
Maira hanya diam saja tanpa menjawab perkataan suaminya itu.
"Sayang!!"
"Apa, kakak tidak menepati janji kakak!!" ucap Maira sambil melepas genggaman dari tangan Malvin.
"Mai bukannya kakak tidak mau menepati janji kakak, tapi ini udah malem!!" mendengar ucapan anaknya itu mamanya Malvin langsung angkat bicara.
"Malvin sebenarnya ada apa??"
"Maira ngajak ke apartemen mam!!" mendengar ucapan Malvin sang mama hanya tersenyum, karena baru kali ini anak kesayangannya itu membujuk istrinya agar tidak marah terhadapnya.
"Ya sudah kalau memang istri mu pengen ke apartemen bawalah!!" mendengar ucapan mama nya Maira langsung tersenyum dan menghampirinya.
Maira pun langsung memeluk mama nya itu sambil mencium pipi nya, sedangkan Lina dan Malvin merasa ada yang aneh dengan Maira.
Mereka merasa heran karena Maira tidak pernah se manja ini, dan perubahan sikap Maira terlalu cepat tanpa ada tanda-tanda apapun.
"Baiklah jika memang kamu mau kita ke apartemen, ayo kita siap-siap dulu!!" ucap Malvin yang langsung berdiri dan tidak lupa juga mengulurkan tangannya kepada Maira yang masih memeluk mama nya itu.
Mendengar ucapan suaminya bahwa mereka akan ke apartemen Maira langsung tersenyum saat menoleh ke arah suaminya dan meraih tangan suaminya itu.
"Mam, Maira ke kamar dulu ya!!"
"Iya cantik!!" setelah itu Maira dan Malvin pergi ke kamarnya, ketika pergi ke kamarnya Maira tidak melepas genggaman suaminya itu sambil tersenyum manis ke pada suaminya.
Setelah tiba di dalam kamar Malvin melihat tingkah istrinya yang begitu bahagia.
__ADS_1
"Ini aneh, kenapa istriku tiba-tiba manja kayak gini??" batin Malvin sambil memerhatikan istrinya siap-siap untuk pergi ke apartemen.
"Kak, katanya mau siap-siap?? kenapa malah bengong sih??" ucap Maira kepada suaminya yang hanya diam saja sedari tadi.
"Iya sayang!!" ucap Malvin langsung menghampiri istrinya dan memeluk istrinya.
Maira yang mendapat pelukan dari suaminya merasa senang, dan membalas pelukannya itu.
"Sayang kamu makin cantik!! (cup,,,,,,,,cup,,,,,,,cup)" Malvin mengecup kening istrinya, karena merasa gemas tidak Malvin tidak lupa mencium pipi istrinya yang tembem itu.
"Kak, kakak enggak marah kan kalau kita ke apartemen malam-malam gini??"
"Buat apa marah sayang, justru aku seneng kalau kamu mau kita berduaan!!" ucapnya sambil me nakup kedua wajahnya.
"Jadi??"
"Coba aja kalau berani, weeeek!! ππππ"
"Sekarang kamu sudah berani menggoda ku ya??" sehingga terjadilah kejar-kejaran dalam kamar, tak la kemudian Maira menghentikan Malvin agar tidak terjadi kejar-kejaran lagi.
"Kak udah aku udah capek, kalau kita kejar-kejaran terus kapan ke apartemennya??" Malvin tersenyum setelah mendengar perkataan istrinya yang sambil cemberut.
"Iya ya lupa, abisnya kamu si bikin gemes!!" sambil mencubit hidung sang istri.
"Hmm kebiasaan!!"
"Ya udah yuk kita berangkat sekarang!!" ajak Malvin sambil menggandeng tangan istrinya dan Maira jangan di tanya lagi dia sangat senang karena Malvin benar-benar menuruti keinginannya itu.
__ADS_1
"Loh Vin mau kemana lo malem-malem gini??" tanya Devan yang baru saja keluar dari ruang kerja yang berpapasan dengan Malvin.
"Mau ke apartemen!!"
"Wih kayaknya ada yang enggak mau di ganggu nih??" Devan meledek Malvin, yang di ledek hanya biasa saja berbeda dengan Maira yang kesal akan perkataan Devan.
"Kak Devan bisa enggak sih kalau diem aja??" jawab Maira sewot, Malvin mendengar ucapan istrinya yang memarahi Devan langsung tertawa.
"Hahaha, emang enak di marahin?? ππ" ucap Malvin yang puas menertawakan sepupunya itu.
"Sialan lo Vin, lagian lo si Mai tumben amat lo marah-marah gitu?? pasti di paksa ya sama Malvin ya??" Malvin santai aja dengan perkataan Devan berbeda dengan Maira yang sudah geram akan Devan.
"Kak Devan bisa enggak kalau enggak nanya mulu?? kak ayo kita cepat pergi males jawab pertanyaan dari kak Devan yang enggak berbobot!!" mendengar ucapan Maira Devan hanya menganga, sedangkan Malvin terkejut akan jawaban istrinya karena kali ini Maira benar-benar memarahi Devan.
"Ada apa dengan Maira aneh banget deh, enggak biasanya dia marah-marah gitu, apa lagi PMS?? aakhhrrr, bodo amat lah!!" ucap Devan setelah kepergian Maira dan Malvin.
"Mam kita pergi dulu ya!!" ucap Malvin sambil mencium punggung tangan mamanya, begitu juga dengan Maira.
"Hati-hati ya sayang!!" mereka hanya mengangguk dengan ucapan sang mama.
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.... karena saran dan masukan dari kalian sangat pentingππ
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like di bawah agar author lebih semangat update cerita ini.
Dan jangan lupa β€β€ lovenya ya π
Mohon di maklumi jika ada kesalahan kata atau kekurangan kata karena author masih pemula π€
__ADS_1
Terima kasih sudah membaca ceritaku π€