
Ketika Malvin berhenti karena lampu merah tanpa sengaja dia melihat sosok wanita yang sudah ia lupakan selama ini.
"Dara?? gawat kalau dia sampai melihat ku!!" batin Malvin sambil memakai masker dan topi agar tidak terlihat wajahnya. Devan terbangun saat mobil berhenti, Devan memerhatikan gerak-gerik Malvin yang tiba-tiba menggunakan masker dan topi. Tak lama kemudian Devan juga melihat sosok wanita yang ia benci selama ini yaitu Dara.
"Ini benar-benar gawat, kenapa di waktu yang tidak tepat melihatnya??" batin Devan yang melakukan hal sama seperti Malvin agar tidak terlihat olehnya. Malvin merasa geram karena lampu merahnya tak kunjung berubah menjadi hijau, tak lama kemudian sang istri terbangun. Ketika Maira membuka mata melihat Malvin memegang tangannya dengan begitu erat langsung tersenyum setelah itu melihat ke arah orangnya dan betapa terkejutnya Maira.
"Si,, siapa kamu??" ucapnya berusaha melepaskan genggaman tangannya, Malvin yang mendengar suara istrinya langsung menoleh.
"Sayang ini aku suami mu!!" ucap Malvin yang sambil melihat ke arah lampu lalu lintas sudah berubah menjadi hijau. Malvin pun langsung melajukan mobilnya, Maira yang tidak percaya jika itu adalah suaminya masih berusaha melepaskan tangannya dari genggaman nya. Karena sudah menjauh dari tempat berhenti tadi Devan dan Malvin pun membuka topi dan maskernya.
"Sayang ini aku!!" sambil melepas maskernya, Maira yang awalnya tidak percaya langsung menunduk sebab ia sudah salah sangka terhadap suaminya. "Maafkan kakak ya sudah membuat mu ketakutan!!" ucap Malvin sambil membelai kepala istrinya agar lebih tenang.
"Udah sampek mana Vin??" tanya Devan mencairkan suasana yang sedari tadi mulai hening karena Maira merasa bersalah terhadap suaminya yang telah menuduh yang tidak-tidak.
"Masih di jalan Van, bentar lagi sampek kok!!" ucap Malvin yang masih fokus mengemudinya sedangkan Maira masih menunduk gara-gara kejadian barusan.
"Lama banget si sampek nya??" Malvin yang tau akan maksudnya pura-pura kesal terhadapnya.
__ADS_1
"Emang lo pikir deket apa?? lo ma enak dari tadi cuman molor di belakang!!"
"Ye dasar emak-emak gitu aja sewot!!" ucap Devan sambil menutup mulutnya sambil menahan tawa akibat aktingnya itu.
"Bodo amat!!" ucap Malvin sambil melirik istrinya yang masih diam saja. "Sayang kamu kenapa??" tanya Malvin yang meraih tangan Maira lalu menggenggamnya lagi.
"Ah enggak papah kok kak!!"
"Kalau enggak papah kenapa diem??" tak lama kemudian Malvin memasuki gerbang Maira yang melihatnya tau kalau sekarang Malvin membawanya pulang ke rumah orang tuanya bukan ke apartemen lagi. "Yuk kita turun!!" ajak Malvin kepada istrinya, sedangkan Devan sedang membangunkan istrinya.
"Sayang ayo bangun kita udah sampek rumah!!" ucap Devan sambil menepuk pelan pipi istrinya, tak menunggu waktu yang lama Lina pun bangun dan menatap wajah suaminya.
"Kami pulang!!" ucap Malvin yang masih setia menggandeng tangan istrinya.
"Kalian udah pulang??"
"Iya mam, kita ke atas dulu ya mam soalnya capek banget dan mandi juga gerah!!" ucap Malvin kepada sang mama tercinta, melihat menantunya kelelahan sang mama tau kalau mereka abis perjalanan jauh.
__ADS_1
"Ya sudah kalian istirahat lah, mama mau melanjutkan memasak dulu nanti kalau sudah selesai mama bangunkan kalian!!" akhirnya Malvin dan Maira pergi ke kamarnya, setelah berada di dalam kamar Maira duduk di pinggir ranjangnya dan seperti terlihat sedang berpikir.
"Ada apa sayang??" tanya Malvin sambil memegang tangan istrinya.
"Enggak papah kak!!"
"Kalau enggak papah kenapa kamu seperti sedang memikirkan sesuatu??" tanya Malvin sambil me nakub wajah Maira dengan kedua tangannya.
"Tidak, a,, aku tidak memikirkan apa-apa kok!!" jawab Maira sambil memalingkan wajahnya karena Maira tidak bisa berbohong jika menatap suaminya itu.
"Jika kamu tidak memikirkan apapun kenapa kamu memalingkan wajah mu dari ku??" lagi-lagi Malvin me nakub wajah Maira sehingga mata mereka saling bertemu. Maira yang menatap suaminya tanpa ia sadari air matanya menetes Malvin yang melihat itu merasa heran terhadap istrinya yang tiba-tiba menangis tanpa sebab. "Sayang kenapa kamu menangis??" ucap Malvin sambil memeluk istrinya dan Maira pun membalas pelukan suaminya itu dan menangis di pelukan sang suaminya. Entah apa yang di pikirkan oleh Maira sehingga dia menangis seperti itu saat ini.
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.... karena saran dan masukan dari kalian sangat pentingππ
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like di bawah agar author lebih semangat update cerita ini.
Dan jangan lupa β€β€ lovenya ya π
__ADS_1
Mohon di maklumi jika ada kesalahan kata atau kekurangan kata karena author masih pemula π€
Terima kasih sudah membaca ceritaku π€