
Malvin yang mendengar itu mencerna akan perkataan istrinya,.
"Ini semua ulah lo berdua tau enggak?? liat aja nanti gue akan membalasnya!!" batin Malvin geram melihat si pengganggu masih berada di sana.
"Kenapa lo Vin??"
"Enggak papa, tadinya gue laper tapi pas liat istri gue makan lahap banget gue jadi kenyang!!" Devan mendengan penuturan Malvin menahan tawa, pasalnya ucapan Malvin terlalu garing.
"Dasar aneh!!" ucap Lina yang langsung mendapat tatapan tidak suka dari Malvin.
"Kalian bisa diam enggak sih?? kita ini lagi di ruang makan kalau kalian berantem terus bikin selera makan gue ilang tau gak, termasuk lo juga Vin!!" yang tadinya Malvin biasa aja kali ini merasa heran terhadap istrinya pasalnya Maira kali ini suka marah-marah.
"Kok aku si yang??"
"Emang enak?? Weekkk!!" Lina sama Malvin masih belum berhenti sedangkan Maira yang melihat tingkah mereka berdua semakin geram, saking geramnya Maira meng gubrak meja makan sehingga membuat yang lain terkejut akan kelakuan Maira.
Guuuuuubraaaaaakkkkkk............
"Gue jadi enggak nafsu makan!!" ucap Maira tanpa pamit langsung meninggalkan meja makan karena maira benar-benar kesal dengan tingkah laku mereka yang melebihi anak kecil bahkan susah di atur.
"Ini semua ulah lo pada!!"
"Loh kok jadi nyalahin kita si Vin??" tanya Devan yang sedari tadi diam saja tapi malah kena semprotan dari Malvin si bucin nya Maira.
__ADS_1
"Coba aja lo berdua enggak dateng secara tiba-tiba kayak gini mungkin Maira tidak akan marah. Lagian lo berdua ngapain si?? ada perlu apa??" ucap Malvin yang benar-benar kesal akan kedatangan mereka yang bikin momen jadi tak sesuai keinginan Malvin.
"Kita kesini di suruh nyokap lo nganterin ini untuk Maira, lagian siapa suruh pintunya enggak di kunci??" ucap Lina yang tidak mau di salahkan oleh Malvin.
"Udah-udah kalian berdua jangan berantem terus, kayak anak kecil tau enggak. Bener yang di katakan Maira kalian lebih susah di atur di bandingkan dengan anak kecil!!"
"Loh yah kok gitu??" Lina tidak terima dengan penuturan suaminya itu.
"Kenapa bunda tidak terima??"
"Tunggu-tunggu ayah, bunda?? kalian ganti nama panggilan??" ucap Malvin kebingungan mendengar perkataan mereka.
"Iya, kenapa emang??kan enggak ada salahnya kita belajar menjadi seorang ayah!!"
"Bete-bete, kenapa si mereka sikapnya kayak anak kecil banget?? Ish sebel-sebel!!!" ucap Maira sambil memukul-mukul bantal guling ya dia pegang, tanpa Maira sadari bahwa dirinya sedang di perhatikan oleh suaminya.
"Udah marah-marahnya kasian tu gulingnya ke sakitan!!" mendengar itu Maira langsung menoleh ke arah sumber suara, setelah menoleh Maira terkejut melihat Malvin yang sudah berada di sebelahnya sedangkan yang di toleh malah tersenyum.
"Sejak kapan kakak di situ??"
"Mmmmmm, sejak kapan ya??"
"Kakak!!" ucap Maira ingin memukul Malvin tapi tangan Maira kalah cepat yang langsung di tangkap oleh Malvin.
__ADS_1
"Sudah jangan marah-marah terus, sini aku obati luka di tangan kamu!!" Maira kaget melihat tangannya yang berdarah, Maira tidak menyadari saat dia meng gubrak meja tangan Maira terkena goresan ujung pisau dan Malvin yang melihat itu menjadi kasihan terhadap istrinya pasalnya Maira marah karena ulahnya.
"Aaww, perih kak!!"
"Iya maaf, tahan ya ini enggak akan lama kok biar luka di tangan mu tidak infeksi. Makanya kalau mau marah-marah atau meng gubrak meja kayak tadi, liat-liat dulu!!" ucap Malvin panjang lebar terhadap istrinya agar tidak marah-marah lagi dan melihat ke adaan ketika ingin marah.
"Maaf kak sudah membuat kakak khawatir!!"
"Sudah jangan sedih permintaan kakak cuman satu jangan pernah mengulanginya lagi!!" ucap Malvin sambil me niup-niup luka yang sudah di olesi obat merah agar rasa perih di tangan Maira mulai mereda.
"Duh gemes banget sih istri ku ini, tapi ngomong-ngomong kok kamu bisa marah sampek kayak gitu ya??"
"Kan kakak gurunya!!" ucap Maira sambil menunduk karena merasa malu.
"Hahaha, kamu bisa aja si sayang ku, makin cinta deh!! (Cup...........Cup..........Cup............Cup...............Cup)" Malvin memberikan begitu banyak ciuman di wajah Maira dan tidak lupa juga di b***r nya yang begitu manis bagi Malvin.
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.... karena saran dan masukan dari kalian sangat pentingππ
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like di bawah agar author lebih semangat update cerita ini.
Dan jangan lupa β€β€ lovenya ya π
Mohon di maklumi jika ada kesalahan kata atau kekurangan kata karena author masih pemula π€
__ADS_1
Terima kasih sudah membaca ceritaku π€