Ceo Yang Jatuh Cinta Kepada Gadis SMA

Ceo Yang Jatuh Cinta Kepada Gadis SMA
Bab 77


__ADS_3

Skipp πŸ‘‰πŸ»πŸ‘‰πŸ»πŸ‘‰πŸ»


Dua puluh tahun kemudian.


Gadis cantik yang sedang latihan bela diri, dia gadis yang sangat cantik, manis dan imut.


Siapapun yang melihatnya akan terpukau akan kecantikannya yang alami, meski tanpa menggunakan make up yang tebal.


"Cantik kita istirahat dulu!!" ucap sang pelatih.


"Baik paman!!" ucapnya kepada sang pelating sekaligus pamannya.


Alasannya dia melatih dirinya bela diri jika suatu saat terjadi sesuatu maka dia bisa melindungi orang yang dia sayangi.


"Naura bagaimana kuliah kamu nak??"


"Baik!!" ucapnya acuh terhadap pamannya semenjak dia mengetahui kebohongan yang di sembunyikan darinya selama ini.


"Bagaimana keadaan mama kamu??"


"Mama baik kok, kata dokter hari ini boleh pulang!!" setiap kali Naura berbicara dengan paman nya emosinya selalu naik.


"Kapan kamu akan meneruskan perusahaan mama kamu??"


"Paman aku sudah bilang kalau aku enggak mau melanjutkan perusaah mama!!" karena tidak ingin emosinya menjadi Naura langsung pergi dari ruangan itu dan segera mengganti baju lalu meninggalkan gedung tempat latihan.


Naura pergi menuju taman, saat di taman ada tempat yang mengingatkan dirinya terhadap masa kecilnya.


Dia selalu pergi ke taman saat dirinya sedang emosi, empat tahun sebelumnya saat dia pergi ke taman dia tidak sengaja bertemu dengan seseorang wanita yang seumuran dengan mamanya.


"Permisi boleh saya duduk di sini??" ucap wanita itu kepada Naura, Naura yang mendengar suara itu pun mendongak dan melihat ke arah sumber suara.


Naura terkejut saat melihat wajah wanita yang kini berada di sampingnya itu.


"Sepertinya kamu lagi banyak pikiran ya??" tanyanya lagi tapi Naura tidak menjawab justru pandangannya terhadap wanita tadi tidak ia lepas.

__ADS_1


Wanita itu yang di pandang terus menerus hanya tersenyum, dan memegang tangan Naura.


"Kamu masih muda, jangan banyak melamun!!" ucapnya sambil mengusap lembut kepala Naura, saat Naura ingin bicara tiba-tiba seseorang menghampirinya.


"Bun maaf telat!!"


"Enggak papa sayang, bunda juga baru selesai kok acaranya!!" sedangkan Naura menatap lelaki yang baru datang itu yang memanggil wanita di sebelah nya dengan sebutan bunda, mengingatkan nya terhadap seseorang.


"Ya udah bun kita segera kerumah sakit, sekarang waktunya bunda chek up kan??"


"Oh iya bunda hampir lupa, cantik kita pergi duluan ya!!" Naura pun mengangguk, Naura menangis setelah melihat kepergian wanita tadi yang menyapanya.


Naura mengingat jelas pertemuan dengan wanita itu, setiap kali dia pergi ke taman dia berharap bertemu kembali dengan wanita itu.


Tetapi harapannya hanya tinggal harapan, tapi tuba-tiba dia melihat seseorang yang pernah ia temui walau hanya pertemuan sekilas.


"Dia kan laki-laki waktu itu, dia bersama senior Eza siapa cowok itu sebenarnya??" Naura pun menghampiri seniornya yang tak jauh dari tempat dimana dia duduk merenung.


"Senior!!" ucapnya setelah berada di dekatnya, begitu juga yang di panggil langsung menoleh ke arah Naura.


"Senior sedang apa di sini??" sang senior tertawa mendengar pertanyaan daro Naura yang menurutnya pertanyaan itu tidak masuk akal.


"Naura, Naura. Ini kan tempat umum hahahaha, jadi terserah gue dong mau ngapain kesini??" mendengar itu Naura hanya tepuk jidat dan merutuki dirinya sendiri karena memberikan pertanyaan yang konyol.


Sedangkan pria yang bersama senior Eza hanya menatap Naura dengan intens tanpa ia sadari ia tersenyum akan perlakuan Naura.


"Kenapa lo liatin gue kayak gitu??" ucap Naura kepada teman seniornya yang ketahuan kalau sedang memerhatikan dirinya.


"Cantik!!" tanpa ia sadari ia mengatak kata cantik kepada Naura, Naura dan juga yang ada di sekitar pria yang memuji Naura terbengong akan perkataannya begitu juga Naura langsung menatap lelaki itu dan tanpa mereka sadari tatapan mereka saling bertemu.


"Ya ampun dia tampan juga kalau di perhatikan!!" batin Naura, tapi Naura segera mengumpulkan kesadarannya.


"Hay!!" ucapnya sambil mengulurkan tangan kepada Naura tapi Naura pergi begitu saja dari hadapan mereka.


"Kalau gue terus-terusan di saja yang ada gue bakal terhipnotis karena pesonanya!!" ucapnya sambil merutuki diri sendiri yang tidak sadar telah terpukau akan ketampanannya.

__ADS_1


Naura pun pulang untuk melepas penad dan berharap bisa tenang saat berada di rumahnya nanti.


*******


Di sisi lain Maira yang sedang memasak untuk makan siang tiba-tiba ada yang memeluknya dari belakang.


"Aaaakhhh,,,,,,, ish ayah!!" Maira berteriak karena terkejut.


"Bunda masak apa??" tanya Malvin sambil menaruh dagunya di sang istri.


"Masak nasi goreng kesukaan ayah sama.....!!!" Maira menghentikan pembicaraannya dan terdiam, Malvin tau yang akan di ucapkan oleh istrinya itu langsung mematikan kompor dan membalik tubuh istrinya agar menghadap ke arahnya.


"Bun lihat ayah, ayah tau bunda merindukan Kania. Ayah juga merindukannya bun, para suruhan ayah masih mencari keberadaan putri kita!!" mendengar ucapan suaminya itu Maira langsung memeluk suaminya dan menangis di pelukan suaminya.


Malvin yang mendapat pelukan itu langsung mengeratkan pelukannya dan sesekali mencium pucuk kepala sang istri.


"Ayah, bunda!!" mendengar hal itu Malvin dan Maira melepas pelukannya dan menghapus air matanya karena mereka tau siapa yang datang.Iya


"Iya bunda ada di dapur!!" Malvin membenarkan pakaiannya agar tidak kusut.


Ayo dukung author agar lebih semangat lagi πŸ€—πŸ˜‡


Jangan lupa VOTE............VOTE.......VOTE.......


DAN LIKE..........LIKE.........LIKE.............LIKE.....


Agar author semangat untuk up


Jangan lupa vote dan sarannya yaa.... karena saran dan masukan dari kalian sangat pentingπŸ™‚πŸ˜Š


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like di bawah agar author lebih semangat update cerita ini.


Dan jangan lupa ❀❀ lovenya ya 😘


Mohon di maklumi jika ada kesalahan kata atau kekurangan kata karena author masih pemula πŸ€—

__ADS_1


__ADS_2