
"Zyan dia adalah anak temen papa, kamu masih ingat kan sama om Malvin??"
"Iya pa ingat!!" ucap Zyan sambil menunduk takut jika papanya memarahinya.
"Dia adalah putrinya dan untuk sementara dia akan tinggal dengan kita!!" Arga menghentikan omongannya untuk melihat reaksi putranya."Dia akan menjadi teman bermain kamu nantinya!!" mendengar itu Zyan langsung mendongak dan menatap wajah papanya.
"Sungguh?? papa tidak bohong kan??" ucapnya dengan wajahnya berbinar-binar mendengar perkataan papanya.
"Iya papa tidak pernah berbohong padamu!!" mendengar itu Zyan langsung berhamburan ke dalam pelukan papanya.
Tanpa mereka sadari, tingkah mereka di perhatikan oleh seseorang, dan seseorang itu adalah Kania yang baru saja terbangun mendengar suara seseorang yang sedang membicarakan ayahnya.
"Papa!!" mendengar suara itu Zyan dan Arga menoleh ke sumber suara, Arga yang melihat Kania sudah terbangun langsung menghampirinya sambil menggandeng tangan putranya.
"Cantik kamu sudah bangun!!" Kania pun mengangguk akan jawaban Arga."Kenalin ini putra papa yang akan menemanimu bermain nantinya!!" ucap Arga kepada Kania sambil mengelus-elus kepala putranya.
"Halo Kania, aku Zyan!!" ucapnya sambil menjulurkan tangannya kepada Kania yang masih duduk di tempat tidur.
"Halo kak!!" ucapnya sambil menyambut tangan Ayan dan tersenyum manis khasnya.
"Ya sudah papa tinggal keluar dulu ya, Zyan bantu adek mu beres-beres ya??"
"Iya pa!!" setelah mendengar jawaban putranya langsung keluar dan membiarkan putranya berinteraksi dengan Kania.
"Hay, aku bantu boleh??" mendengar suara itu Kania langsung menoleh ke arah suara.
"Boleh!!" dengan senang hati Nya membantu Kania memasukkan baju ke dalam lemari.
Meski umur kania tiga tahun tetapi Maira sudah mengajari Kania untuk mandiri, dan tidak bergantung kepada pembantu yang bekerja di rumahnya.
Arga tak sengaja melihat keakraban mereka berdua terhenyuk, pasalnya putranya jarang berbaur dengan orang yang baru dia kenal.
__ADS_1
Tok...........Tok...........Tok...........,.
"Boleh papa masuk??" ucapnya setelah di lihat oleh putranya dan Kania.
"Boleh kok pa yakan Kania??"
"Iya pa!!" setelah mendapat izin dari si empunya pun Arga masuk, Arga benar-benar bahagia karena putranya langsung akrab dengan Kania.
Dulunya sangat susah untuk berbaur dengan orang yang baru ia kenal.
"Kalian sudah beres-beresnya??"
"Udah pa!!" ucap Kania sambil tersenyum manis.
"Kalau sudah selesai kita makan malam dulu yuk!!!"
"Iya pa, yu dek kita makan malam bareng!!" ajak Zyan sambil menarik tangan Kania.
"Kania mulai besok kamu akan di sekolah baru mu!!" ucap Arga sambil mengambilkan makanan untuk putranya dan putri angkatnya.
"Iya pa!!" sambil mengambil piring yang sudah berisi nasi dan lauk pauknya.
"Zyan mulai besok setelah kamu pulang les kamu harus menjaga adek mu!!"
"Iya pa, aku pasti akan menjaga adek!!" lagi-lagi sikap Zyan membuat sang papa keheranan melihat tingkah putranya saat bersama dengan Kania.
"Baguslah kalau begitu, sekarang makanlah setelah itu kalian istirahat dan Zyan nanti kerjakan PR mu!!"
"Iya pa!!" merekapun melanjutkan makan malam, semenjak kehadiran Kania membuat Arga semakin bahagia dan kehidupannya merasa lengkap walaupun tidak ada istri yang menemaninya.
Walau saat Maira mengandung Kania menyusahkan Arga dengan meminta Arga membelikan sesuatu untuknya.
__ADS_1
Setelah semuanya dapat Maira malah tidak mau memakannya justru malah Arga yang memakan makanan yang di pesan oleh Maira.
Tetapi kali ini berbeda dengan kehadiran Kania membuat Zyan bahagia akan kehadirannya.
Awalnya Arga takut jika putranya tidak menerima kehadirannya justru semua itu malah berbalik, Zyan terlihat sangat senang dengan kehadiran Kania di rumah mereka.
Setelah selesai Zyan langsung pergi ke kamarnya untuk mengerjakan tugas dari sekolahnya, sedangkan Kania mengikuti Arga menuju ruang tamu sambil menonton TV.
"Kania bagaimana kamu suka sama rumah papa??"
"Suka pa!!" ucap Kania kepada Arga, rumah Arga memeng tak sebesar rumah Malvin, jadi Arga takut kalau Kania tidak menyukai rumah yang di tempati saat ini.
"Papa seneng kalau kamu suka, oh iya kamu mau menelfon ayah mu??" ucapnya sambil memberikan ponselnya kepada Kania, Kania bukan mengambil ponselnya justru hanya memandang ponsel itu.
Arga melihat wajah putri angkatnya itu tau kalau sedang kebingungan akan pilihannya, Arga tau kalau dia tak berani memegang ponsel.
Apalagi kalau ketahuan Maira pasti gadis kecil itu akan kena omelan sang mama.
Ayo dukung author agar lebih semangat lagi π€π
Jangan lupa VOTE............VOTE.......VOTE.......
DAN LIKE..........LIKE.........LIKE.............LIKE.....
Agar author semangat untuk up
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.... karena saran dan masukan dari kalian sangat pentingππ
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like di bawah agar author lebih semangat update cerita ini.
Dan jangan lupa β€β€ lovenya ya π
__ADS_1
Mohon di maklumi jika ada kesalahan kata atau kekurangan kata karena author masih pemula π€