
Malvin mendengar ucapan istrinya langsung mencium keningnya dan memeluknya.
"Sayang kamu kalau ngomong selalu bikin aku tidak bisa menolaknya!!(cup)"
"Kalian berdua tu ya bikin aku mau aja!!" ucap Devan sambil melirik istrinya.
"Apaan si yang ih!!" ucap Lina sewot kepada suaminya, Malvin melihat kelakuan sepupunya itu hanya tersenyum.
Ting......Ting.......Ting........
"Biar aku yang buka!!" ucap Malvin, yang lain mendengarnya hanya mengangguk.
"Makanan sudah siap!!" ucap Riko yang baru ke luar dari dapur, mendengar itu Maira tersenyum tetapi langkahnya terhenti saat mendengar suara suaminya.
"Sayang kamu mau ke mana??"
"Mau makan kak!!" sedangkan Riko langsung menghampiri tunangannya.
"Halo sayang, maaf ya tadi tidak aku jemput!!" ucap Riko sambil memeluknya.
"Tidak apa-apa sayang!!" ucap Liya membalas pelukannya.
"Oh iya aku hampir lupa!!" ketika Riko menoleh terkejut saat melihat yang lain menatap Riko dengan tatapan tajam."Huff, kenalin ini tunanganku Liya, Liya kenalin ini Malvin sahabat sekaligus bos ku di kantor, ini istrinya Maira sekaligus teman kecil ku, ini Devan sahabat sekaligus sekretaris pribadi di kantor dan ini Lina istrinya Devan!!" Liya tersenyum saat Riko memperkenalkan mereka.
"Halo semuanya!!" ucap Liya sabil melambaikan tangan kepada mereka, Riko melihat ekspresi sahabatnya tersenyum kecuali Maira yang sedang manyun.
__ADS_1
"Kalian berdua pada kenapa??" tanya Riko yang melihat teman-temannya melamun, sedangkan Maira merasa penglihatannya mulai kabur.
Maira memegang kepalanya yang terasa pusing, nafasnya mulai sesak sehingga Maira tumbang di pelukan suaminya.
Malvin merasakan jika istrinya bergerak gerak-gerak langsung menoleh ke arah istrinya, Malvin melihat istrinya wajahnya pucat dan seketika Maira menutup mata sehingga dengan sigap Malvin menangkap istrinya agar tidak terjatuh.
"Maira!!" ucap Lina yang melihat Maira tumbang(pingsan).
"Sayang bangun, sayang!!" Malvin menepuk pipi istrinya dengan pelan untuk membangunkan istrinya.
Namun nyatanya nihil, mereka sangat khawatir saat melihat Maira pingsan sehingga tanpa sadar kalau di samping mereka adalah dokter walau dokter kandungan.
"Riko panggil dokter Vito!!" ucap Malvin langsung membawa ke kamar, Lina dan Devan mengikuti Malvin ke dalam kamar Riko menghubungi dokter Riko sedangkan Liya hanya terdiam melihat kejadian itu.
Setengah jam kemudian dokter Vito datang dan langsung di persilahkan masuk untuk memeriksakan keadaan Maira.
"Bagaimana ke adaan istriku Vit??" karena Malvin mengenal dokter Vito (Malvin dan Vito satu kampus saat kuliah begitu juga dengan Riko dan Devan, mereka berempat selalu bersama-sama, bahkan sikap mereka juga sama.
Datar, dan paling tidak suka jika mereka di ganggu, apalagi menyakiti salah satu orang yang mereka sayang maka tidak ada kata ampun bagi mereka yang mengganggu.)
"Istri mu baik kok Vin, dan se.......??" Vito tidak melanjutkan pembicaraannya, matanya membulat saat melihat Liya berada di sana."Dokter Liya??" mendengar itu semua langsung menoleh ke arah tunangan Riko begitu juga dengan Riko.
"Selamat malam dokter Vito!!" ucapnya sambil melambaikan tangan mereka.
"Malam!!" Vito tertawa melihat mereka terdiam seperti patung."Hahaha, kalian tu ya parah banget di samping kalian kan sudah ada dokter Liya kenapa masih menghubungi ku?? dan yang di butuhkan Maira itu dokter Liya bukan aku!!" Vito tepuk jidat melihat para sahabatnya sebodoh itu saat dalam mode khawatir.
__ADS_1
"Eh iya ya?? kan tunangan aku dokter!!ππ" ucap Riko sambil menggaruk-garuk tengkuknya yang tidak gatal.
"Ya ampun!!" mereka tepok jidat bersamaan(Malvin dan Devan)."Lagian lo si Rik kenapa lo enggak bilang??" Malvin emosi karena merasa sangat bodoh saat melihat keadaan istrinya.
"Lagian lo juga ngapain nyuruh gue buat nge hubungi dokter Vito ayo??" ucap Riko yang tak mau kalah dari Malvin.
"Dokter Vito tadi mau bilang apa??" tanya Liya yang penasaran karena perkataannya tadi di gantung oleh Vito.
"Oh itu, gadis ini hamil!!"
"Apa hamil?? lo seriusan Vit??" ucap Malvin untuk meyakinkan jawaban dari Vito.
"Iya Vin istri lo hamil sudah memasuki enam (6) minggu!!" mendengar itu Malvin langsung memeluk Devan karena saking bahagianya.
"Van gue bakal jadi ayah!!" Devan yang mendengar ucapan Malvin hanya mengangguk-angguk sedangkan Lina melihatnya tepok jidat.
Riko, Vito dan Liya melihat itu semua hanya geleng-geleng kepala.
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.... karena saran dan masukan dari kalian sangat pentingππ
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like di bawah agar author lebih semangat update cerita ini.
Dan jangan lupa β€β€ lovenya ya π
Mohon di maklumi jika ada kesalahan kata atau kekurangan kata karena author masih pemula π€
__ADS_1
Terima kasih sudah membaca ceritaku π€