
Tanpa di sadari Naura memerhatikan Zyan yang sedang membuka obat-obatan, sehingga tatapan mereka berdua bertemu Zyan menatap mata naura dan Zyan merasa nyaman saat bersama Naura.
Naura terus menatap melihat Zyan menatapnya sehingga membuatnya menjadi salah tingkah, Zyan yang melihat Naura salah tingkah tersenyum.
"Kenapa lo liatin gue gitu??" tanya Naura yang berusaha menyembunyikan kegelisahannya.
"PD banget si lo, siapa juga yang liatin lo??" ucap Zyan dengan kesal sehingga tanpa di sadari Zyan tanpa hati-hati langsung menempelkan kapas yang sudah di olesi alkohol untuk membersihkan lukanya, sehingga membuat sang empunya berteriak tepat di dekat telinga Zyan.
"Aaaaaaaakhhhh, sakit bodoh, lo bisa ngobatin enggak sih??" ucapnya kesal awalnya Zyan ingin mengerjai Naura namun karena kesal dia ceroboh.
"Woi, bisa enggak sih lo kalau teriak enggak usah di deket telinga gue?? Kalau gue budek gimana, mau tanggung jawab lo??" ucap Zyan tak kalah kesal sambil mengusap-ngusap telinganya.
"Salah sendiri!!" ucapnya dengan lirih sambil mengipasi luka yang perih itu dengan kedua tangannya dan meniupnya.
Zyan yang melihat itu merasa bersalah dan tidak enak hati telah membuatnya kesakitan, Zyan pun membatu meniupi sikap Zyan membuat Naura tersenyum.
"Jangan senyum seperti itu, gue tau kok kalau gue memang tampan!!" sontak perkataan Zyan membuat Naura terkejut, karena Zyan mengetahui bahwa dirinya sedang di perhatikan.
__ADS_1
Zyan di buat tersenyum karena lagi-lagi Naura tersimpul malu karena ketahuan sedang memerhatikan Zyan.
"Nah sudah, lain kali kalau terluka harus di obati bukan di biarkan begitu saja!!" Naura hanya diam saja tanpa menghiraukan perkataan dari Zyan. "Lo dengerin gue ngomong enggak sih??" tanya Zyan dengan nada sedikit lebih keras karena tidak mendapat respon dari Naura.
"Apaan sih lo, Berisik tau enggak??" ucapnya pura-pura sibuk dengan ponselnya, dia hanya tidak ingin terlihat lemah di depan Zyan.
"Jadi dari tadi lo enggak dengerin omongan gue??" sedangkan Naura pura-pura sibuk."Sini ponsel lo!!" ucap Zyan sambil merebut ponsel Naura sehingga tatapan mereka bertemu.
"Kenapa gue jadi deg-degan gini sih??" ucap batin mereka berdua dengan pandangan masih tetap.
"Ternyata dia kalau di lihat lebih dekat sangat cantik, tapi sayangnya dia galak๐คญ meskipun galak dia sudah membuatku salah tingkah saat bersamanya๐ค!" batin Zyan yang terus memandang wajah gadis yang berada di depannya tanpa berkedip.
Siapakah dia???
๐คญ๐คญ
Author iseng dikit boleh ya ๐
__ADS_1
Bikin pembaca penasaran soalnya author juga bingung siapa yang sedang memerhatikan mereka sadari tadi ๐คญ๐คญ
maaf ya author punya sedikit masih banyak pikiran dan bingung mau di bikin seperti apa ceritanya ๐๐ป๐๐ป
tapi nanti setelah semuanya selesai author akan bikin suprise buat kalian yang akan bikin kalian semua bahagia ๐ค๐ค
Ayo dukung author agar lebih semangat lagi ๐ค๐
Jangan lupa VOTE............VOTE.......VOTE.......
DAN LIKE..........LIKE.........LIKE.............LIKE.....
Agar author semangat untuk up
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.... karena saran dan masukan dari kalian sangat penting๐๐
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like di bawah agar author lebih semangat update cerita ini.
__ADS_1
Dan jangan lupa โคโค lovenya ya ๐
Mohon di maklumi jika ada kesalahan kata atau kekurangan kata karena author masih pemula ๐ค