
Zyan merasa sedikit lebih tenang dari sebelumnya, apalagi setelah melihat senyum sang bunda ia merasakan kalau dirinya tenang setelah melihat senyum sang bunda.
Zyan pun kembali ke posisi semula dan memasang kembali sabuk pengamannya.
Sang bunda yang melihat tingkah putranya hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah putranya yang kadang manja terhadap sang bunda.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Di sisi lain Naura yang baru saja sampai di rumah merasa ada yang janggal saat berada di teras rumahnya.
Naura pun masuk kedalam rumah tanpa berfikir panjang, saat berada di dalam rumah Naura terkejut karena orang yang selama ini tidak ingin ia lihat muncul kembali di hadapannya saat ini.
(Hemmmmmmm, Kira-kira siapa ya π€, bikin penasaran aja nih author nya π€)
Lanjuuuuuuuuuuuuuuuuuuut................
Naura berusaha menahan emosinya dan tetap terlihat tenang di depannya.
"Eh anak mama sudah pulang!!" ucap mama Dina (mama angkat nya Naura), Naura tidak menjawab melainkan langsung pergi dari ruang tamu di mana mamanya saat ini berada.
Sang mama yang melihat putrinya pergi mengerti apa yang ia rasakan putrinya saat ini.
Sedangkan yang berada di ruang tamu tersebut saat ini merasa kesal karena sikap Naura yang langsung pergi begitu saja.
Naura yang baru saja masuk kedalam kamar langsung membanting pintu kamar karena saking kesalnya.
"Maaf ya mbak, mungkin Naura kecapean!!" ucap mama Dina kepadanya, tanpa mendengar ucapan mama Dina orang tersebut langsung pergi begitu saja.
Mama Dina hanya menghela nafas saat melihat reaksi orang tersebut, sedangkan Naura yang berada di dalam kamar berusaha menahan emosi.
"Kenapa harus melihat dia lagi??" Ucapnya dengan melempar barang ke arah pintu yang tidak sengaja bersamaan dengan mama Dina masuk.
__ADS_1
Mama Dina segera menghampiri Naura yang sedang emosi dan langsung memeluknya.
Naura kaget saat melihat mama Dina yang tiba-tiba memeluknya saat ini, mereka berdua tidak ada yang berbicara sepatah katapun.
Tanpa mereka sadari ada yang sedang memerhatikan mereka yang sedang berpelukan dengan rasa harus.
Flashback
"Tumben pintu ini enggak di tutup??" karena panik dan khawatir langsung masuk ke dalam rumah tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, dan saat berada di dalam ternyata sedang berpelukan hingga lupa menutup pintu pikirnya.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
"Ekhemm.....!!!" mendengar suara orang lain keduanya menoleh. βOm ikutan boleh??" mendengar hal itu Naura merasa jengkel sendiri.
"Apaan sih om, au ah aku mau mandi gerah!!!" ucapnya langsung meninggalkan keduanya, mama Dina yang melihat Naura seperti itu tehadap Baron hanya tekekeh.
Melihat mama Dina terkekeh Baron merasa heran dan duduk di samping mama Dina yang saat ini sedang tersenyum.
"Aku seneng bisa melihat senyum kamu lagi!!" mama Dina langsung terdiam saat mendengar ucapan Baron akan dirinya.
Saat ingin membuka pintu kamar mandi Naura tidak sengaja mendengar penuturan dari Baron , pasalnya Naura tidak pernah melihat mama Dina mengeluh akan hal apapun yang dihadapi oleh mama Dina selama ini.
"Apa selama ini mama Dina menyembunyikan kesedihannya dari ku??" Naura yang ingin mengingat sesuatu yang pernah ia alami selama ini bersama mama Dina , tiba-tiba. "Akh.............!!" kepala Naura tiba-tiba nyeri sehingga membuat ia berteriak mama Dina yang awalnya diam , setelah mendengar teriakan Naura dari dalam kamar langsung menatap ke arah kamar mandi begitu juga dengan Baron.
"Sayang buka pintunya!!" ucap mama Dina yang khawatir akan keadaan Naura saat ini, sedangkan Baron berusaha membuka pintu kamar mandi yang terkunci.
Mama Dina semakin histeris ketika Baron kesusahan saat membuka pintu kamar mandi, tak lama kemudian Baron berhasil membuka pintu, dan segera membawa Naura ke atas tempat tidur sedangkan mama Dina melihat Baron membawa putrinya.
"Apa dia sering kayak gini??" tanya Baron kepada mama Dina yang duduk di samping Naura.
"Naura tidak pernah seperti ini!!" jawab mama Dina sambil mengelus kepala Naura yang belum sadarkan diri.
__ADS_1
"Aku akan menelpon dokter dulu!!" mama Dina yang mendengar hal itu hanya mengangguk dan memandang putrinya yang terbaring lemah.
\*\*\*\*\*\*\*
Disisi lain Maira yang baru saja tiba di rumah, ketika duduk di ruang keluarga bersama putranya. Tiba-tiba air, mata Maira keluar, Zyan yang melihat kejadian tersebut merasa aneh dengan sang bunda.
"Bunda kenapa nangis?" tanya Zyan yang melihat sang bunda yang nangis sesegukan, Malvin yang baru saja lewat melihat istrinya menangis langsung lari menghampiri istrinya.
Ayo dukung author agar lebih semangat lagi π€π
Jangan lupa VOTE............VOTE.......VOTE.......
DAN LIKE..........LIKE.........LIKE.............LIKE.....
Agar author semangat untuk up
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.... karena saran dan masukan dari kalian sangat pentingππ
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like di bawah agar author lebih semangat update cerita ini.
Dan jangan lupa β€β€ lovenya ya π
Mohon di maklumi jika ada kesalahan kata atau kekurangan kata karena author masih pemula π€
terima kasih untuk semuanya yang sudah ngasih semangat buat author
semoga kalian tidak bosan dengan ceritanya π
maaf juga ya kalau ceritanya tidak se menarik novel lainnya ππ»ππ»
Love you buat kalian semuanya ππππππππ
__ADS_1
Jangan lupa jaga kesehatan ikuti peraturan protokol kesehatan π€π€