
Tak lama kemudian mereka tiba di sebuah tempat yang lumayan jauh dari arah kota.
"Vin ini tempat apa??" tanya Lina, karena Malvin membawa mereka ke sebuah bukit yang lumayan tinggi dan pemandangannya sangat indah jika di lihat dari atas bukit.
"Menurut lo ini tempat apa??" ucapnya sambil membuka pintu mobil dan segera di susul oleh yang lainnya yang awalnya Lina banyak pertanyaan ketika keluar Lina terkejut pasalnya pemandangannya benar-benar begitu indah saat di lihat dari atas.
"Waaaaaah ini indah banget!!" ucap Lina sambil memegang tangan suaminya, Devan yang melihat istrinya bahagia ikut tersenyum.
"Sayang gimana kamu suka??" tanya Malvin kepada Maira sambil memeluknya dari belakang, Maira yang mendengar pertanyaan itu dari suaminya mengangguk.
"Iya kak aku suka, pemandangan di sini menyejukkan hati, menenangkan pikiran dan menghilangkan beban!!"
"Sayang jika suatu hari nanti terjadi sesuatu apakah kamu akan percaya padaku??" masih di posisi memeluk istrinya.
"Maksud kakak apa?? kenapa kakak bicara seperti itu??"
"Kakak hanya ingin tau jawaban kamu jika suatu hari nanti di dalam rumah tangga kita terjadi masalah apakah kamu akan percaya padaku atau??" Malvin tidak melanjutkan omongannya, Malvin merasa sesak dan air matanya sudah tidak bisa di tahan lagi karena mengingat apa bahwa mantan kekasihnya telah kembali. Maira yang merasakan ada air mata yang menetes di bahunya Maira langsung membalikkan badan dan menatap suaminya itu.
"Kak apapun yang terjadi aku akan selalu bersamamu kak!!" Maira langsung memeluk suami tercintanya.
"Aku tau kalau kamu tidak akan meninggalkan ku!!" Malvin membalas pelukan sang istri, dan menghapus air matanya yang sedari tadi terus menetes. Devan yang melihat Malvin bersedih, dia tau apa yang di pikirkan oleh sepupunya itu.
"Gue tau apa yang lo rasain Vin, gue yakin lo bisa melewati itu semua!!" batin Devan yang tanpa sadar Lina sudah cemberut pasalnya Devan sering melamun.
__ADS_1
"Loh sayang kamu mau kemana??" tanya Devan yang melihat istrinya pergi dari sampingnya.
"Aku kesel dari tadi di abaikan terus sama kamu!!"
"Maaf sayang aku tidak bermaksud mengabaikan mu!! (cup)" Devan mengecup kening istrinya agar istrinya tidak cemberut lagi, Devan tau jika bumil nya itu membutuhkan perhatian lebih dari sang suami.
"Jangan melamun lagi ya sayang!!"
"Iya sayang ku!!" Devan langsung memeluk istrinya pada saat itulah terjadi peluk-pelukan di atas bukit.
((Jiwa-jiwa rindu kekasih ku kambuh πππ kapan author bisa kayak gitu π©π©?? beginilah nasib author yang belum pengalaman berkeluarga jadi masih kaku bercerita tentang kisah kekeluargaan
Maaf ya author tak begitu pandai dalam masalah percintaan ππ))
"Aku mencintai mu Maira I LOVE YOU β€!!"
"Kenapa sayang?? kok liat suaminya tanpa berkedip gitu?? Hmmm??" ucap Malvin sambil menaik turunkan alisnya.
"Ternyata suami ku ini lumayan jelek ya?? ππ" mendengar perkataan itu Malvin menatap istrinya dengan mengerutkan dahinya karena tidak menyangka kalau istrinya akan berkata seperti itu terhadapnya.
"Kok jelek si sayang aku tampan kayak gini masa iya di bilang jelek sih??"
"Emang iya kok!! ππ" Malvin yang tidak terima langsung menggelitik istrinya agar tidak mengatakan hal itu lagi ((πππ Malvin tidak terima jika di bilang jelek oleh istrinya)).
__ADS_1
"Oh gitu ya?? Hmmm!!" Maira yang merasa geli tertawa dan berusaha menghentikan tangan Malvin agar tidak menggelitiknya.
"Hahaha, udah kak geli!!"
"Kakak enggak akan berhenti sebelum kamu bilang kalau suami mu ini tampan!!" Maira mulai berfikir akan perkataan suaminya itu."Sayang kenapa diam??" tanya Malvin karena Maira terdiam.
"Emang kakak tampan?? menurut aku enggak kok!!" Malvin terkejut mendengar ucapan istrinya itu tentang dirinya.
"Mai lo yakin??" tanya Lina yang mendengar ucapan Maira tentang Malvin.
"Iya emang kenapa??"
"Hahaha, ternyata lo emang bener Mai!!" Malvin merasa heran dengan istrinya yang tidak mau mengakui jika suaminya itu tampan.
"Sayang jangan gitu kasihan Malvin!!" ucap Devan menghentikan istrinya agar tidak tertawa berlebihan.
"Kak Devan jangan membela kak Malvin ya!!" Malvin yang mendengar suara Maira yang kesal, Malvin pun meninggalkan istrinya.
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.... karena saran dan masukan dari kalian sangat pentingππ
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like di bawah agar author lebih semangat update cerita ini.
Dan jangan lupa β€β€ lovenya ya π
__ADS_1
Mohon di maklumi jika ada kesalahan kata atau kekurangan kata karena author masih pemula π€
Terima kasih sudah membaca ceritaku π€