
Hari sudah mulai sore Malvin yang terus memandang istrinya yang tertidur lelap, tak lama kemudian ponsel Malvin berdering Malvin mengambilnya di atas nakas.
Malvin terkejut saat membaca pesan yang ia terima, menoleh ke arah istrinya dengan perasaan was-was karena takut istrinya salah paham.
Daraπ¨
"Vin kita harus ketemu ada hal penting yang ingin gue bicarakan sama lo!!"
Seperti itulah isi pesan dari Dara, tanpa pikir panjang Malvin mengirim pesan kepada Dion.
Malvin π¨
"Ion Dara tadi kirim pesan ke gue, di ngajak ketemuan!!"
Saat nunggu balasan dari Dion tiba-tiba istrinya meringkuk ke sakitan sambil memegang perutnya, Malvin yang melihatnya langsung menaruh ponselnya.
"Bun, bunda, bunda kenapa??"
"A, ayah pe, perut bunda sakit!! π£π£" mendengar ucapan istrinya Malvin langsung turun.
"Sayang kita ke rumah sakit ya??" Maira pun menganggukkan kepalanya, Malvin pun langsung memopong istrinya ke dalam mobil.
Selama perjalanan Malvin tak melepas genggaman dari tangan istrinya, terkadang Malvin mencium punggung tangan istrinya.
"Tahan ya bun, ayah yakin bunda bisa bertahan!!" Maira yang melihat kekhawatiran di wajah suaminya berusaha tersenyum manis kepada suaminya agar rasa khawatirnya tidak terlalu.
"A, ayah bun, bunda ba, baik aja kok yah!!"
"Tahan ya bun!!" ucap Malvin mencium kening istrinya sekilas lalu fokus kembali mengemudi.
Tak lama kemudian mereka tiba di rumah sakit, Maira langsung mendapat di tangani.
Karena jika bukan Malvin suaminya mungkin masih banyak pertanyaan yang akan di ajukan oleh pihak rumah sakit.
__ADS_1
Malvin menunggu di luar ruang persalinan, Malvin lupa tidak memberi taukan kepada keluarganya karena terlalu panik akan keadaan istrinya.
Ketika menunggu istrinya selama proses persalinan Malvin tidak lupa berdoa agar istri dan anaknya lahir dengan selamat.
Saat menunggu di depan ruang persalinan tiba-tiba ada yang menepuk bahu Malvin pun langsung menoleh.
"Vito??" ucap Malvin dengan suara lirih.
"Ngapain lo disini Vin??"
"Mau mandi!!" karena kesal akan pertanyaan Vito, Malvin menjawab asal.
"Segitunya lo, sampek mau mandi di rumah sakit??" Malvin kali ini tak habis pikir akan sahabatnya itu.
"Berisik lo!!" sontak Vito langsung terdiam saat Malvin menyuruhnya untuk diam.
Malvin tak mengerti dengan pemikiran sahabatnya saat ini, awalnya Malvin yang tak emosi langsung emosi seketika, tak lama kemudian seorang dokter keluar dari ruangan.
"Anak bapak lahir dengan selamat, dan ibunya juga dalam ke adaan baik-baik saja!!" mendengar penuturan dari sang dokter Malvin langsung memeluk sahabatnya itu.
"Vit sekarang gue jadi seorang ayah!!" awalnya Vito yang tak mengerti akan perkataan sahabatnya itu hanya mengangguk dan tersenyum.
"Selamat ya Vin!!" hal yang selama ini di tunggu-tunggu sudah tiba.
Maira yang telah di pindah ke ruang rawat inap VVIP, Malvin pun menghampiri istrinya setelah meng azani putrinya.
"A, ayah!!" ucapnya lirih melihat kedatangan suami tercintanya.
"Terima kasih ya bun!!(cup)" Malvin benar-benar bersyukur atas semua yang telah ia dapatkan saat ini, istri yang baik, cantik, dan sekarang mendapat seorang putri yang cantik seperti ibunya.
"A,ayah dimana anak kita??"
"Anak kita seorang putri yang sangat cantik mirip dengan bundanya cantik!!!" ucap nya sambil mengelus-elus pipi mulus istrinya.
__ADS_1
"Ayah aku ingin mama yang memberi nama untuk putri kita, boleh kan??" Malvin pun tersenyum dan mengecup kening istrinya.
"Tentu saja boleh bunda!!" ucap Malvin sambil memasukkan tangannya ke dalam saku celana dan bajunya tetapi tidak menemukan apa-apa sehingga dia ingat dia melempar ponselnya saat istrinya merasa sakit karena mau melahirkan.
Mengingat itu Malvin hanya menepuk jidat nya yang ceroboh akan hal itu, tetapi untungnya dompetnya tidak ketinggalan jika itu terjadi maka para sahabatnya akan memaki Malvin habis-habisan
"Ayah kenapa??"
"Ayah lupa bawa ponsel bun!!!" ucapnya sambil cengengesan sedangkan Maira mendengar penuturan suaminya hanya geleng-geleng kepala.
"Terus ayah tidak akan mengabari mama??" Malvin kebingungan saat ingin menjawab pertanyaan istrinya, ketika ingin menjawab tiba-tiba pintu terbuka.
Ceklekk...................
"Halo anak mantu mama!!" ternyata yang datang adalah mama mertuanya Maira.
"Mama tau dari mana kalau Maira di rawat di sini?? Ooh aku......"Belum mamanya menjawab Malvin langsung menebaknya siapa pelakunya.
Ayo dukung author agar lebih semangat lagi π€π
Jangan lupa VOTE............VOTE.......VOTE.......
DAN LIKE..........LIKE.........LIKE.............LIKE.....
Agar author semangat untuk up
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.... karena saran dan masukan dari kalian sangat pentingππ
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like di bawah agar author lebih semangat update cerita ini.
Dan jangan lupa β€β€ lovenya ya π
Mohon di maklumi jika ada kesalahan kata atau kekurangan kata karena author masih pemula π€
__ADS_1