Ceo Yang Jatuh Cinta Kepada Gadis SMA

Ceo Yang Jatuh Cinta Kepada Gadis SMA
Bab 105


__ADS_3

danya. "Udah deh paman, kalau emang paman ada yang mau di bicarakan, bicarakan aja enggak usah basa basi!!!" masih dengan posisi yang sama, hanya saja mukanya lebih judes dari sebelumnya.


"Ya sudah kalau begitu paman akan melanjutkan untuk ngelatih yang lain dulu!!!" Naura tau jika pamannya akan mengalihkan pembicaraan saat berbicara dengannya.


"Selalu saja begitu, sampai kapan paman akan menyembunyikan semuanya dari ku??" batinnya Naura, dia merasa kesal karena pamannya selalu menghindari nya setiap kali berbicara.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Di sisi lain Zyan yang baru saja membeli keinginan bunda nya.


"Ini bun!!" ucapnya sambil menaruh 3 jagung rebus, sehingga membuat sang bunda ke heranan.


"Zyan kenapa beli tiga?? Satunya buat siapa??"


"Itu bonus bun katanya, beli dua gratis satu!!" ucap Zyan ngasal, padahal itu hanya keinginan nya saja.


"Zyan kamu itu kenapa? Sedari tadi selama perjalanan kayaknya kamu sedang memikirkan sesuatu??" tanya sang ibu, yang tau bahwa putra nya sedang dalam keadaan tidak baik.


"Enggak papa bun!!" sambil berpura-pura tersenyum agar sang bunda tidak khawatir lagi dengan putra nya.


"Yakin kamu enggak papa??"


"Iya bunda sayang!!!" ucapnya sambil berdiri dan berlutut di depan sang bunda, sehingga sang bunda merasa heran dengan kelakuan putra nya.


"Enggak usah ngerayu bunda dengan cara seperti itu!!" mendengar ucapan bunda nya Zyan langsung cengengesan karena apa yang di lakukan oleh nya ketahuan.


"Yah bunda, tebakan nya bener banget!!!" ujar nya setelah duduk kembali di tempat duduknya.


"Coba cerita sama bunda!!" Zyan mendongak dan menatap bunda nya, yang selama ini sudah merawatnya dengan tulus, bahkan menganggap seperti anak kandungnya sendiri.


"Bun, gimana ya reaksi nenek saat tau kalau Zyan ikut pendidikan kepolisian??" ucapnya ragu-ragu.

__ADS_1


"Bunda yakin kalau nenek kamu pasti ngerti sama keputusan kamu!!"


"Emm, k.....kalau ayah gimana bunda??" ucapnya ragu untuk menanyakan hal itu terhadap bunda nya.


"Tenang aja nanti ayah pasti ngerti kok sama keputusan kamu!!" Zyan terdiam apakah keputusan nya salah, pikirnya. "Sudah jangan terlalu di pikirkan, nih makan jagung nya mumpung masih hangat!!!!" ucap sang bunda sambil menyodorkan jagung rebus yang berada di depannya.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


"Huuuffff, membosankan!!" ucapnya, menatap yang sedang latihan hingga pada akhirnya Naura memutuskan untuk pergi.


"Naura mau kemana kamu??" ucap sang paman yang melihat Naura menuju pintu keluar.


"Apalagi sih?? Untuk apa Naura di sini kalau cuman kalang kabut enggak jelas, mending Naura pulang kan, daripada bengong kagak jelas!!" Naura selalu berbicara dengan nada tinggi semenjak sang paman selalu memarahi mamanya yang tidak tau menahu perbuatan putrinya yaitu dirinya.


Naura menunggu jawaban pamannya namun sekian menit dari ucapannya tidak kunjung ada jawaban dari sang paman, membuat Naura kesal sendiri karena menunggu jawaban yang belum tentu pamannya membalas ucapnya tadi.


Karena sudah terlalu kesal Naura pun pergi dari hadapan pamannya yang akan naik darah jika Naura benar-benar pergi dari hadapannya.


Naura yang terlalu fokus dengan jalan tanpa di sadari bahwa ia melewati Zyan dan bunda nya.


"Nak itu bukannya Naura ya??" mendapatkan pertanyaan Zyan pun menoleh ke arah yang di tunjuk kan sang bunda.


"Iya bun itu Naura!!!" ucapnya yang terus memerhatikan Naura tanpa memanggilnya. "Kenapa tu anak, tumben-tumbenan dia cemberut gitu??" batin Zyan, ketika membalikkan tubuh nya Zyan tidak menemukan sang bunda, sontak membuat Zyan panik.


"Bun!!!!" saat mencari keberadaan bunda nya ternyata bunda nya menghampiri Naura dan mengajaknya bergabung.


Saat mereka berpandangan Naura dan Zyan hanya terdiam, Zyan tidak tau kalau bunda nya akan membawa Naura bersamanya.


"Nak Naura kenapa??" tanya Maira lembut sambil memegang tangannya, sontak Naura menatap Maira dengan tatapan penuh arti.


"Woy jawab, itu bunda nanya malah bengong. Kesambet lu??" ucap Zyan yang melihat Naura tidak menjawab perkataan bunda nya. "Awwwww sakit bun!!!" bukan jawaban dari Naura yang ia terima melainkan cubitan dari bunda nya.

__ADS_1


"Aku enggak papa tan!!!"


"Jangan panggil tante dong, panggil aja bunda sama kayak Zyan!!" senyuman nya yang selama ini Naura rindukan.


"Iya bunda!!!" Zyan yang melihat Naura memanggil bunda nya tanpa kaku merasakan ada yang aneh padanya.


Ayo dukung author agar lebih semangat lagi πŸ€—πŸ˜‡


Jangan lupa VOTE............VOTE.......VOTE.......


DAN LIKE..........LIKE.........LIKE.............LIKE.....


Agar author semangat untuk up


Jangan lupa vote dan sarannya yaa.... karena saran dan masukan dari kalian sangat pentingπŸ™‚πŸ˜Š


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like di bawah agar author lebih semangat update cerita ini.


Dan jangan lupa ❀❀ lovenya ya 😘


Mohon di maklumi jika ada kesalahan kata atau kekurangan kata karena author masih pemula πŸ€—


terima kasih untuk semuanya yang sudah ngasih semangat buat author


semoga kalian tidak bosan dengan ceritanya 😁


maaf juga ya kalau ceritanya tidak se menarik novel lainnya πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»


Love you buat kalian semuanya 😘😘😘😘😍😍😍😍


Jangan lupa jaga kesehatan ikuti peraturan protokol kesehatan πŸ€—πŸ€—

__ADS_1


__ADS_2