Ceo Yang Jatuh Cinta Kepada Gadis SMA

Ceo Yang Jatuh Cinta Kepada Gadis SMA
Bab 81


__ADS_3

"Oh Zyan sepertinya sudah menemukan kampus impiannya, dan katanya besok dia akan mulai kuliahnya!!" mendengar itu Arga tersenyum karena sudah berhasil mengalihkan pembicaraan nya.


"Syukurlah kalau Zyan sudah menemukannya, apa selama ini dia menyusahkan lo sama istri lo selama gue enggak ada??"


"Enggak dia justru tidak mau ada campur tangan dari kami!!" perkataan Malvin membuat Arga tersenyum pasalnya putranya bisa mandiri.


Disisi lain Naura dan Maira masih berada di taman bercanda tawa sedangkan Zyan hanya menjadi penonton saja karena tidak tau apa yang di bicarakan oleh kedua wanita itu, yaitu bundanya dan Naura.


"Bunda tu enggak nyangka loh makanan kesukaan kita bisa sama!!"


"Jelas bun makanan kesukaan kita sama karena kaulah aku bisa di dunia ini!!" batin Naura tanpa henti melihat senyum bundanya tanpa henti tersenyum.


"Lo kenapa Ra?? Apa makanannya enggak enak??" Tanya Zyan yang melihat Naura hanya diam saja tidak sedari tadi.


"Naura cantik kenapa??" ucap bunda sambil menyentuh wajah Naura, Naura mendapat perhatian yang selama ini ia rindukan.


"Bunda, ini aku Kania bun!!" batin Kania atau Naura ingin dia berteriak kepada dunia bahwa dia ingin memeluk bundanya dan memeluknya.


Tanpa di sadari Maira mendekat dan langsung memeluk Naura, Naura yang tiba-tiba di peluk kaget terdiam mematung. Naura ingin membalas pelukan dari bundanya tapi apalah daya dia tidak bisa melakukan hal itu.


"Bun, sepertinya kita harus pulang!!" ucapnya sambil melihat ke arah jam tangannya. "Bentar lagi ayah pulang bun!!" ucapnya lagi, Maira mendengar ucapan Zyan melepas pelukannya dan mengusap pipi Naura dengan lembut sehingga tatapan mereka saling bertemu.


"Cantik kalau ada apa-apa hubungi bunda ya!!" ucap Maira sambil memberikan kartu namanya sambil tersenyum.


"Makasih tante!!"


"Kok manggilnya tante?? Panggil bunda aja ya cantik!!" ucapnya dengan senyuman yang selama ini di rindukan oleh Kania(Naura).


"Iya bun!!"


"Ya udah cantik kita pulang dulu ya, jaga kesehatan dan tetep tersenyum ya cantik!!!" ucap Maira sambil mencium kening Naura sehingga membuat Naura diam terpaku.


Semenjak kepergian Maira, Naura menangis karena tidak bisa mengatakan yang sebenarnya terhadap bundanya, namun semuanya hanyalah hayalan jika Naura bisa kembali kepada keluarganya yang dulu.


Saat sedang mengingat masa lalunya yang pahit tiba-tiba ponselnya berbunyi.

__ADS_1


Kriiiing..... Kriiiing..... Kriiiing


Naura πŸ“² "Iya hallo!!"


(...........)


Naura πŸ“² "Alhamdulillah kabar ku baik Om, Om Baron kapan pulang??"


(............)


Naura πŸ“² "Emm, oh iya Om Naura boleh tanya enggak om??"


(............)


Naura πŸ“²"Emmm, apa om masih menjalin kontrak dengan perusahaan MSJ Grup??"


(...........)


Naura πŸ“²"Benarkah Om??


Naura πŸ“²"Waah om baik banget makasih ya om informasinya!!"


Naura benar-benar bahagia saat mendengar ucapan Baron tentang keluarganya.


"Aku harus sabar agar aku bisa bersama ayah dan bunda lagi!!" ucapnya memberi semangat untuk dirinya sendiri. Naura pun melangkahkan kakinya untuk pulang.


Sedangkan Maira tidak langsung pulang melainkan mampir ke perusahaan suaminya.


"Bun, bunda kenapa??" tanya Zyan karena sedari tadi bundanya hanya diam saja.


"Saat melihat Naura bunda jadi teringat dengan adek kamu!!" ucap Maira sambil menoleh ke arah jendela di sampingnya agar putranya tidak ikut bersedih. "Kania putri bunda, bunda merindukan mu nak!!" batin Maira tanpa terasa air matanya jatuh tanpa ia sadari.


"Bun, Zyan tau bunda sedang menangis walaupun tidak bunda tampakkan di depan Zyan!!" batin Zyan melirik bundanya.


"Bun, apa kita langsung ke kantor ayah atau kita makan siang dulu??" tanya Zyan agar suasana tidak sunyi lagi.

__ADS_1


"Langsung ke kantor ayah saja ya, kita makan siang disana aja!!" mendengar ucapan bundanya Zyan hanya mengangguk.


Di kantor MSJ group


Malvin masih berkutat dengan komputernya, begitu juga dengan Devan sedang mengecek email yang di kirim oleh asistennya Malvin, sedangkan Arga memainkan ponselnya.


Tiga puluh menit kemudian mereka masih menikmati pekerjaan mereka masing-masing sehingga tanpa mereka sadari pintu terbuka.


Cekleeeekkkk.........


"Papah!!!!" mereka mendengar suara langsung menoleh ke arah sumber suara begitu juga dengan Arga yang mengenali suara itu langsung berdiri seolah-olah sudah ketahuan mencuri.


"Zyan!!!" sedangkan Maira langsung menghampiri suaminya yang juga ikut berdiri, Malvin tidak menyadari jika istrinya berada di sampingnya.


"Papah kapan pulang??" ucap Zyan langsung menghampiri papanya. "Zyan kangen papah!!"tanpa menunggu jawaban papanya Zyan langsung memeluknya, untuk melepas rindunya kepada papanya.


Arga melihat putranya berada di pelukannya langsung membalas pelukan putranya, Maira yang melihat itu hanya tersenyum lalu menoleh kearah suaminya yang masih belum menyadari ke beradaannya.


"Ayah, apa ayah tidak peduli sama bunda??"" mendengar ucapan itu Malvin tersadar dan menoleh ke sebelahnya.


"Bunda?? Sejak kapan bunda di sini??" tanya Malvin membuat Maira kesal akan ulah suaminya.


Ayo dukung author agar lebih semangat lagi πŸ€—πŸ˜‡


Jangan lupa VOTE............VOTE.......VOTE.......


DAN LIKE..........LIKE.........LIKE.............LIKE.....


Agar author semangat untuk up


Jangan lupa vote dan sarannya yaa.... karena saran dan masukan dari kalian sangat pentingπŸ™‚πŸ˜Š


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like di bawah agar author lebih semangat update cerita ini.


Dan jangan lupa ❀❀ lovenya ya 😘

__ADS_1


Mohon di maklumi jika ada kesalahan kata atau kekurangan kata karena author masih pemula πŸ€—


__ADS_2