
Malvin benar-benar bahagia bisa memiliki istri seperti Maira.
"Sayang berjanjilah apapun yang terjadi kamu tetap di samping ku!!" ucap Malvin dengan menakub wajah Maira, dan menatapnya dengan serius.
"Mmmmm, Maira janji akan selalu bersama kakak!!" Maira tidak tau jika Malvin saat ini sedang kebingungan akan kembalinya mantan kekasihnya itu.
"Aku mencintai mu, tidak akan ada orang yang bisa memisahkan kita kecuali maut dan kematian!!" ucap Malvin langsung memeluk istrinya dengan begitu erat sehingga Maira susah bernafas.
"Kak aku enggak bisa nafas!!" ucap Maira sambil memukul tangan Malvin agar di lepas, Malvin yang mendengar itu langsung melonggarkan pelukannya.
"Maaf sayang, terlalu semangat sampek-sampek kamu susah nafas!!!"
"Kakak hampir mau membunuh ku!!" ๐๐ ucap Maira langsung berdiri dan lari agar Malvin tidak bisa menangkapnya.
"Loh kok gitu si sayang?? kan aku udah minta maaf!!" ucap Malvin berusaha meraih tangan istrinya namun tidak sempat Maira keburu menghindar.
"Weeeeee, enggak kena ๐๐!!"
"Oh udah berani ya??" merasa di kerjain istri sendiri Malvin langsung mengejar istrinya, Maira yang melihat suaminya ingin mengejar mempercepat langkah kakinya. Sehingga terjadilah kejar-kejaran seperti anak kecil yang sedang bermain.
"Huuff, kak bentar capek!!" Malvin yang melihat Maira berhenti langsung mempercepat langkahnya.
"Kena, sekarang kamu enggak bisa lari lagi!!" ucap Malvin sambil memeluk istrinya.
"Ish kakak curang!!"
"๐ ๐ Biar dapet la!!" Maira melihat ekspresi suaminya menjadi kesal.
"Hmmm!!"
__ADS_1
"Kenapa?? Kok cemberut??" tanya Malvin yang melihat istrinya seperti orang lesu.
"Abisnya kakak malah gitu udah tau aku lagi capek!!"
"Iya maaf ya sayang!! (cup)" Malvin sudah tau penawar istri kalau sedang marah yaitu ciuman di keningnya atau di pipinya.
Setelah itu Malvin duduk di padang rumput yang hijau, dan udaranya sangat menyejukkan hati, melihat istrinya sedang melamun langsung menariknya hingga terjatuh dalam pelukan suaminya. Pandangan mereka saling bertemu, Maira jadi gugup saat memandang wajah suaminya yang begitu tampan.
"Sayang kalau mau yang lebih nanti ya kalau idah di rumah!!" mendengar itu Malvin langsung berusaha melepaskan diri namun nyatanya tidak bisa Malvin merubah posisinya menjadi miring sehingga Maira berada di sebelahnya dan memeluknya.
"Kak jangan kayak gini malu di liat orang!!"
"Sayang disini cuman ada kita berdua!!" masih dalam posisinya.
"Kakak lupa kalau sedari tadi kita itu berempat!!"
"Kesenangan pribadi??" Malvin lupa kalau istrinya benar-benar polos, jadi belum mengerti apa-apa.
"Mereka punya cara sendiri untuk melakukan hal seperti kita!!" Maira yang sudah mulai mengerti mengangguk-anggukkan kepala tandanya dia sudah mulai mengerti walau hanya sedikit.
"Ooooo begitu ya!!๐ฎ๐ฎ"
"Emang kamu ngerti??"
"Ngerti lah, walau cuman sedikit!!" Malvin tepok jidat saat mendengar kalau istrinya belum sepenuhnya paham akan perkataan suaminya.
"Untung cantik kalau enggak, udah gua tendang. Sabar Vin istri lo masih polos, biarkan dia hidup dalam kepolosan nya!!" batin Malvin yang sudah menyerah dalam memberi penjelasan terhadap istrinya.
"Kak laper!!" Malvin mendengar istrinya merengek minta makanan, Malvin melihat jam tangannya ternyata sudah kelewat makan siang. Pantas saja istrinya kelaparan ternyata jam makan siang sudah kelewat.
__ADS_1
"Ya sudah kita cari tempat makan di sekitar sini!!" Maira yang mendengarnya hanya mengangguk.
Merekapun berjalan menghampiri Devan dan Lina, yang sedang bercanda gurau.
"Van!!" Devan yang mendengar namanya di panggil langsung menoleh.
"Iya Vin ada apa??"
"Cari makan yuk, udah waktunya makan siang nih!!" mendengar ucapan Malvin, Devan langsung melihat ke jam tangannya.
"Ok, mau makan di mana??"
"Sekitar sini aja jangan jauh-jauh kasihan istri gue udah ke laperan nanti!!" mendengar ucapan Malvin, Devan pun langsung setuju sebab dia juga tidak ingin bumil nya merasa kelaparan.
Merekapun mencari tempat makan yang dekat dengan bukit itu, kali ini yang mengemudi Devan, tak lama kemudian mereka menemukan tempat makan. Tetapi Devan tak begitu yakin akan tempat makan itu tetap melanjutkan perjalanan.
"Loh kak kok enggak berhenti?? tadi kan ada tempat makan??" tanya Maira, Devan menghentikan mobilnya dan menoleh ke arah Malvin.
"Sayang tempat yang tadi kayaknya kurang higienis deh kita cari tempat yang lain aja ya??" mendengar perkataan Malvin, Maira kesal pasalnya orang kaya selalu merendahkan tempat makan kecil yang berada di pinggir jalan.
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.... karena saran dan masukan dari kalian sangat penting๐๐
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like di bawah agar author lebih semangat update cerita ini.
Dan jangan lupa โคโค lovenya ya ๐
Mohon di maklumi jika ada kesalahan kata atau kekurangan kata karena author masih pemula ๐ค
Terima kasih sudah membaca ceritaku ๐ค
__ADS_1