
#Skip 3 tahun kemudian
{(Di skip lagi, author lagi bingung mau merangkai seperti apa kejutan untuk kalian jadi langsung meloncat ke tiga tahun kemudian.)}
Selama tiga tahun terakhir hari-hari yang mereka lewati begitu bahagia.
"Selamat pagi anak ayah!!" ucap Malvin kepada Kania yang sedang berada di karpet dengan mainan yang sedang ia pegang.
"Ayah, hari ini ayah ke kantor??" ucap Maira yang baru saja datang dari dapur membawa susu untuk Kania, dan melihat suaminya berpakaian rapi.
"Iya bun, tadi Devan telfon ada meeting dadakan!!" ucapnya sambil membawa putrinya ke pangkuannya.
"Ayah!!" ucap Kania langsung memeluk sang ayah.
"Iya cantik, ada apa??" Malvin merasa heran karena tiba-tiba putri tercintanya memeluk ayahnya.
"Sayang kamu kenapa??" ucap Maira sambil menaruh susu di meja dan menghampiri putri dan suaminya yang tengah berpelukan.
"Bunda, hiks,,,,,,,,,,,,,,hiks,,,,,,,,,,,,,,,hiks!!!!" tangisnya makin pecah ayah dan bundanya di buat bingung dengan anaknya yang tiba-tiba menangis.
"Sayang katakan ada apa???" lagi-lagi Maira bertanya tanpa ada jawaban dari putrinya.
"Iya sudah jangan menangis, jika terus menangis nanti bisa jelek gimana??"
"Ayah jangan seperti itu!!" ucap Maira sambil mengusap air mata putrinya yang terus menerus menangis.
Maira bingung dengan sikap putrinya yang tiba-tiba menangis tanpa alasan, Malvin berusaha menenangkan putrinya sebelum berangkat.
"Ayah sebaiknya ayah berangkat sekarang ini sudah siang ayah, Kania biar aku yang urus!!" ucap Maira sambil mengambil alih putrinya dari sang ayah.
__ADS_1
"Bun ayah tidak akan fokus jika ayah meninggalkan gadis ayah yang sedih ini!!"
"Ayah percayakan ini sama bunda ok!!" Malvin tampak berpikir akan ucapan istrinya, Malvin sangat berat meninggalkan keduanya dalam keadaan kacau.
"Baiklah ayak ke kantor dulu, hati-hati jika ada apa-apa segera hubungi ayah!!" akhirnya Malvin pasrah.
Malvin pun berangkat ke kantor dan Maira melihat putrinya sudah tenang merasa lega, melihat putrinya yang tengah bermain.
"Cantik ayo kita mandi kamu kan harus sekolah!!" ucap Maira sambil menghampiri putrinya yang sedang sibuk dengan mainan.
"Bunda bisa kah aku enggak sekolah??" ucap gadis itu menatap bundanya dengan mata berkaca-kaca.
"Sayang kamu harus sekolah biar pinter, nanti bunda beliin ice cream mau??"
"Mau-mau bun!!!" putrinya paling tidak bisa mendengar kata ice cream pasti langsung antusias akan hal itu.
"Tapi harus sekolah dulu!!"
"Anak pinter!!" ucap Maira sambil menggendong putrinya menuju kamar mandi dan bersiap-siap untuk sekolah.
Saat memakaikan baju putrinya tiba-tiba pintu kamar terbuka sehingga membuat Maira dan Kania terkejut dan langsung melihat ke arah pintu.
"Ayah kenapa balik lagi??" tanya istrinya yang melihat suaminya pulang kembali dengan nafas terengah-engah.
"Kalian tidak papa kan??" tanya Riko di belakang Malvin yang baru saja masuk ke kamar Kania.
Bukan cuman Riko yang berada di sana, Vito, Arga, Devan dan Dion sekalipun ada di sana sehingga membuat Maira heran dengan apa yang sedang terjadi.
"Ini ada apa?? kenapa kalian seperti ke takutan??" tanya Maira yang melihat mereka secara bergantian agar mereka menjelaskan apa yang terjadi.
__ADS_1
"Ayah!!!!" lagi-lagi Kania menangis dalam pelukan sang ayah, sehingga membuat yang lain keheranan kepada gadis mungil yang tiba-tiba saja menangis.
"Arga gue titip anak gue dulu sama lo!!"
"Ayah ini ada apa, kenapa putri kita harus dititipkan kepada kak Arga??" ucap Maira melihat putrinya yang sudah berada di gendongan Arga sedangkan Malvin langsung membereskan perlengkapan putrinya.
"Mai ikut gue!!" ucap Devan kepada Maira agar Devan bisa menjelaskan dengan leluasa kepada istri sepupunya itu.
"Van ini ada apa??"
"Dara tadi pagi ke kantor gue ngamuk-ngamuk dan pasalnya dia sudah tau kalau Malvin sudah nikah dan memiliki seorang putri!!" ucap Dion kepada Maira Maira mendengar penjelasan Dion bagaikan kesamber petir di siang bolong.
"Lalu apa hubungannya sama Arga??"
"Dara tidak tau kalau persahabatan Malvin dan Arga telah membaik jadi kita mau putri mu tinggal bersama Arga, agar Dara tidak bisa menemukan putri mu!!" ucap Devan yang tau akan kesedihan di wajah Maira.
Ayo dukung author agar lebih semangat lagi π€π
Jangan lupa VOTE............VOTE.......VOTE.......
DAN LIKE..........LIKE.........LIKE.............LIKE.....
Agar author semangat untuk up
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.... karena saran dan masukan dari kalian sangat pentingππ
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like di bawah agar author lebih semangat update cerita ini.
Dan jangan lupa β€β€ lovenya ya π
__ADS_1
Mohon di maklumi jika ada kesalahan kata atau kekurangan kata karena author masih pemula π€