
"Ide lo benar-benar buruk untung aja tu anak enggak ngerti masalah gituan jadi rencana lo masih aman!!" ucap Malvin kesal karena ide konyol nya Arga.
"Tapi tu cewek bener-bener enggak tau malu!!"
"Udah enggak usah bahas tu cewek males gue!!" Arga terbahak-bahak mendengar ucapan sahabatnya itu.
Di sisi lain ketika Maira baru keluar dari mini market tiba-tiba ada sepeda motor melintas begitu cepat dari, karena tak sempat menghindar Maira tersenggol oleh pengendara motor tersebut sehingga Maira terdorong.
Malvin yang masih berkutat dengan komputernya merasa gelisah, para sahabatnya yang melihat kalau Malvin gelisah kebingungan.
"Lo kenapa Vin??" mendengar namanya di panggil langsung mendongak.
"Perasaan gue enggak enak, Ga coba lo telfon guru di sekolah anak gue apakah dia baik-baik aja??" Arga pun menuruti keingan sahabatnya itu menghubungi gurunya.
Arga π² "Hallo selamat siang bu, saya mau bertanya bagaimana keadaan putri saya Kania??"
(......................)
Arga π²"Terima kasih bu!!"
Setelah mematikan ponselnya Arga langsung melihat sahabatnya itu bahwa putrinya baik-baik saja.
"Lalu perasaan ini??" saat Arga ingin mengatakan sesuatu tiba-tiba ponselnya berbunyi kembali.
Arga π²"Iya hallo bu!!"
(.............................)
Arga π²"Apa baiklah saya akan segera kesana!!"
Malvin kebingungan begitu juga yang lain karena setelah melihat ekspresi Arga.
__ADS_1
"Kenapa Ga??" tanya Devan karena keterkejutannya setelah menerima telfon tadi.
"Gue balik dulu mau jemput Kania di sekolahnya tadi pihak sekolah menghubungi ku kalau Kania menangis tanpa sebab!!" ucapnya sambil melihat ke arah Malvin yang tiba-tiba termenung."Vin??" panggil Arga kepada sahabatnya itu karena tidak ada ucapan apapun.
"Pergilah buat putri gue tersenyum kembali nanti gue nyusul ke rumah lo sama istri gue!!" mendengar itu Arga pun langsung pergi meninggalkan mereka.
Tak lama kemudian ponsel Malvin berdering Malvin tersenyum setelah siapa yang menelfonnya.
"Hallo sa????" ucapannya terpotong karena di seberang sana yang menelponnya langsung memotong perkataan Malvin.
"Hallo maaf apa benar ini keluarganya nona Maira??"
"Iya betul saya suaminya!!" awalnya Malvin tidak manruh curiga tapi rasa penasarannya kenapa seorang laki-laki yang menghubungi nya menggunakan ponsel istrinya, pikir Malvin.
"Begini tuan istri anda baru saja mengalami kecelakaan dan sekarang kami sudah membawa nona Maira ke rumah sakit!!" mendengar itu Malvin langsung berdiri sehingga membuat ketiga sahabatnya itu sontak melihat ke arahnya.
"Kenapa Vin??" tanya Devan yang tau betul akan ekspesi dari wajahnya itu.
"Maira kecelakaan!!" ucapnya sambil meraih jas yang di gantung belakang tempat duduknya, mereka terkejut mendengar perkataan Malvin.
"Sebaiknya kita susul Malvin masalah kantor biar sekretarisku yang mengurus semuanya!!" ucap Devan dan di angguki oleh kedua sahabatnya itu, merekapun menyusul Malvin ke rumah sakit.
Sedangkan Arga baru tiba di tempat Kania sekolah, Arga melihat Kania menangis histeris yang sedang di tenangkan oleh para guru disana.
"Kania!!" mendengar namanya di panggil gadis kecil yang mungil itu langsung menoleh.
"Papa!!!!" ucapnya langsung berlari sambil merentangkan tangannya agar sang papa menggendongnya.
Arga pun menggendong putrinya itu dan mengusap air mata nya agar tidak menangis lagi.
"Anak papa kenapa nangis hemm??"
__ADS_1
"Aku kangen bunda pa!!" mendengar itu Arga tau gadis kecil nya sedang merindukan bundanya.
"Cantik nya papa denger ya jika putri cantik nya papa berhenti menangis papa janji abis ini kita ketemu ayah sama bunda ya??" Kania pun langsung mengangguk dan mengusap air mata nya agar papany percaya kalau dia tidak akan sedih lagi.
"Papa aku mau ketemu kakak!!" Arga terkejut akan keinginan putrinya, karena tidak ingin melihat putrinya nangis lagi jadi mau tidak mau Arga membawa putrinya sebelum waktunya.
Arga meminta izin kepada pihak sekolah, dan mereka mengizinkan nya, karena dia tau Arga itu siapa jadi mereka memberi izin tanpa banyak tanya.
Setelah mendapat izin Arga langsung membawa putrinya ke tempat Zyan sekola, Kania memang tidak menangis lagi tetapi tidak seceria tadi pagi.
Tiba-tiba ponselnya Arga berbunyi menandakan ada pesan, Arga melihat pesan tersebut.
...Malvin π¨...
......"Ga, gue enggak bisa membawa Maira nemuin kania saat ini, Maira kecelakaan dan tidak ada luka yang serius kok jadi dia harus banyak istirahat, gue tau lo udah bilang sama Kania kalau gue mau menemuinya.......
...Lo jangan bilang ke Kania kalau Maira kecelakaan supaya dia tidak menangis, apapun yang dia inginkan turuti saja aku akan mengirim kan uang untuk gantinya nanti!!"...
Begitulah isi dari pesan Malvin.
Ayo dukung author agar lebih semangat lagi π€π
Jangan lupa VOTE............VOTE.......VOTE.......
DAN LIKE..........LIKE.........LIKE.............LIKE.....
Agar author semangat untuk up
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.... karena saran dan masukan dari kalian sangat pentingππ
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like di bawah agar author lebih semangat update cerita ini.
__ADS_1
Dan jangan lupa β€β€ lovenya ya π
Mohon di maklumi jika ada kesalahan kata atau kekurangan kata karena author masih pemula π€