
Zyan yang tadinya diam saja tiba-tiba langsung menatap ke arah Naura.
"Kenapa dia tiba-tiba ingin pergi, apa dia ada masalah??" ucap batin Zyan yang mendengar jika Naura akan pergi.
"Cantik gimana kalau Zyan nganterin kamu pulang??" mendengar penuturan sang bunda keduanya sontak saling tatap satu sama lain.
"Yang bener aja sih bunda nyuruh aku nganterin dia?? Yang ada ntar dia akan sinis sama aku!!" batin Zyan setelah mendengar ucapan bundanya yang menyuruhnya untuk mengantar Naura pulang.
"Males banget kalau sampai dia yang nganterin!!" ucap batin Naura yang tidak mau jika Zyan yang mengantarnya pulang.
"Cantik??"
"Eh iya bun kenapa??" ia terkejut saat mendengar suara bundanya yang memanggilnya kembali.
"Mau ya??"
"Enggak usah bun, Naura bisa pulang sendiri kok bun!!" jawabnya dengan senyum manisnya.
"Yakin kamu tidak mau di anter??" tanya bundanya sekali lagi.
"Iya bunda enggak papa kok, kalau begitu Naura pulang duluan ya bun!!" ucapnya tanpa memerhatikan ke arah Zyan yang diam saja sedari tadi.
"Ya sudah hati-hati di jalan, kabari bunda kalau sudah sampai!!" mendengar hal itu Naura hanya bisa menganggukkan kepalanya tandanya ia mengerti. "Zyan kamu kenapa??" ucapnya kepada putranya.
"Kenapa sama Zyan bun??" tanya nya kepada bundanya yang menyalahkan dirinya.
__ADS_1
"Harusnya kamu menawarkan tumpangan kepada Naura tadi, jadi laki-laki enggak peka banget sih!!" ucap sang bunda dengan kesal.
"Lagi pula dia bisa pulang sendiri kan bun!!" mendengar penuturan putranya sang bunda sangat kesal menepuk tangannya yang akan mengambil gelas yang ada di meja. "Awww, sakit bun, emang salah Zyan dimana??" tanya nya yang tidak habis pikir karena bundanya tiba-tiba memukulnya.
"Salah kamu banyak, sudahlah bunda mau pulang!!" ucapnya tanpa menunggu jawaban putranya.
"Huuuufffffhh dasar perempuan!!!" Zyan dengan pasrah mengikuti bundanya tanpa debat karena debat pun Zyan yang akan kalah pikirnya.
Selama perjalan pulang sang bunda masih merajuk, Zyan merasa bingung dengan apa yang akan ia lakukan agar sang bunda bisa kembali seperti awal.
Belum lagi di rumah akan membujuk sang ayah tentang mimpinya, dengan pasrah Zyan memberhentikan mobilnya di pinggir jalan.
"Kenapa berhenti??" tanya sang bunda karena Zyan memberhentikan mobilnya di pinggir jalan.
Tanpa menjawab pertanyaan bundanya Zyan melepas sabuk pengaman nya dan langsung memeluk bundanya, sedangkan yang di peluk merasa keheranan.
"Zyan hanya ingin seperti ini sebentar bun!!" mendengar jawaban putranya ka mengerti apa yang putranya rasakan saat ini.
Dengan telaten bundanya mengelus kepala putranya agar putranya lebih tenang, walaupun putranya sering membuat sang bunda nya kesal, rasa sayangnya masih sama.
"Jangan terlalu banyak berfikir, masa putra tampan bunda kelihatan tua karena banyak pikiran!!" ucap sang bunda ingin menghibur putranya.
"Ish bunda mah gitu!!" ucap Zyan sambil melepas pelukannya dari sang bunda.
"Tampannya hilang lo kalau kamu seperti ini!!" ucap sang bunda sambil terkekeh.
__ADS_1
Zyan merasa sedikit lebih tenang dari sebelumnya, apalagi setelah melihat senyum sang bunda ia merasakan kalau dirinya tenang setelah melihat senyum sang bunda.
Ayo dukung author agar lebih semangat lagi π€π
Jangan lupa VOTE............VOTE.......VOTE.......
DAN LIKE..........LIKE.........LIKE.............LIKE.....
Agar author semangat untuk up
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.... karena saran dan masukan dari kalian sangat pentingππ
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like di bawah agar author lebih semangat update cerita ini.
Dan jangan lupa β€β€ lovenya ya π
Mohon di maklumi jika ada kesalahan kata atau kekurangan kata karena author masih pemula π€
terima kasih untuk semuanya yang sudah ngasih semangat buat author
semoga kalian tidak bosan dengan ceritanya π
maaf juga ya kalau ceritanya tidak se menarik novel lainnya ππ»ππ»
Love you buat kalian semuanya ππππππππ
__ADS_1
Jangan lupa jaga kesehatan ikuti peraturan protokol kesehatan π€π€