Ceo Yang Jatuh Cinta Kepada Gadis SMA

Ceo Yang Jatuh Cinta Kepada Gadis SMA
Malvin bucin


__ADS_3

Lina tidak abis pikir akan pemikiran Maira yang selalu membela teman-temannya yang sudah membulinya.


"Sebaiknya kalian pergi dari sini sebelum gue bener-bener marah kepada kalian!!" Lina yang masih melihat mereka masih berdiri sontak langsung menarik Maira pergi dari kantin, sedangkan Doni semakin penasaran dengan Lina yang sudah membantu Maira atau membela Maira.


"Lin, gue mohon sama lo jangan bilang sama Malvin ya soal kejadian tadi!!" Maira memohon kepada Lina agar tidak memberi taukan yang sudah terjadi kepada Malvin tau apa yang terjadi kepada Maira.


"Memangnya kenapa?? kalau Malvin tau??"


"Gue enggak mau dia marah cuman karena masalah gue!!" saat Maira memohon tiba-tiba ada suara yang mereka kenal.


"Memangnya kenapa kalau aku tau??" mendengar suara itu mereka berdua sontak berdiri mematung seperti orang yang ketahuan mencuri. Malvin yang melihat mereka mereka merasa kesal Malvin memandang mereka dengan tatapan tajam, Malvin ingin penjelasan dari Maira.


"Ma, Malvin kok lo kesini?? ada perlu apa??" tanya Maira dengan wajah ketakutan melihat Malvin menatapnya seperti itu.


#Flash back


Saat Malvin baru saja selesai meeting bersama Devan menuju ke ruang kerjanya, ketika berada di ruang kerjanya Malvin terlihat sangat gelisah.


"Lo kenapa Vin??" tanya Devan yang melihat Malvin gelisah tidak seperti biasanya.


"Van perasaan gue kok enggak enak ya??"


"Enggak enak gimana maksut lo??" Devan makin penasaran dengan sikap Malvin yang aneh saat ini.


"Gue enggak sepertbiasanya mikirin Maira sampek enggak fokus gini??"


"Maksut lo??"


"Jadi gini Van, gue enggak seperti biasanya pikiran gue aneh-aneh tentang Maira saat ini!!" Devan yang mendengar perkataan Malvin hanya mengerutkan dahi, merasa keheranan akan sikap Malvin yang benar-benar sudah menyukai Maira.


"Mikirin yang aneh-aneh gimana maksut lo??"


"Entahla, gue kekhawatiran gue kali ini beda dari sebelumnya. Kekhawatiran gue kali ini hampir sama dengan kejadian Maira yang pergi sama Lina sewaktu kita lagi di Villa, inget kan??" Devan mengangguk mendengar perkataan Malvin. "Nah kekhawatiran gue hampir sama kayak gitu, cuman kali ini gue enggak bisa berhenti mikirin dia. aaaakhhrrrr!!" Malvin frustasi karena tidak bisa menenangkan fikirannya saat ini.


"Lo coba telfon si Maira nya dan lo tanyain ke adaannya!!"

__ADS_1


"Ide bagus!!" Malvin pun menghubungi Maira tapi malah membuat Malvin makin gila karena memikirkan Maira.


"Gimana Vin??"


"Enggak di angkat!!"


"Ya udah gue coba telfon istri gue dulu!!" mendengar itu Malvin langsung menarik kerah baju Devan, Malvin menatap Devan dengan tatapan ingin membunuh.


"Lo gila ya Van di saat-saat seperti ini lo malah mau telfon istri lo??" Devan kali ini benar-benar geram dengan kelakuan Malvin yang sudah menjadi bucinnya Maira.


"Dasar b****h, lo lupa apa yang lo suruh ke Lina tadi pagi??" mendengar pertanyaan Devan Malvin terdiam dan mengingat apa yang dia suruh kepada Lina, tak lama Malvin mengingat apa yang dia suruhkan kepada Lina.


"Gue inget sekarang, ya udah cepet lo hubungi istri lo!!"


"Dasar plinplan, tadi aja kayak singa lapar sekarang udah kayak raja aja dasar bucin!!" batin Devan yang kesal akan kelakuan Malvin yang tidak bisa berfikir jernih jika menyangkut soal Maira.


"Kenapa lo masih diem??" Devan benar-benar geram akan kelakuan Malvin yang suka memaksa akan keinginannya.


"Iya bos bucin, gimana caranya gue nelfon coba??ponsel gue lo banting tadi!!" lalu Malvin melihat ke dekat tembok sebelah pintu ponsel Devan sudah hancur bahkan tidak bisa di perbaiki lagi. Malvin terlihat sangat frustasi melihat itu Devan benar-benar enggak habis pikir dengan sikap Malvin yang berubah drastis setelah menjadi bucinnya Maira.


"Mau ngapain??"


"Gue mau hubungi Lina istri gue!!" Malvin mendengar itu langsung berbinar seolah-olah baru mendapat hadiah yang begitu besar.


