
Entah kenapa hati Naura merasakan sesuatu saat menatap wajah Zyan,karena pandangan mereka masih saling pandang sehingga wajah mereka semakin dekat.
Saat wajah mereka sudah berjarak lima centi tiba-tiba ponsel Naura berdering.
(Ups π€ jadi gagal deh mereka ciuman π )
Naura pun mengangkat telfonnya.
Naura π²"Hallo mam!!"
Naura berdiri dan sedikit menjauh dari Zyan, sehingga membuat Zyan kebingungan.
Karena Naura mengangkat telfon nya agak menjauh dari nya.
"Dasar cewek aneh, cuman angkat telfon doang pakek ngejauh segala??" ucap Zyan sambil mengeluarkan ponselnya dari dalam sakunya.
Sambil memainkan ponselnya untuk menghilangkan rasa bosan nya dan tidak lupa melirik ke arah Naura yang sedang asik mengobrol.
Tak lama kemudian ponsel Zyan juga berdering dan melihat layar ponselnya.
Zyan π²"Iya bun!!"
π²"(............)
Zyan π²"Iya bun Zyan langsung pulang!!"
Setelah bicara dengan bundanya Zyan langsung memasukkan ponselnya ke dalam saku celana dan melihat ke arah Naura yang masih asik dengan ponselnya.
"Agghhhh sudahlah nanti aku akan memberi tau nya nanti!!" ucapnya langsung pergi tanpa pamit kepada Naura.
Naura π²"Iya mam bentar lagi Naura pulang kok!!"
Setelah selesai Naura pun membalikkan tubuhnya dan melihat kearah kursi taman sudah kosong.
"Kemana dia pergi?? Dasar cowok aneh!!" ucap Naura dengan kesal karena Zyan pergi tanpa permisi terlebih dahulu pada nya.
__ADS_1
Sedangkan orang yang memerhatikan Naura dan Zyan sedari tadi hanya tertawa melihat Naura kesal.
(Hemmmm kira-kira siapa ya?? π€ yang sedang memerhatikan mereka?? Saking penasarannya sampek salah sebut nama π€ papa Arga bukan Agra ini bukan GGS ya π€ satu lagi itu papa Malvin bukan Melvin π€ ogey π
Penasaran enggak????
Penasaran enggak????
Penasaran lah masa enggak π€£π€£
Lanjut ke ceritanya iklan udah selesai π)
Maira menunggu kedatangan putranya karena sang nenek merindukannya.
"Dimana Zyan??" tanya sang neneknya Zyan atau mertuanya Maira.
"Mama Zyan masih dalam perjalanan menuju kesini!!" ucap Maira menenangkan ibunya, akhirnya ibu mertuanya pun tenang setelah mendengar perkataan Maira menantunya.
Mendengar ucapan sang istri, Malvin menghampiri nya dan mengajaknya sedikit menjauh dari mamanya.
"Jadi ayah tidak percaya dengan perkataan bunda??" mendengar ucapan sang istri langsung terdiam mendengar ucapan Maira barusan.
"Bukannya gitu sayang!!"
"Lalu apa?? Udahlah bunda lagi tidak mau berdebat sama ayah!!"ucap Maira langsung meninggalkan suaminya yang diam tak berkutik setelah mendengar ucapan sang istri.
Tak lama kemudian terdengar suara mobil, Maira tau jika itu putranya Zyan.
"Mam itu pasti Zyan!!" ucap Maira kepada mama mertuanya.
"Hallo semuanya Zyan sudah pulang!!" ucap Zyan langsung masuk menuju ruang keluarga, saat tiba di ruang keluarga sang nenek menatapnya dengan tatapan tajam sehingga membuat Zyan tersenyum kikuk, Zyan perlahan mendekat ke arah sang nenek dengan sedikit ada rasa takut.
"Dasar cucu kurang ajar, mentang-mentang dapat kebebasan dari ayah bundamu sekarang jadi lupa sama nenek gitu??" ucap sang nenek sambil menarik telinga cucunya.
"Aduh nek ampun, Zyan enggak lupain nenek kok, Zyan lagi ada urusan tadi jadi enggak langsung nemuin nenek!!" ucapnya sambil berusaha melepas tangan sang nenek dari telinga nya yang sudah memerah karena kesakitan.
__ADS_1
"Mam udah kasian Zyan nya mam!!"ucap Maira berusaha menenangkan sang mama.
"Kali ini nenek bebaskan karena atas permintaan bundamu, jika itu terjadi lagi jangan salahkan nenek jika nenek tidak melepaskan mu!!" ucap sang nenek sambil melangkah pergi meninggalkan ruang keluarga.
"Nenek maafin Zyan ya, Zyan janji enggak akan ngulangi lagi!!" ucap Zyan mengejar sang nenek yang tengah merajuk karena ulah nya.
"Cucu sama anak sama aja pandai bikin kesal istriku!!" perkataan sang papa sontak membuat Malvin dan Maira menoleh secara bersamaan. "Apa?? Dulu kamu sebelum menikah juga gitu, ya walaupun sekarang juga masih sama!!"ucap sang papa sukses membuat Malvin bungkam seketika.
Sedangkan Maira hanya tersenyum karena, karena suaminya yang begitu menggemaskan dengan sikapnya yang diam saat ini.
Zyan yang melihat sang nenek yang sibuk dengan sendiri nya di dalam kamar membuat Zyan bingung bagaimana cara membujuk sang nenek.
Lalu Zyan pun menghampiri sang nenek dan memeluknya dari belakang , karena sang nenek sedang berdiri di depang lemari yang tengah menyusun baju.
"Nek Zyan minta maaf ya sama nenek!!" ucap Zyan berusaha untuk merayu sang nenek, Zyan bingung karena neneknya tidak menjawab Perkataannya. "Nek cucu nenek yang tampan ini sedang kasmaran, jadi si tampan ini harus berjuang dulu nek!!" mendengar perkataan sang cucu sontak membuat sang nenek berbalik dan menatap sang cucu untuk meminta penjelasan.
"Benarkah kalau cucu nenek yang tampan ini sedang memperjuangkan cinta nya??"
"Makanya Zyan telat datang ke sini nya π π !!" ucap Zyan sambil menggaruk-garuk lehernya yang tidak gatal akibat sandiwaranya sendiri sedangkan neneknya mempercayai ucapannya.
Ayo dukung author agar lebih semangat lagi π€π
Jangan lupa VOTE............VOTE.......VOTE.......
DAN LIKE..........LIKE.........LIKE.............LIKE.....
Agar author semangat untuk up
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.... karena saran dan masukan dari kalian sangat pentingππ
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like di bawah agar author lebih semangat update cerita ini.
Dan jangan lupa β€β€ lovenya ya π
Mohon di maklumi jika ada kesalahan kata atau kekurangan kata karena author masih pemula π€
__ADS_1