Ceo Yang Jatuh Cinta Kepada Gadis SMA

Ceo Yang Jatuh Cinta Kepada Gadis SMA
Bab 113


__ADS_3

Author telat lagi untuk update, karena dari pagi author lagi sibuk dengan kerjaan, dan malemnya kecapean jadi belum sempet nyalin draft nya.


Tanpa panjang lebar kita simak cerita selanjutnya yuk.................


*********


Mereka bergelud akan pikiran mereka masing-masing, sedangkan Maira yang sudah mulai tenang dalam pelukan sangat suami.


"Lain kali kalau bunda ada masalah cerita sama ayah!" Maira menatap wajahnya suaminya yang khawatir akan dirinya yang menangis sedari tadi. Maira pun tersenyum saat melihat suaminya yang masih sama khawatirnya seperti di awal mereka bersama.


Malvin makin keheranan akan sikap istrinya yang sekarang tiba-tiba tersenyum, Maira yang melihat ekpresi wajah suaminya langsung memegang wajah nya dan ............


"Suami aku ternyata masih gemes ya!!!" Malvin yang mendengar hal itu menjadi salting akan kelakuan istrinya. "Ih wajah ayah kenapa merah gitu??" Malvin semakin salah tingkah saat istrinya melihat wajahnya yang semakin memerah karena salting (salah tingkah).


Malvin yang melihat istrinya terus merayunya langsung mencium sang istri, sehingga Maira kaget akan tindakan sangat suaminya yang tiba-tiba nyosor begitu saja.


(Aaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhh Malvin mah begitu bikin iri aja yang mentang-mentang udah sah sama bunda main nyosor aja


Pembaca : "Aduh Author nih, dikira Malvin angsa apa yang suka nyosor itu hadeeeeehhhh!!!"


Author :"Hehehehehehe."])


Lanjuuuuuuuuuuutttttttt.................


Saat mereka melakukan itu tanpa mereka sadari Zyan yang baru saja menuruni tangga saat ingin keluar langsung pura-pura tidak melihat yang di lakukan oleh pasutri (pasangan suami istri) itu.


"Hadeeeeeehhhhh,,,,,,, ayah sama bunda kelakuannya kayak anak ABG aja, kek dunia ini milik mereka berdua aja!!" ucap Zyan tanpa menyapa ayah dan bundanya, Zyan langsung keluar begitu saja.


Sedangkan mereka berdua masih saja berciuman tanpa melihat tempatnya terbuka.


(Babang tampan yang sabar ya, ayah Malvin emang selalu bikin orang lain iri aja hihihihihi)

__ADS_1


Lanjuuuuuuuuuuutttttttt................


"Ya ampun, MALVIN.............!" Malvin langsung menghentikan ciumannya karena mendengar suara orang tuanya.


Begitupun Maira jadi malu karena ketahuan berciuman oleh ibu mertuanya sendiri, sedangkan papa mertunya hanya senyum-senyum sendiri akan kelakuan anak dan menantunya.


"Kekamar sana, enggak malu apa jika nanti ketahuan sama putra kalian??" Lagi-lagi Malvin hanya cengengesan sambil menggaruk-garuk tengkuk nya yang tidak gatal.


Sang mama meninggalkan mereka berdua kerena Malvin tidak menjawab apa-apa akan ucapan sang mama.


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


Zyan yang baru saja masuk ke dalam mobil membayangkan jika itu dirinya yang melakukan itu. Ia tersenyum sendiri hingga pada akhirnya senyuman itu hilang begitu saja.


"Kenapa aku tiba-tiba menghalukan hal seperti itu? Pacar aja enggak punya!!!" ucapnya sambil menepok jidatnya sendiri.


(Ya ampun babang tampan ternyata belum punya pasangan, sini bang sama author nya juga boleh hehehehehe


Author:" Hehehehe!")


Lanjuuuuuutttttt...........


Zyan pun melakukan mobilnya menuju rumah papanya, berhubung rumah papanya dengan rumah ayah Malvin tidak terlalu jauh jadi tidak perlu memakan waktu lama. Butuh 10 menit untuk sampai ke rumah sang papa, setelah Zyan tiba, ia langsung masuk ke dalam kamar. Saat menaiki anak tangga Zyan mendengar suara dari arah dapur, karena penasaran ia mengurungkan niatnya dan mengubahnya menuju ke sumber suara.


"Papa masak apa??" ucapnya berdiri dekat pintu sambil menatap sang papa yang sedang sibuk dengan peralatan dapur.


"Oh Zyan kapan kamu kesini? Ini papa lagi bikin nasi goreng udang, kamu sudah makan??" tanya sang papa tanpa menoleh ke arah Zyan.


"Baru aja nyampek pah, belum pah!!"


"Ya udah nanti kita makan bareng!!!" berhubung Zyan memang belum makan malam jadi dia menyanggupi pembicaraan sang papa, ia membantu sang papa untuk menyiapkan perlengkapan makan di meja makan.

__ADS_1


Setelah semuanya sudah selesai merekapun makan malam bersama.


"Oh iya Yan, gimana reaksi ayahmu??"


"Awalnya ayah melarangku, dan di sanalah terjadi perdebatan sedikit sama bunda!!" mendengar hal itu sang papa tersenyum, karena ia mengerti akan reaksi dari Malvin.


"Yang penting Malvin sudah ngizinin kan? Ya walaupun harus berdebat terlebih dahulu!!"


"Iya pah!!" jawab Zyan sambil melanjutkan makan malamnya. "Pah, nanti biar Zyan yang cuci piringnya!!" sang papa pun mengangguk akan perkataan putranya. Ayo dukung author agar lebih semangat lagi πŸ€—πŸ˜‡


Jangan lupa VOTE............VOTE.......VOTE.......


DAN LIKE..........LIKE.........LIKE.............LIKE.....


Agar author semangat untuk up


Jangan lupa vote dan sarannya yaa.... karena saran dan masukan dari kalian sangat pentingπŸ™‚πŸ˜Š


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like di bawah agar author lebih semangat update cerita ini.


Dan jangan lupa ❀❀ lovenya ya 😘


Mohon di maklumi jika ada kesalahan kata atau kekurangan kata karena author masih pemula πŸ€—


terima kasih untuk semuanya yang sudah ngasih semangat buat author


semoga kalian tidak bosan dengan ceritanya 😁


maaf juga ya kalau ceritanya tidak se menarik novel lainnya πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»


Love you buat kalian semuanya 😘😘😘😘😍😍😍😍

__ADS_1


Jangan lupa jaga kesehatan ikuti peraturan protokol kesehatan πŸ€—πŸ€—


__ADS_2