"Ini!!" Setelah ponselnya Malvin berada di tangan Devan langsung menghubungi istrinya namun sayang seribu sayang Lina tidak bisa di hubungi. "Gimana Van??" mendengar pertanyaan itu devan menggeleng-gelengkan kepala, melihat itu Malbi terlihat frustasi.


"Vin dari pada lo kayak gini mendingan lo ke sekolah Maira aja gih!!"


"Ide bagus!!" tanpa basa-basi Malvin langsung mengambil jasnya dan kunci ketika di ambang pintu langkah Malvin terhenti dan menoleh ke arah Devan yang sudah duduk di sofa. Karena Devan tidak mendengar suara pintu tertutup Devan pun menoleh ke arah pintu dan ternyata Malvin masih ada di sana.


"Kenapa masih disini??"


"Sekolah Maira itu milik mertua lo kan??" Devan pun mengangguk. "Lo ikut gue!!" tanpa basa basi Malvin langsung menarik tangan Devan dengan kasar sedangkan si empu nya merasa kesal dengan perlakuan Malvin yang benar-benar melewati batas menurut Devan.


"Lo gila men, bawa mobil kenceng banget lo mau bunuh gue??"

__ADS_1


"Diem lo!!" Devan tidak ada hentinya mengomeli Malvin yang mengemudi mobilnya melewati batas, (bayangin aja kalau Malvin bawa mobil kayak mau balapan siapa yang kagak takut coba?? 😀😀 maaf ya bantu author ngehalu in bucinnya Maira 😘😘) tak lama kemudian Malvin dan Devan tiba dia sekolah Maira. Malvin menyuruh Devan meminta izin kepada kepala sekolah sedangkan Malvin sudah mencari Maira ke berbagai ruangan, murid-murid yang ada di sekolaj itu tampak kagum melihat Malvin dan Devan yang berkeliaran di sekolah dengan gagahnya menggunakan jas.


"Permisi mau tanya kalian liat murid yang bernama Adinda Maira??" tanya Malvin kepada salah satu murid yang tak lain adalah Doni.


"Ada perlu apa ya??"


"Ini masalah pribadi dan sangat penting!!"


"Baiklah ikut dengan saya!!" ucap Doni yang di ikuti oleh Malvin dan Devan, setelah tiba di kantin Malvin, Devan, Doni kaget melihat Maira yang sedang di labrak oleh seseorang. Melihat kejadian itu Malvin merasa geram akan perlakuan para murid terhadap istrinya, sedangkan Doni yang memerhatikan Malvin terlihat bingung.


"Siapa pria ini?? kenapa dia begitu kesal melihat Maira di perlakukan seperti itu??" batin Doni melihat Malvin yang begitu geram melihat Maira di buli. Setelah Maira dan Lina pergi dari kantin Malvin dan Devan mengikuti mereka berdua sedangkan Doni masih terdiam dengan pemikiran nya tentang Lina, Malvin dan Devan karena begitu dekat dengan Maira.


#Flash on


Malvin dan Maira saling pandang dengan artian Malvin ingin Maira jujur, sedangkan Maira ketakutan akan Malvin.


"Kenapa enggak jawab?? Lin apa sebenarnya terjadi??" ucap Malvin pura-pura tidak tau padahal sudah jelas-jelas dia melihat semuanya, hanya saja Malvin ingin ke jujurannya Maira kepadanya.


"Emmm!!" Lina kebingungan pasalnya Maira melarangnya memberi taukan kepada Malvin. Sedangkan Devan hanya diam saja melihat Malvin memberi pertanyaan konyol menurut Devan, pasalnya Malvin sudah tau tapi masih bertanya kepada Maira ataupun Lina.


"Ok jika kalian tidak mau memberi tau ku jangan salahkan aku!!" ucap Malvin langsung menarik tangan Maira, Maira yang mendapat perlakuan itu kebingungan. Di sisi lain Doni melihat Maira di tarik paksa seperti itu sama Malvin merasa kesal pasalnya Maira tidak memberontak seperti halnya saat Doni menarik tangannya. Malvin membawa Maira ke dalam mobilnya, sedangkan Devan dan Lina masih bengong dengan sikap Malvin yang sangat lebay menurut Devan.


"Sayang kok kamu bisa di sini??" tanya Lina kepada suaminya.


"Oh iya, biasa si bucin itu minta di anterin. Kamu kan tau sayang Malvin kalau mau sesuatu harus terpenuhi!!" ucap Devan sambil mencium kening istrinya sedangkan Doni yang masih di posisinya terkejut akan perlakuan Devan dan Lina yang nermesra-mesraan.


Semoga kalian suka sama ceritanya ya, maaf kalau ceritanya agak aneh author tak terlalu pandai dalam menghayal 😊😊


Maaf ya semuanya jika ada kesalahan kata atau ejaan mohon di maklumi author masih pemula 😘😘


Jangan lupa tinggalkan jejak ya


Like, komen, vote sama love ❤❤nya juga ya


Maaf kalau author banyak mintanya

__ADS_1


__ADS_2