
Malvin melihat Devan dan Lina yang sedang berpelukan merasa jengah, dan kesal.
"Udah pelukannya udah siang ini!!" ucap Malvin yang sedari tadi melihat tingkah mereka berdua yang selalu ada drama percintaan bagi Malvin.
"Iya-iya bawel banget sih lo??" ucap Devan tak kalah sewot, sambil mengambil jaket istrinya dan memberikan padanya. Karena mereka berdua sudah siap jadi mereka segera pulang dan mereka pulang menggunakan mobil masing-masing, Devan bersama Lina, Malvin bersama Maira.
Selama di perjalanan Maira dan Malvin masih saling diam meski mereka sudah memperbaiki hubungan mereka tapi rasa canggung mereka masih ada, apa lagi Maira yang belum terbiasa. Malvin sesekali melirik ke arah Maira yang sedang sibuk dengan pikirannya sendiri.
"Mai!!!" Malvin mencoba mencairkan suasana dengan memulai pembicaraan dengan Maira.
"Hemm!!!" ucap Maira sambil menoleh ke arah Malvin, sedangkan Malvin yang kemudinya.
"Nanti malem aku mau ngajak kamu keluar, kamu mau kan???" Maira mendengar ucapan Malvin sontak terkejut karena Malvin berubah begitu drastis jadi bagi Maira itu sangat aneh Malvin memperlakukannya seperti itu.
"Kenapa?? apa kamu enggak mau??" tanya Malvin lagi karena Maira tak kunjung menjawab pertanyaan dari Malvin.
"Boleh asal jangan pulang malem-malem!!"
"Hhahaha!!! kamu ini lucu lagian kenapa kalau pulang malem-malem?? toh kamu keluar sama suami kamu sendiri!!!" mendengar ucapan Malvin, Maira langsung tertunduk malu dengan perkataannya sendiri.
"Dasar cowok aneh ya jelas lah aku enggak mau pulang malem-malem secara besok aku harus sekolah. Dasar suami plinplan!!!" batin Maira sangat kesal karena Malvin tidak mengerti dengan keadaan Maira.
"Kenapa diam lagi??"
"Enggak papa!!"
"Jadi gimana, mau enggak??" karena Malvin masih belum puas dengan jawaban dari Maira.
"Baiklah nanti malem gue ikut!!!" Malvin kaget karena Maira masih seperti awal, memanggil Malvin dengan sebutan lo gue. Tapi Malvin berusaha untuk tetao tenang agar Maira tidak ketakutan lagi, tak lama kemudian mereka tiba di rumah. Maira keluar lebih dulu tanpa bicara apa-apa kepada Malvin, sedangkan Lina dan Devan masih di dengan romantisnya. Devan sengaja melakukan itu di depan Malvin agar Malvin terlihat kesal karena sudah di tinggal oleh Maira.
__ADS_1
"Dasar sialan lo!!" ucap Malvin kepada Devan yang baru saja melewatinya, sedangkan Devan dan Lina hanya tersenyum melihat Malvin yang kesal.
"Kami pulang!!" ucap Maira yang sudah berada di dalam rumah terlebih dahulu.
"Hallo cantik!!!" ucap mama Malvin yang langsung memeluk Maira karena merasa rindu kepadanya.
"Hallo mah!!" ucap Malvin yang baru masuk.
"Hallo tante!!" ucap Devan dan Lina secara bersamaan sedangkan mamanya Malvin tersenyum melihat kedatangan mereka.
"Ya udah kalian istirahat dulu setelah itu kita makan siang bersama!!!" ucap mamanya Malvin dan di balas anggukan oleh ke empat orang yang beru datang itu. Setelah berada di dalam kamar Maira langsung merebahkan tubuhnya di ranjang sedangkan Malvin duduk di sofa sambil mengamati Maira.
"Mandilah dulu setelah itu baru istirahat!!" mendengar ucapan Malvin, Maira langsung duduk dan menatapnya seolah-olah dia baru sadar kalau di dalam kamar dia tidak sendiri.
"Ya ampun gue lupa kalau gue tidak sendiri di dalam kamar, untung dia enggak ngapa-ngapain gue!!!" batin Maira sedangkan Malvin kebingungan melihat sikap Maira yang selalu melamun saat di ajak bicara.
"Ya udah aku mandi duluan!!!" sedangkan Maira masih dalam lamunannya, entah apa yang di pikirkan Maira setiap bersama Malvin dia selalu melamun.
"Kamu ngelamunin apa hah?? dari tadi aku liat melamun terus??" tanya Malvin tapi masih tidak ada jawaban dari Maira."Maira tikus!!!" Malvin sengaja berteriak tepat di telinga Maira sontak Maira langsung melompat ke atas tempat tidur.
