
Naura pun bergegas bersiap-siap agar mamanya tidak terlalu lama menunggu nya.
*************** *************
Sedangkan kan Zyan yang baru saja bangun langsung bergegas, gegara bangunnya kesiangan.
"Maaf pah Zyan kesiangan!!!" ucapnya setelah tiba di meja makan, sedangkan papahnya hanya tersenyum melihat putranya, karena hal itulah yang ia rindukan dari putranya. "Papah kenapa?? Apa Zyan salah pakek lagi??" mendengar ucapan putranya merasa heran.
"Salah pakek lagi??"
"Iya pah kemarin karena buru-buru, Zyan bawahnya memakai handuk bukan celana m!!" sontak papah Arga tertawa karena kekonyolan dirinya di masa muda menurun ke putranya.
"Hahahaha!!!" Zyan merasa heran karena papahnya tertawa setelah mendengar perkataannya, sontak ia melihat dirinya sendiri takutnya ada yang salah dengan pakaiannya.
"Pah??"
"Sudah ayo makan dulu nanti papa jelaskan sama kamu!!" zyan pun menuruti perintah papanya.
Selama makan papah Arga selalu memerhatikan putranya, sedangkan yang di perhatikan hanya diam saja dan menikmati sarapannya.
"Zyan!!"
"Iya pah???" ucapnya sambil menatap papahnya yang baru saja memanggil namanya.
"Nanti sore Ke kuburannya mamah, soalnya papah masih ada urusan pekerjaan!!"
"Baik pah, kebetulan juga Zyan juga ada tugas kampus pagi pah!!" ujarnya sambil melanjutkan sarapannya.
Tak lama kemudian ponsel Zyan berbunyi, sontak keduanya menatap ke arah ponsel Zyan.
"Angkatlah dulu, siapa tau penting!!"
"Baik pah!!" Zyan pun mengangkat telfonnya.
Zyan π² "Hallo, ada apa??"
(............................)
Zyan π² "Serius lo??"
__ADS_1
(..........................)
Zyan π² "Ok nanti biar gua aja yang jelasin ke dia, ok thanks bro!!!"
Setelah memutuskan telfonnya Zyan menoleh ke arah papahnya sambil tersenyum, sedangkan papahnya bingung akan tatapan putranya.
"Kenapa natap papah dengan tatapan seperti itu??"
"Pah sebentar lagi impian Zyan terkabul pah!!" ucapnya tak berhenti terus tersenyum.
"Syukurlah!!" ucap papahnya sambil berdiri dan menepuk pundak putranya. "Tetap semangat, papah selalu ada di belakang mu!!" mendengar ucapan papahnya Zyan pun mengangguk.
"Terimakasih pah sudah mendukung Zyan selama ini!!" Zyan sangat senang karena semua yang bersamanya selalu mendukung apapun keputusannya.
"Jangan lupa beri tau bundamu!!"
"Baik pah!!"
πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊ
"Mam, Naura berangkat dulu!!"
"Hati-hati, ingat jangan lupa kabari om Baron!!" mendengar ucapan mama nya Naura tersenyum.
"Sekarang kamu sudah besar nak, jika kamu tau semuanya apakah kamu akan meninggalkan mama??" setiap kali Naura tidak di sampingnya selalu itulah yang di pikirkan oleh mama Dina, apa lagi sudah tiga tahun mereka berada di negara kelahirannya Naura.
πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊ
Setelah sampai di kampus karena terburu-buru hingga suatu terjadi.
Gubrakk...............
"Aw!!" pekiknya.
"Sorry-sorry!!!" ucapnya sambil mengulurkan tangannya, saat ingin menerima uluran tangannya Naura menoleh ke pemilik tangan, sehingga tatapan mereka bertemu kemkembali, dan pada akhirnya............?
"Lo???" ucap mereka berdua, yup siapa lagi kalau bukan Naura sama Zyan.
"Kenapa sih sial banget gua tiap ketemu sama lo!!!" ucap Naura karena pagi-pagi harus bertamu dengan Zyan pikirnya.
__ADS_1
Sedangkan Zyan yang mendengar ucapan nya hanya menaikkan alisnya.
"Lo itu sebenarnya manusia bukan sih?? Di mana-mana selalu aja ada lo???" sontak Zyan langsung menoleh ke arah Naura karena tidak habis pikir gadis ini berkata seperti itu.
"Maksud lo apa?? Gua bukan manusia gitu?? Harusnya yang di ragukan itu lo, cewek tapi dandannya seperti cowok!!!" ucapnya tak kalah sengit dari ucapan Naura terhadap nya.
"Waaaah lo yah!!!" karena tak tetima akan ucapan Zyan berusaha ingin berdiri namun usahanya sia-sia. "Awww!!" mendengar suara rintihan nya membuat Zyan melirik ke arah Naura.
Karena sama-sama buru-buru jadi tabrakan nya agak kuat, sehingga membuat kaki Naura terkilir.
"Ya udah sini gua bantu!!" bukan menerima uluran tangan Zyan, tetapi justru malah menatap nya. "Kenapa lo natap gua kek gitu?? Gak mau ya udah!!" ucapnya pura-pura acuh seolah-olah mau pergi, Naura yang melihat itu merasa kesal sendiri, Zyan yang melihat Naura kesal sendiri, merasa lucu.
Tanpa aba-aba Zyan langsung mengangkat tubuh mungil, untuk di bawa ke UKS kampus, sehingga membuat Naura terkejut karena tiba-tiba melayang.
"Aaaaaaa!!" dengan sepontan Naura memeluk leher Zyan karena takut jatoh.
(Sa ae lu neng, nyari kesempatan dalam kesempitan meluk si babang π€)
Ayo dukung author agar lebih semangat lagi π€π
Jangan lupa VOTE............VOTE.......VOTE.......
DAN LIKE..........LIKE.........LIKE.............LIKE.....
Agar author semangat untuk up
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.... karena saran dan masukan dari kalian sangat pentingππ
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like di bawah agar author lebih semangat update cerita ini.
Dan jangan lupa β€β€ lovenya ya π
Mohon di maklumi jika ada kesalahan kata atau kekurangan kata karena author masih pemula π€
terima kasih untuk semuanya yang sudah ngasih semangat buat author
semoga kalian tidak bosan dengan ceritanya π
maaf juga ya kalau ceritanya tidak se menarik novel lainnya ππ»ππ»
__ADS_1
Love you buat kalian semuanya ππππππππ
Jangan lupa jaga kesehatan ikuti peraturan protokol kesehatan π€π€