
Mereka masih kebingungan mencari tempat wisata yang akan mereka kunjungi, Maira hanya diam saja karena tidak mengetahui wisata yang indah.
"Sayang kamu kenapa?? hem??"
"Enggak papah kok kak!!" dengan senyum terpaksa kan, Malvin yang melihatnya sudah tau jika istrinya itu tidak tau tempat wisata yang indah dan banyak pengunjungnya.
"Sudah jangan pada bingung lebih baik ikut dengan ku saja!!" ucapnya sambil menarik tangan istrinya."Mam kita pergi dulu ya!! (cup)" Malvin mencium pipi sang mama, Maira yang melihatnya tertegun karena baru kali ini anak laki-laki begitu menyayangi mamanya biasanya anak laki-laki super manja dan sombong.
Tetapi berbeda dengan Malvin dia begitu menyayangi mamanya dan dia juga sangat baik, meski memiliki sikap datar atau cara bicaranya sedikit simple itu sudah sifat keturunan dari sang papa.
"Hati-hati ya sayang, bawa mobilnya jangan ngebut-ngebut kasihan istri kamu!!" ucapnya sambil membelai rambut menantunya.
Maira tersenyum dengan perlakuan mertuanya terhadapnya, Malvin yang melihat istrinya tersenyum merasa lega pasalnya istrinya tidak bersedih lagi.
"Ya sudah kita berangkat sekarang!!"
"Mah aku pergi dulu ya!!" mendengar ucapan menantunya sang mama pun tersenyum.
"Tante kita pergi dulu ya!!" ucap Devan dan Lina, setelah mereka pamit ketika di depan pintu mereka masih berdebat.
"Kalian bawa mobil sendiri ya!!"
"Loh kak mereka kok bawa mobil sendiri??" tanya Maira kepada suaminya itu.
"Tau ni Malvin, masa iya kita bawa mobil juga oh gue tau lo cuma mau berduaan gitu??"
__ADS_1
"Suka-suka gue la toh kita sudah sah kok!!" ucap Malvin sambil memeluk istrinya dan mencium pucuk kepalanya.
"Udah-udah kalau debat terus kapan kalian akan pergi??" tiba-tiba mama nya Malvin angkat bicara sehingga membuat mereka menoleh ke arah sumber suara.
"Tau ni mam kakak kerjaannya debat mulu!!" Malvin terkejut mendengar jawaban istrinya.
"Loh kok gitu sih yang??"
"Emang iya kok kakak yang selalu memulai perdebatan terlebih dahulu!!" Lina tersenyum karena Maira memarahi Malvin yang suka bikin ulah.
"Sayang kan aku cuman ingin berduaan sama kamu!!"
"Aku mau kita barengan aja kak, ya?? plis aku mohon ya??" Maira merayu suaminya agar mau satu mobil dengan yang lainnya.
"Baiklah jika itu mau istriku, tapi yang mengemudi kau ya!!!" menunjuk ke arah Devan sedangkan yang di tunjuk kebingungan tidak langsung menjawab.
"Ini maksudnya apaan nunjuk-nunjuk gue??"
"Kak jangan mulai lagi deh!!" ucap Maira kepada suaminya yang suka bikin onar.
"Ya baiklah istriku tercinta aku yang bawa mobilnya ya?? Hmmm!!" Maira tersenyum karena suaminya mau mengalah untuk saat ini.
Merekapun berangkat menggunakan satu mobil Malvin yang mengemudi sedangkan Devan duduk di belakang kemudi bersama istrinya.
"Lin gimana keadaan kandungan kamu??" tanya Maira sambil menoleh ke arah kemudi belakang.
__ADS_1
"Untuk saat ini kandungan ku baik-baik saja Mai!!"
"Oh ya Vin emangnya kita mau kemana??" tanya Devan yang sedari tadi merasa penasaran dengan wisata yang di maksud oleh Malvin.
"Udah kalian santai aja, itu udah aku atur semuanya!!" ucapnya sambil memegang tangan istrinya, terkadang Malvin sekali-kali mengecup punggung tangan istrinya. Maira yang di perlakukan seperti itu sangat bahagia, karena suaminya sudah menerima Maira apa adanya.
Bukan hanya Malvin yang menerima Maira apa adanya tetapi keluarganya Malvin sangat baik padanya bahkan menganggap Maira seperti putrinya sendiri. Dulu Maira yang tidak mengenal kasih sayang kedua orang tua kini dia mendapat semuanya dari keluarga barunya.
"Sayang pasti Maira seneng banget karena Malvin sudah menerima nya sebagai istrinya!!" ucap Lina berbisik kepada suaminya.
"Iya sayang kamu benar Malvin sudah menerima Maira sepenuhnya, aku bersyukur banget Malvin bisa berubah setelah mengenal Maira!!" keinginan Devan selama ini adalah perubahan sikap Malvin yang tidak datar lagi dan melupakan mantan kekasihnya itu.
Ternyata benar setelah menikah dengan Maira Malvin benar-benar berubah yang dulunya datar dingin kali ini dia sudah kembali seperti sedia kala. Ramah, dan santun tetapi tidak sepenuhnya menghilangkan keegoisannya, kalau masalah egois Malvin lah rajanya. Tetapi semenjak mengenal Maira dia sudah tidak seegois dulu sudah ada sedikit perubahan di dalam dirinya.
Bukan hanya mereka yang merasa bahagia neneknya Maira merasa bersyukur karena cucu kesayangannya telah menemukan pendamping hidup yang menerima apa adanya. Walau neneknya tau kalau pernikahan itu terjadi karena paksaan dari bibinya Maira hanya karena uang semata.
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.... karena saran dan masukan dari kalian sangat pentingππ
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like di bawah agar author lebih semangat update cerita ini.
Dan jangan lupa β€β€ lovenya ya π
Mohon di maklumi jika ada kesalahan kata atau kekurangan kata karena author masih pemula π€
Terima kasih sudah membaca ceritaku π€
__ADS_1