"Aaaaaaa.......!!!" Malvin melihat Maira yang terkejut bahkan saking terkejutnya Maira tanpa sadar dia langsung melompat ke atas ranjang tepat di depan Malvin dengan wajah yang ketakutan.
"Hahahahahaa............... Maira-Maira mamu kenapa??"
"Katanya ada tikus??" sedangkan Malvin masih dalam keadaan tertawa terbahak-bahak karena tingkah konyol Maira.
"Mana ada di dalam kamar semewah ini ada tikus??" mendengar perkarataan Malvin Maira sontak seketika terdiam dan mencerna perkataan Malvin tadi sambik melihat sekeliling. Sedangkan Malvin masih tidak berhenti dalam tawanya sambil memegang perutnya karena kesakitan menahan tawa.
"Kenapa??"
__ADS_1
"Enggak papa!!!" ucap Maira berusaha tenang dan duduk di atas tempat tidur, Malvin berusaha untuk tidak tertawa lagi dia takut Maira bersedih jika terus mengingat kejadian yang tadi.
"Mandi dulu sana gih!!!" ucap Malvin sambil melangkah pergi ke ruang ganti, agar Maira tidak malu karena kejadian yang tadi.
"Dasar bodoh, kenapa gue harus mau di kibulin kayak tadi. Malu banget ni gue, mana tadi gue teriak-teriak sambil lompat-lompat lagi. Aduh Maira-Maira dasar bodoh, kenapa juga sih kamu harus kaget coba??"Batin Maira yang merasa di bodohi diri sendiri karena bertingkah konyol seperti itu di depan Malvin. Lagi-lagi tanpa Maira sadari sudah keluar Dari ruang ganti masih melihat Maira melamun entah apa yang ada dipikiran Maira sebenarnya menurut Malvin.
"Dia kenapa sih??? aneh benget dari tadi pagi kerjaannya melamun terus??? apa dia lagi ada masalah??" batin Malvin, hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah Maira yang sangat aneh menurut Malvin. Dia memberanikan diri untuk mengampiri Maira yang masih setia dalam lamunanannya.
"Mai?? kamu kenapa?? kok belum mandi??" lagi-lagi tidak ada jawan darinya."Maira!!!" ucapnya sedikit berteriak di dekat telinga sontak Maira terkejut saking terkejutnya Maira tanpa sengaja menyenggol tangan Malvin yang berusaha sebagai penyangga tubuhnya. Malvin terjatuh tepat di atas Maira, mata mereka saling bertemu, mereka menatap satu sama lain. Jantung Maira berdetak begitu kencang karena kegugupannya terhadap Malvin, begitu juga dengan Malvin merasakan apa yang di rasakan oleh Maira.
"Maaf!!" ucap Maira sambil mendorong tubuh Malvin agar terbangun dari lamunannya, sontak Malvin langsung berdiri dan berusaha untuk tenang.
"Kenapa sih kamu?? akhir-akhir ini kerjaan kamu melamun terus?? kesambet kamu??"
"Enggak kok, enak aja bilang aku kesambet!!" Maira tak kalah sewot dari Malvin.
"Terus kenapa melamun?? ah aku tahu lagi mikirin aku ya??" ucap Malvin dengan percaya dirinya sehingga membuat Maira menoleh ke arahnya yang merasa jengah karena tingkahnya Malvin.
"Aku mikirin kamu?? OGAH!!!" Malvin mendengar perkataan Maira sontak langsung memiliki ide untuk mengerjai Maira, dia menghampiri Maira. Sedangkan Maira mulai gugup saat Malvin mendekatinya.
"Yakin kamu??" Malvin semakin dekat dengan tubuh Maira, Malvin yang melihat Maira salah tingkah makin gemas untuk mengerjainya.
"Malvin apa yang mau kamu lakukan??" ucap Maira berusa untuk tenang.
"Tidak ada!! (cup)" mencium tepat di kening Maira membuat Maira mematung seketika, sedangkan Malvin tersenyum melihat ekspresi Maira merasa sangat lucu.
Cup......
Malvin mencium sang istri tercinta (ya bagaimana mesti suami istri ya😘), sedangkan Maira sontak memejamkan matanya karena merasa nyaman saat mendapat perlakuan Manis dari Malvin. Malvin melihat Maira yang sudah muali menerima suaminya merasa bahagia. Malvin sungguh bahagia bisa mendapatkan Maira seutuhnya, tanpa harus berjuang mati-matian untuk mendapat cintanya itu.
__ADS_1
Jangan lupa like, comen, sama votenya ya kak 😘😘
Terima kasih atas kunjungannya 😘😘