Ceo Yang Jatuh Cinta Kepada Gadis SMA

Ceo Yang Jatuh Cinta Kepada Gadis SMA
Di hina oleh temannya


__ADS_3

Pagi-pagi buta Maira terbangun, karena dia sudah terbiasa bangun pagi saat masih tinggal bersama sang nenek. Dia duduk sambil merenung mengingat sang nenek yang terbaring lemah di rumah sakit, dan bahkan bibinya melarangnya untuk bertemu dengan sang nenek. Malvin yang melihat Maira termenung jadi heran akan sifat Maira yang berubah-ubah, kadang senyum kadang sedih.


"Kenapa lo? pagi-pagi udah melamun aja??" ucap Malvin membuat Maira kaget dan segera mengahapus air matanya yang telah mengalir di pipinya.


"Enggak papa kok!!!" ucap Maira meranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi.


"Kenapa tuh cewek, pagi-pagi udah melamun aja??"


Gumam Malvin yang tidak begitu yakin akan jawaban dari Maira itu.


"Huuuuuuuufff, untung aja dia enggak liat kalau aku abis nangis. Entar yang ada dia malah bilang aku cengeng lagi!!!!"


Gumam Maira sambil menghentak-hentakkan kaki karena kesal takut ke tahuan oleh Malvin. Tak lama kemudian Maira selesai dari kamar mandi dan langsung menuju ruang ganti yang sudah di sediakan di kamar. Karena Maira selesai jadi Malvin segera menuju kamar mandi, sedangkan Maira setelah selesai ganti baju langsung turun menuju dapur untuk membantu memasak.


"Selamat pagi bik!!!" mendengar suara itu sontak membuat para pelayan itu kaget karena secara tiba-tiba nona mudanya datang ke dapur.


"Eh nona, ada yang bisa saya bantu non??"


"Tidak ada bik, oh iya sini biar aku aja yang masak!!!" perkataan Maira membuat para pelayan yang ada di dapur menjadi patung akan sikap Maira. Maira merasa ada yang aneh dengan para pelayan itu, sedangkan Malvin yang melihat Maira di dapur yang sedang berbicara dengan para pelayan hanya menggeleng-gelengkan kepala. Karena sudah melihat semua yang di lakukan gadis kecil itu jadi Malvin menghampiri Maira.


"Ngapain lo di situ??" Sontak membuat Maira terkejut bukan main karena tiba-tiba Malvin datang dan membuyarkan lamunannya.


"Menurut lo??"


"Lo mau masak?? sudahlah biarkan mereka yang masak kamu tinggal duduk manis aja!!" Maira kesal karena di larang memasak oleh Malvin karena biasanya dia selalu memasak setiap paginya. Maira terdiam dan tak menjawab perkataan dari Malvin karena dia tidak ingin mencari masalah di pagi hari.


"Ada apa sih bro??" tanya Devan yang baru saja turun dari kamarnya dan menghampiri Maira dan Malvin.

__ADS_1


"Ini nih, gadis baru mau masak!!!"


"Sudahlah Mai kamu duduk manis aja, jangan terlalu banyak di dapur nanti suami mu ifil lagi??" mendengar perkataan Devan Malvin mengernyitkan dahi karen tidak percaya kalau saudaranya itu akan berkata seperti itu terhadapnya. Tak lama kemudian Lina datang menghampiri sang suami tercinta yaitu Devan.


"Iya Mai yang di katakan Devan itu bener, atau gini aja temenin aku jalan pagi yuk!!!"


"Ide bagus itu, istriku memang pintar!!" ucap Devan tanpa malu mencium pipi di depan pengantin baru itu, sedangkan Malvin hanya biasa sajaelihatnya. Karena dia sudah terbiasa akan sikap Devan yang selalu romantis di depannya, sedangkan Maira hanya senyam senyum melihat sikap Devan dan Lina yang begitu romantis.


"Terserah kalian berdualah!!" ucap Malvin meninggalkam dapur menuju ruang keluarga.


"Tunggu gue bro, sayang aku temenin anak manja itu dulu ya??"


"Eh siapa yang lo ucap anak manja?? emang lo sendiri enggak manja??" ucap Malvin sambil menatap Devan dengan tatapan tajam, Devan yang sudah terbiasa dengan sikap Malvin hanya senyum kemenangan karena sudah puas membuat sepupunya itu marah.


"Ya udah yuk Mai, dari pada kita di sini nanti kita di ganggu sama para monster!!!"


