
Arga benar-benar emosi melihat tamu yang tak di undang itu, tetapi dia berusaha untuk menahan emosinya agar tidak membangunkan putra dan putrinya.
"Untuk apa kau datang kesini??" ucapnya sambil menarik tangannya dengan kasar, sehingga pemilik tangan itu meringis kesakitan.
"Arga sakit!!" ucapnya sambil berusaha melepaskan genggamannya dari tangan Arga, Arga benar-benar geram kedatangan temu tersebut.
Kania yang baru saja ingin masuk ingin terlelap mendengar suara teriakan papanya langsung terbangun.
"Apa yang terjadi?? kenapa papa teriak-teriak??" ucap Kania sambil beranjak dari tempat tidur saat ingin membuka pintu Kania di kaget kan karena seseorang tiba-tiba pintu terbuka."Kakak??" Zyan langsung menghampiri Kania dan memeluk adeknya.
"Ssssssttt, jangan keras-keras nanti nenek sihir itu akan kesini dan memarahi kita!!" ucapnya berbisik kepada adeknya agar tidak terlalu keras saat berbicara.
"Baik kak, tapi papa??"
"Kakak yakin pasti papa bisa menyelesaikan masalah ini!!" ucapnya Zyan yang berusaha menenangkan adeknya agar tidak ketakutan.
Sedangkan di Arga berusaha untuk mengusir tamu tak di undang itu dari rumahnya, karena tamu itu akan bikin kekacauan di rumahnya.
Arga benar-benar tak habis fikir kenpa tamu itu bisa masuk seenajnya?? yang Arga takutkan akan menyakiti putra putrinya.
"Papa!!" ucap Kania yang baru saja turun dari tangga dan berlari untuk menghampiri Arga.
Arga benar-benar kaget dengan kedatangan putrinya ketakutan Arga benar-benar akan terjadi pikirnya.
"Anak papa sudah bangun sayang?? lalu di mana ka...???" sebelum melanjutkan perkataannya Kania langsung memotongnya.
"Papa Kania laper!!"
__ADS_1
"Baik alah cantik ayo kita makan!!" ucap Arga sambil mencium pipi Kania, sedangkan tamu yang sedari tadi tidak di hiraukan oleh Arga.
"Pa kenapa tante itu enggak di ajak??" mendengar ucapan putrinya sontak langsung menoleh kearah wanita yang selalu mengganggunya selama ini.
"Sudahlah sayang biarkan saja!!"
"Papa kata nenek bila ada tamu tepat waktu makan siang maka harus di ajak!!" mendengar itu Arga bingung harus menuruti keinginannya atau tidak pasalnya rasa kebenciannya yang membuatnya tidak suka.
"Tapi sayang urusannya juga sudah selesai jadi tante ini harus pulang!!" ucap Arga agar Kania tidak memaksanya untuk makan bersama.
Mendengar jawaban sang papa Kania tidak kehabisan akal agar bisa mengerjai tamu tersebut.
"Oh sayang sekali kalau tante harus pulang tapi sebelum tante pulang, tante harus nyobain dulu jamu yang aku dapat dari teman papa!!" ucapnya sambil turun dari gendongan Arga. "Ini tante jamu nya, dan katanya ini jamu pemikat para pria loh!!" ucap Kania sambil berbisik ke pada wanita itu.
Wanita itu yang mendengar ucapan Kania langsung berbinar seolah-olah sedang mendapatkan hadiah besar.
"Iya tante, minumlah tante selagi masih hangat agar lebih khasiat!!" Kania kebingungan karena belum ada tanda-tanda kalau wanita itu akan meminumnya."Pa suruh tante itu meminum jamu itu pa!!" ucap Kania berbisik kepada Arga.
"Kenapa sayang??"
"Ayolah pa nanti aku ceritakan sama papa setelah tante itu pulang!!" Arga mau tidak mau harus berbicara kepadanya walau sebenarnya tidak mau.
"Minumlah jangan sampai putriku bersedih karena ulah mu!!" mendengar Arga yang menyuruhnya langsung sontak membuat wanita itu berbinar tanpa pikir panjang langsung meminum jamu pemberian kania.
"Tante jangan lupa minum sampai habis jangan ada yang terbuang karena itu tidak baik!!" Arga benar-benar bingung dengan apa yang di lakukan putrinya saat ini bahkan Kania harus merubah penampilannya seperti anak laki-laki dan memakai kacamata bulat dan tompel di pipinya.
Arga tau itu Kania karena Arga mengenal suara putri angkatnya, bahkan tamunya Arga tidak menanyakan kenapa anak Arga berpenampilan culun.
__ADS_1
Sedangkan Kania tidak ambil pusing dengan penampilannya, yang ada di pikirannya saat ini adalah dia tidak sabar untuk melihat reaksi tantenya itu.
Sedangkan di sisi Lain Zyan sedang melihat semua kejadian itu dari balik tembok, mereka benar-benar melakukan strategi dengan matang.
Pada awal meminum jamu itu terasa biasa-biasa saja tetapi lama kelamaan wanita itu memegang perutnya.
"Tante, tante kenapa?? tante sebaiknya tante kedokter yang dan alamatnya ada di dalam surat. Emm sebaiknya tante segera kesana karena sebentar lagi Kliniknya akan tutup!!" mendengar itu segeralah wanita itu keluar dengan tergesa-gesa, sedangkan Kania yang melihat itu tertawa terpikal-pikal.
(Ayo menurut kalian siapa wanita itu??
Dan apa yang terjadi setelah wanita itu meminum jamu pemberian Kania??
Apakah itu rencana Kania atau Zyan atau keduanya??)
Ayo dukung author agar lebih semangat lagi π€π
Jangan lupa VOTE............VOTE.......VOTE.......
DAN LIKE..........LIKE.........LIKE.............LIKE.....
Agar author semangat untuk up
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.... karena saran dan masukan dari kalian sangat pentingππ
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like di bawah agar author lebih semangat update cerita ini.
Dan jangan lupa β€β€ lovenya ya π
__ADS_1
Mohon di maklumi jika ada kesalahan kata atau kekurangan kata karena author masih pemula π€