Ceo Yang Jatuh Cinta Kepada Gadis SMA

Ceo Yang Jatuh Cinta Kepada Gadis SMA
Bab 70


__ADS_3

"Jadi cuman sayang kakak ni?? sama papa enggak??" ucap Arga pura-pura sedih kepada Kania, padahal hanya ingin mengerjai putrinya.


"Kania juga sayang sama papa!!" ucapnya langsung berhamburan untuk memeluk papanya, melihat itu Arga sangat bahagia walau Kania bukan anak kandungnya tetapi kasih sayangnya tidak pernah lepas darinya seperti halnya kepada Zyan.


"Iiih papa masa cuman adek doang yang di peluk kan Zyan juga andil dalam ide tadi!!" mendengar ucapan putranya teringat akan kejadian yang mereka lakukan tadi.


"Papa inget sekarang, nanti kalau tante itu kenapa-napa terus dendam sama kalian bagaimana??" tanya Arga kepada anak-anaknya yang sekarang terdiam kembali.


"Tenang pa, tadi kan kania pakai ini jadi tante itu tidak akan mengenal kami!!" ucapnya dengan senyum manisnya.


"Kalian tu ya pinter banget bikin papa jantungan!!" ucap Arga sambil menggelitik kedua anaknya, sehingga mereka tertawa lepas akan ulah nya.


"Pa maafin kita ya pa karena tidak sopan sama tante yang tadi!!" ucap Zyan takut jika papanya marah kepada mereka.


"Iya pa, kita janji kalau tante itu dateng lagi kita akan minta maaf!!"


"Papa enggak marah sama kalian, papa berterima kasih ke kalian karena sudah bikin tante itu pergi. Hanya saja cara kalian salah, lain kali jangan melakukan hal seperti itu karena itu sangat berbahaya, paham??" Arga tidak ingin membuat kedua anaknya melakukan hal itu lagi, karena dia tau itu bukan lah perilaku yang pantas mereka lakukan.


"Iya pa kita janji tidak akan melakukan hal itu lagi!!" jawab mereka serempak.


"Baiklah papa percaya kalau kalian tidak akan melakukan hal itu, sekarang kalian mandi setelah itu kita makan siang bersama!!" Arga menyuruh kedua anaknya mandi yang di bantu oleh pengasuhnya.


"Baik pa!!" ucapnya mereka serempak dan langsung pergi menuju kamar mereka masing-masing.

__ADS_1


Setelah kepergian kedua anaknya Arga pergi menuju ruang kerjanya, disana Arga sedang merenung mengingat kejadian yang tadi di lakukan oleh putranya.


"Rima kamu lihat kan kelakuan putramu tadi, dia belum siap menerima pengganti mu begitu juga dengan ku. Sekarang Zyan memiliki teman bermain saat berada di rumah dia adalah anak dari sahabat aku. Makasih karena kamu telah memberi pengertian terhadapku agar aku bisa baikan dengannya sehingga kami berhubungan baik hingga kini itu berkat mu Rima!!" ucap Arga sambil memegang foto almarhuma istrinya yang sangat dia cintai dan sulit dia lupakan.


Tanpa terasa air matanya jatuh yang sedari tadi ia tahan, di sisi lain tanpa sepengetahuan Arga Kania mengintipnya dari balik pintu melihat Arga menangis sambil memeluk foto dan terkadang mencium foto yang ia pegang.


Tok..........Tok..........Tok.........


Arga mendengar pintunya di ketok langsung menghapus air matanya, lalu meletakkan foto almarhuma istrinya dan melihat ke arah pintu.


"Kania??" ucap Arga sambil melangkahkan kakinya menuju Kania yang masih berdiri di dekat pintu.


"Papa kenapa??" ucap Kania setelah berada di gendongan papanya.


"Papa tidak kenapa-napa!!" ucapnya sambil mencium pipi putrinya.


"Benarkah?? emm perasaan papa tidak menangis oh pasti tadi kamu liat papa mengeluarkan air mata ya??" Kania pun mengangguk Arga pun tersenyum lalu mencium pipi caby putrinya."Tadi papa kelilipan saat membuka jendela ruang kerja papa makanya papa mengeluarkan air mata!!" ucap Arga berbohong karena dia tidak ingin putrinya mengetahui kalau papanya habis menangis apalagi Zyan putranya.


"Pa kita makan sekarang ya Kania laper!!" ucap Kania agar papanya menghentikan ciumannya yang membuatnya geli.


"Baiklah ayo kita makan!!" ucapnya sambil menurunkan Kania dari gendongannya lalu mengambil ponselnya dan menggandeng tangan Kania keluar dari ruang kerja.


Saat menutup pintu Zyan baru saja keluar dari kamar sambil tersenyum ke arah papanya dan menggandeng tangan satunya.

__ADS_1


"Adek kok cepet mandinya??" tanya Zyan kepada Kania yang sudah bersama papanya.


"Hehehe, udah dong!!"


"Sudah yuk kita makan!!" ucap Arga menggandeng kedua anaknya menuju meja makan.


Setelah tiba di meja makan, Arga mengambilkan nasi beserta lauk pauknya untuk kedua anaknya.


Kedatangan Kania bukan membuat Arga kerepotan justru Arga semakin senang merawat putra putrinya.


Karena selama ini memang berkeinginan memiliki seorang putri tetapi allah berkehendak lain akan keinginannya.


Ayo dukung author agar lebih semangat lagi πŸ€—πŸ˜‡


Jangan lupa VOTE............VOTE.......VOTE.......


DAN LIKE..........LIKE.........LIKE.............LIKE.....


Agar author semangat untuk up


Jangan lupa vote dan sarannya yaa.... karena saran dan masukan dari kalian sangat pentingπŸ™‚πŸ˜Š


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like di bawah agar author lebih semangat update cerita ini.

__ADS_1


Dan jangan lupa ❀❀ lovenya ya 😘


Mohon di maklumi jika ada kesalahan kata atau kekurangan kata karena author masih pemula πŸ€—


__ADS_2