
Setelah sarapan mereka pergi menuju ruang tamu, Kania dan Zyan sedang bermain, sedangkan Arga memerhatikan kedua anaknya yang sedang main tanpa ada perdebatan di antara mereka.
Setelah sarapan mereka memilih untuk pergi ke ruang tamu, Zyan dan Kania sedang bermain sedangkan Arga berkutak dengan laptopnya.
Tok................Tok..............Tok.............
"Pa, sepertinya ada tamu!!" ucap Kania sedangkan Zyan masih fokus akan mainan nya.
"Biar papa yang buka pintu!!" ucap Arga sambil berdiri melangkah kaki menuju pintu.
Tanpa di sadari Kania mengekor di belakang Arga, Kania begitu terkejut saat melihat tamu setelah pintu terbuka.
"Ayah, Bunda!!!" mendengar suara Kania Arga terkejut sejak kapan Kania di belangkannya pikir Arga, Malvin yang melihat putrinya langsung merentangkan tangannya agar putrinya memeluknya.
"Ayah tangan bunda kenapa??" tanya Kania yang melihat tangan Maira di perban.
"Itu enggak papa sayang hanya kecelakaan kecil sebelum kesini!!" ucap Malvin kepada putrinya agar tidak bersedih melihat keadaan bundanya.
"Bunda pasti itu sangat sakit ya bun??" ucap Kania yang masih berada di pelukan ayahnya.
"Sayang kenapa kamu menangis?? bunda enggak papa kok sayang!!" ucap Maira sambil mengelus pipi Kania agar tidak menangis lagi.
"Tapi tangan bunda??"
"Cantik bunda tidak apa-apa, itu hanya sementara, dan cantik tidak boleh bersedih kalau tidak nanti bunda mu ikut sedih gimana dong??" ucap Malvin kenapa Kania sehingga Maira mendengar ucapannya tidak terima.
"Lah yah kenapa bawa-bawa bunda??" ucap Maira sambil mengerucutkan bibir.
"Emang salah ya bun??"
__ADS_1
"Hadeh kalian berdua udah punya anak masih saja berdebat enggak jelas, apa kalian akan terus berdiri di sana dan tidak mau masuk??" ucap Arga menghentikan perdebatan Malvin dan Maira.
"Oh iya lupa!!" ucap Malvin sambil cengengesan karena sampek lupa untuk masuk karena berdebat dengan istrinya.
Mereka pun masuk menuju ruang tamu disana ada Zyan yang sedang bermain, Malvin menurunkan Kania dari gendongannya dan langsung menghampiri Zyan.
"Hallo Zyan!!" ucap Maira sambil melambaikan tangan kepada Zyan.
"Hallo bun!!" ucap Zyan sambil tersenyum kearah Maira.
Mereka pun duduk di sofa sambil memerhatikan Zyan dan Kania yanh sedang bermain.
"Vin tadi dia kesini!!"
"Siapa??" tanya Malvin penasaran siapa tamu yang di maksud oleh Arga.
"Gea!!!"
Karena selain Dara ada lagi gadis yang memisahkan persahabatan antara Malvin dan Arga, dia adalah Gea.
Gea terobsesi akan cintanya terhadap Arga, bahkan sering melakukan kejahatan terhadap istri Arga karena telah mengambil Arga darinya.
Tetapi itu semua bukanlah hal yang sulit bagi Arga karena selama istrinya pergi keluar rumah tanpa bersamanya, istri Arga sudah di latih bela diri bahkan pengawalannya pun juga ketat agar istrinya baik-baik saja.
"Gea siapa dia??" tanya Maira karena selama ini tidak pernah mendengar nama itu selain Dara.
"Gea adalah sahabat Dara mereka berencana untuk mendapatkan hubungan mereka masing-masing, Dara terobsesi kepada Malvin sedangkan Gea terobsesi akan aku!!" ucap Arga sambil tersenyum sehingga membuat Malvin ke heranan akan hal itu.
"Lalu kenapa lo senyum-senyum enggak jelas gitu?? jangan bilang lo udah jatuh hati sama dia??"
__ADS_1
"Hahaha, ya kali gue suka sama tu lampir!!" ucap Arga tak sambil tertawa karena mengingat kelakuan Zyan dan Kania.
"Lalu kenapa lo senyum-senyum enggak jelas??"
"Itu karena ulah anak lo sama anak gue, hahahahaha!!" mendengar ucapan Arga Malvin dan Maira kebingungan akan perkataannya.
"Emang kenapa anak gue??" Arga pun menceritakan semua kejadian tadi sebelum Gea pulang, pada awalnya Maira ketakutan jika Gea akan melukai putrinya tapi pada akhirnya mereka tertawa lepas setelah mendengar semua cerita Arga.
"Anak lo mirip banget sama lo Vin saat masih sekolah dulu hahahahhaha!!"
"Sialan lo!!" ucap Malvin sambil melempar bantal ke wajah Arga, sedangkan Maira menghampiri putrinya dan Zyan yang sedang bermain.
"Tapi gue salut sama anak lo Vin, dia memiliki keberanian sama kayak istri lo!!"
"Ya jelas lah itu kan anak gue sama Maira gimana sih lo??" Arga mendengar perkataan Malvin hanya terkekeh, sedangkan Maira yang melihat suaminya dan sahabatnya sedang bercanda hanya menggeleng-gelengkan kepala karena ulah suaminya.
Ayo dukung author agar lebih semangat lagi π€π
Jangan lupa VOTE............VOTE.......VOTE.......
DAN LIKE..........LIKE.........LIKE.............LIKE.....
Agar author semangat untuk up
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.... karena saran dan masukan dari kalian sangat pentingππ
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like di bawah agar author lebih semangat update cerita ini.
Dan jangan lupa β€β€ lovenya ya π
__ADS_1
Mohon di maklumi jika ada kesalahan kata atau kekurangan kata karena author masih pemula π€