
Malvin melihat tingkah istrinya tersenyum, sebab istrinya sangat lucu baginya.
"Jika hubungan lama ku belum berakhir mungkin aku tidak akan menikah dengannya sekarang!!" ketika Malvin ingin keluar tiba-tiba ponselnya berdering.
Malvin π²: "Halo!!"
Dara π²:"Halo Vin ini gue Dara!!"
(Malvin terkejut mendengar nama yang di sebut oleh nya, pasalnya semenjak kejadian itu Malvin menghapus semua kontak dan kenangan saat bersamanya.)
Malvin tanpa bicara lagi langsung mematikan ponselnya dan segera keluar dari kamar menuju ke tempat Maira berada saat ini.
"Vin muka lo pucat banget, lo sakit??" tanya Devan yang melihat Malvin wajahnya memucat setelah selesai menerima telfon tadi.
"Gue enggak papa kok, oh iya Van lo bisa bantu gue??"
"Kenapa lo tiba-tiba nanya kayak gitu Vin?? lo kayak baru kenal gue aja, ada apa si sebenarnya??" ucap Devan yang mulai curiga dengan sikap Malvin yang sangat aneh bagi Devan, sedangkan yang lain masih belum menyadari kedatangan Malvin.
"Van Dara!!" Devan yang sudah mengenal siapa Dara terkejut saat Malvin menyebut nama Dara.
"Vin maksud lo apa?? kenapa tiba-tiba lo ngebahas Dara lagi?? ingat Vin lo udah ada Maira lupain Dara Vin!!" Devan tidak ingin Malvin menyakiti hati Maira apalagi sampai mengingat kenangan bersama Dara.
"Gue tau Van!!" ucap Malvin yang sudah semakin tidak tenang."Gue tau, gue udah nikah. Cinta gue cuman buat Maira dan gue enggak mau kehilangan istri gue!!" Devan terdiam pasalnya Malvin tidak pernah main-main akan ucapannya.
"Lalu apa yang sebenarnya terjadi??"
"Gue enggak tau, tiba-tiba aja tadi Dara menghubungi gue. Gue takut Van dia berbuat nekat dan berusaha untuk mencelakai istri gue!!" Malvin benar-benar kebingungan dengan kembalinya Dara, pasalnya Dara sudah lama tidak ada kabar walau Malvin pernah berusaha mencari kekasihnya itu tapi sayangnya tidak ada harapan bagi Malvin untuk kembali padanya.
__ADS_1
"Gue ngerti apa yang lo rasain Vin!!"
"Gue bingung Van, gue sama istri gue baru aja baikan dan enggak mungkin harus kehilangan dia!!"
"Lo tenang dulu Vin, sebaiknya kita selidiki dulu masalah ini, setalah itu baru kita ambil tindakan!!" Malvin ketakutan jika harus kehilangan Maira, apa lagi menyakiti Maira.
"Untuk sementara jangan beri tau ini ke siapapun Van sebelum penyelidikan selesai!!"
"Baiklah, sebaiknya untuk saat ini lo jangan jauh-jauh dari istri lo!!" Malvin kali ini tidak bisa berpikir dengan kedatangan Dara di saat Malvin sudah benar-benar melupakan yang namanya Dara.
"Hmm, baiklah, huff!!"
"Vin hari ini lo ke kantor??" tanya Mamanya, membuat Malvin sedikit tenang karena sudah berusaha melupakan Dara yang tiba-tiba menghubunginya.
"Enggak mam, lagi khusus hari aku pengen di rumah aja!!" ucap Malvin sambil tersenyum manis kepada istri tercintanya.
"Suka-suka gue la!!"
"Sudah-sudah, mama kesini bukan ingin mendengarkan pertengkaran kalian!!"
"Enggak kok mam, mama kesini sama papa??" Malvin mencari keberadaan sang papa namun tidak kunjung ketemu.
"Mama kesini di anterin supir, Malvin kamu kenapa??"
"Emang kenapa mam??" tanya Malvin kepada mamanya yang sudah mengetahui jika Malvin menyembunyikan sesuatu dari keluarganya.
"Kamu enggak lagi nyem bunyiin sesuatu kan??" Malvin mendengar itu mulai gugup tapi bukan Malvin namanya jika orang lain mengetahui kegugupannya itu.
__ADS_1
"Enggak kok mam, lagian untuk apa aku nyem bunyiin sesuatu dari kalian?? kayak kurang kerjaan aja!!" ucap Malvin yang berusaha tenang agar mamanya tidak semakin curiga terhadapnya.
"Baiklah jika memang tidak ada!!" Maira melihat Malvin sedangkan yang di lihat hanya tersenyum sehingga Maira pun ikut tersenyum kepadanya.
"Tante, hari ini kan Maira libur tu sekolah apa tante ada rencana untuk hari ini??"
"Maira sama aku nanti mau ke rumah sakit!!" Maira mendengar perkataan Malvin terkejut pasalnya Malvin tidak pernah membahas soal rumah sakit ataupun mengajak nya ke rumah sakit dimana neneknya di rawat atau ada hal lain yang tidak Malvin beri taukan.
"Ke rumah sakit??" tanya sang mama kepada putranya itu.
"Iya mam, aku pengen nge jenguk neneknya Maira karena neneknya Maira nenek aku juga sekarang!!" Maira mendengar perkataan suaminya berusaha menahan air matanya agar tidak jatuh karena dia tau kalau kehadiran Maira tidak di harapkan oleh bibi dan pamannya. Lina yang mengetahui keadaan Maira merasa iba sebab Maira di usir saat menjenguk neneknya bahkan ada Lina sekalipun di samping Maira tidak di hiraukan oleh mereka.
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.... karena saran dan masukan dari kalian sangat pentingππ
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like di bawah agar author lebih semangat update cerita ini.
Dan jangan lupa β€β€ lovenya ya π
Mohon di maklumi jika ada kesalahan kata atau kekurangan kata karena author masih pemula π€
Terima kasih sudah membaca ceritaku π€
Maaf kalau author telat up nya soalnya author lagi berduka ππ
Tapi author akan usahakan agar tetap up untuk kalian,
Semangat author adalah kalian ππ
__ADS_1