka terlihat sangat percaya diri dengan ucapannya.
"Om sok ganteng!" ucap Adinde.
__ADS_1
"Semua orang yang lihat saya selalu bilang saya tampan Dinda. kamu aja yang buta karena hampir mau balikan sama Rifki!" ucap Raka membuat Adinda menatap Raka sinis.
"Dinda nggak bilang Om itu tampan, jadi nggak semua orang bilang Om itu tampan!" ucap Adinda.
Raka menjalankan mobilnya, ia memang tidak sempat turun karena jika ia turun menemui calon mertuanya, ia pasti akan bercerita banyak hal kepada Bagus calon mertuanya itu hingga membuatnya lupa jika pagi ini akan ada rapat dihotelnya "Kamu nggak perlu berucap karena mata kamu aja udah billang kalau saya tampan dan kamu suka sama saya!" ucap Raka membuat Adinda menatap Guna dengan tatapan horor.
"Itu hoaks Om...jangan ngarang! mana ada Dinda kayak gitu. Yang ada dihati Dinda gini ya Om. Itu si Om-om kepedean banget jadi orang, udah sok ganteng, merasa paling Wow" ucapan Adinda terhenti saat Raka menghentikan mobilnya.
Raka mendekati wajah Adinda membuat Adinda terkejut dan mengalihkan pandanganya namun Raka memegang dagu Adinda dan menarik kepala Adinda agar menghadap kearahnya. "Yakin saya nggak tampan?" tanya Raka menatap mata Adinda dengan dalam.
Kurang ajar banget si Om, bisa-bisanya buat jantung gue kayak digebuk gini.
"Om jangan gila dong! jauhan dikit kenapa sih!" kesal Adinda.
"Jawab dulu pertanyaan saya, saya tampan apa tidak?" tanya Raka tersenyum penuh kemenangan saat melihat eksprasi wajah Adinda yang terlihat begitu menggemaskan baginya. Raka mengambil setbelt dan memasakannya ketubuh Adinda.
__ADS_1
"Kamu kelihatan banget ya Din, pengen saya cium!" ucap Raka Membuat Adinda membuka mulutnya.
"Dasar hoaks, Om siapa juga yang minta cium sama Om!" teriak Adinda.
Tin...tin... suara klakson dari belakang mobilnya membuat Raka segera duduk kembali diposisinya dan sebuah ketukkan dikaca jendela mobilnya membuat Raka menurunkan kaca mobilnya itu. "Maaf selamat siang Pak, mobil Bapak tidak boleh berhenti disini!" ucap seorang polisi lalu lintas yang tampak seram dengan kumis tebalnya.
Hahaha... makanya Om jangan suka ngerjain Dinda. kualat kan Om.
batin Adinda.
Adinda menahan tawanya karena Raka akhirnya kena batunya. "Iya Pak, maafkan saya istri saya ini tadi lupa memasang setbeltnya jadi saya menepikan mobil saya untuk memasangkan setbelt" jelas Raka. ia kemudian mengeluarkan SIM dan STNK mobilnya lalu menunjukkkannya kepada Pak Polisi itu.
Bohong Pak gue belum jadi istrinya Pak...
Pak polisi itu mengambilnya SIM dan STNK itu dari tangan Raka. Ia kemudian menuliskan sebuah surat lalu lalu menyerahkan surat dan SIM itu kepadanya kepada Raka. "Terimakasih Pak" ucap Raka sopan.
__ADS_1
Setelah Pak polisi itu pergi Adinda tertawa terbahak-bahak membuat Raka kesal. "Hahaha... mau ngerjain Dinda tahu-tahunya ngelanggar peraturan lalu lintas. Om kayak bocah hahaha..." tawa Adinda membuat Raka mengambil tisu dan menempekan tisu itu ke bibir Adinda.
"Diam!" ucap Raka namun Adinda tetap saja tertawa dan tidak peduli dengan kekesalan Raka.