"Iya monster serigala, Malvin sama Devan udah kayak monster apalagi kalau mereka udah berduaan kita yang bakal jadi umpan!!!" ucap Lina sambil menggandeng tangan Maira agar dia menemani Lina jalan pagi di sekitaran kompleks. Maira sangat senang karena di terima dengan baik di keluarganya Malvin, padahal dia dari kalangan bawah tapi di perlakukan sama dengan istrinya Devan yang dari kalangan atas. Saat Maira menikmati jalan pagi di sekitaran kompleks tiba-tiba dia bertemu dengan teman sekolahnya yang sangat membenci Maira.


"Mai tunggu bentar ya aku beli minuman dulu!!" Lina meninggalkan Maira di bangku taman yang sedang menikmati kenyamanan di taman.


"Baiklah!!" Lina pun pergi meninggalkan Maira sendiri tam lama kemudian si biang rusuh datang menghampiri Maira sedang menikmati pemandangan indah di taman.


"Wah kayaknya kita salah jalan??" Maira mendengarnya kaget, karena dia tidak mau mencari masalah, apalagi ini masih sangat pagi.


"No, kita tidak salah jalan tapi kenapa ada orkam (orang kampung) di sini ya??" ucap salah satunya.


"Maira, Maira ternyata lo udah berani menikmati pemandangan indah tanpa beban??"

__ADS_1


"Paling dia nganggur, atau jangan-jangan dia di usir lagi sama tantenya???"


"Uuuuuuuuuhhhh, kacian banget sih lo Mai!!!" ucap mereka sambil tertawa ria karena telah menghina Maira yang hanya diam saja dengan perkataan teman-temannya itu. Disini lain Lina yang sedang membeli air mineral itu kaget bukan main melihat Maira yang di hina bahkan Maira di siram dengan minuman yang mereka pegang sehingga baju yang di pakai Maira basah. Melihat kejadian itu sontak Lina emosi tingkat dewa, karena dia paling tidak suka melihat orang lemah di hina seperti Maira.


"Udah puas kalian menghinanya??" sontak mereka kaget dengan datangnya Lina yang emosinya sudah sampai ubun-ubun.


"Mbak Lina??" ucap mereka dengan wajah ketakutan, wajar saja mereka ketakutan karena Lina terkenal sebagai istri Devan Sanjaya yang terkenal bengisnya jika ada yang bermain api dengannya apalagi mengganggu salah satu keluarganya ataupun yang bersangkutan.


"Apa yang kalian lakukan sama Maira??"


"Tidak mbak kami hanya balas dendam akan perilakunya terhadap kami!!" mereka meutar balikkan fakta sehingga Maira terkejut akan perkataan mereka.


"Ooooohhhh, sangat pandai. Kalian pikir aku akan percaya sama kalian, asal kalian tahu dia sekarang menjadi nona muda di keluarga Sanjaya jadi jika kalian berani melakukan itu lagi sama Maira jangan salahkan aku jika perusahaan keluarga kalian hancur pada saat itu!!!" ucap Lina sambil menarik Maira pergi, sedangkan mereka sangat kesal karena Maira lagi-lagi ada yang melindungi.


"Sial, kenapa sih selalu ada yang ngelindungi!!"


"Aneh deh darimana Maira mengenal Mbak Lina??"


"Jangan-jangan dia cuman mau manfaatin mbak Lina doang??" ucap mereka yang snagat penasaran akan hubungan Maira dengan Lina.


"Mai kenapa kamu hanya diam saja di perlakukan kayak tadi??? Untung yang melihatnya hanya aku coba kalau yang melihat Devan atau suami kamu yang ada perusahaan keluarga mereka bisa hancur saat ini juga!!!" Lina tidak tega melihat Maira di perlakukan tidak adil." Mai setidaknya kamu jangan diam aja di hini seperti tadi!!"


"Sudahlah Lin, aku enggak papa sebaiknya kita pulang saja yuk!!" Maira tidak ingin Lina terbawa emosinya makin larut dengan kejadian yang tadi, walau hatinya hancur mendengar perkataan teman-temannya.


"Mai kamu kenapa sih, di perlakukan kayak tadi tapi masih bisa tersenyum??"


Gumam Lina dalam hati yang tak tega melihat Maira dj hina seperti tadi. Karena Maira meminta pulang jadi Lina terpaksa pulang agar Maira lebih tenang dan tidka memikirkan masalah yang tadi.

__ADS_1


__ADS_2