Ceo Yang Jatuh Cinta Kepada Gadis SMA

Ceo Yang Jatuh Cinta Kepada Gadis SMA
Bab 46


__ADS_3

"Vin lepasin gue!!" ucap Devan yang merasa risih di lihat oleh yang lain.


"Sorry, sorry gue refleks tadi!! 😁😁" ucap Malvin sambil menggaruk-garuk tengkuknya yang tidak gatal.


"Selamat ya Vin!!" ucap Vito sambil mengulurkan tangannya untuk mengucapkan selamat kepada sahabatnya.


"Makasih ya Vit!!" Malvin menerima menjabat tangan Vito, begitu juga dengan yang lainnya mengucapkan selamat.


"Nenek jangan pergi, hiks,,,,,,,,,,hiks,,,,,,,,,hiks!!" Malvin langsung menoleh ke arah istrinya yang bersuara di sertai dengan tangis.


"Sayang!!" ucap Malvin sambil mengelus pipi istrinya.


"Vin kita tunggu di luar ya??" Mendengar itu Malvin mengangguk, merekapun keluar.


"Apa dia menyembunyikan sesuatu dari ku??" batin Malvin melihat istrinya yang gelisah dan keringat bercucuran.


Dengan telaten Malvin mengelap keringat di dahi istrinya, Malvin bahagia karena mendengar istrinya hamil.


Malvin mengambil ponselnya yang berada di saku celananya, dan menghubungi seseorang.


Malvin πŸ“²"Halo saya ada tugas untuk mu!!"


(.................)


Malvin πŸ“²"Aku ingin kau menghentikan pembelajaran untuk istriku, karena ini sudah waktunya dia melakukan wisuda!!"


(.................)


Malvin πŸ“²"Tolong rahasiakan ini dari siapapun, karena aku tidak mau istriku kecewa karena dia terus belajar walaupun dia sudah selesai masa belajarnya. Kapan wisudanya di laksanakan??"


(....................)


Malvin πŸ“²"Baiklah, terima kasih!!"

__ADS_1


Malvin terpaksa membohongi istrinya akan sekolahnya, karena Malvin ingin melihat istrinya saat berada di sekolah namun nyatanya itu salah.


Maira menderita saat berada di sekolahnya hingga Maira sendiri memutuskan untuk sekolah online, walau kadang Malvin melarang gurunya untuk tidak terlalu memaksa Maira dalam berfikir.


"Kenapa kak Malvin melakukan itu?? hiks,,,,,,,,,,,,hiks,,,,,,,,,,,hiks,,,,,,,,,,,,,," batin Maira yang tak sengaja mendengar perkataan suaminya saat menelfon.


"Kakak!!" Malvin terkejut saat mendengar namanya di panggil, Malvin sedikit bimbang ketika mendengar namanya di panggil.


"Iya sayang!!" ucap Malvin menyembunyikan rasa gugupnya karena takut jika istrinya mendengar akan semuanya.


"Kakak!! hiks,,,,,,,,,,hiks,,,,,,,,,,,,hiks,,,,,,," Malvin melihat istrinya menangis langsung duduk di sebelahnya dan memegang tangannya.


"Sayang kamu kenapa??" tanya Malvin sambil menggenggam tangan istrinya agar tidak sedih dan mengatakan apa yang terjadi.


"Kenapa kak?? hiks,,,,,,,,,,,,,,hiks,,,,,,,,,,,,hiks,,,,,,,,,"


"Apa??" Malvin bingung dengan perkataan istrinya saat ini.


"Sayang, melakukan apa??" Maira melepas genggaman tangannya dan menutup wajahnya dan menangis sejadi-jadinya."Sayang, katakan ada apa??" tanya Malvin lagi, karena masih penasaran dengan perkataan istrinya yang membingungkan bagi Malvin.


"Kenapa kakak harus berbohong??" Malvin mengerti akan perkataan istrinya saat ini.


"Kakak melakukan itu karena kakak sayang sama kamu, kakak ingin kamu mendapatkan teman dan bahagia tapi nyatanya dugaan kakak salah. Maafkan kakak karena kakak telah membohongi kamu akan masalah seperti ini!!" ucap Malvin meyakinkan agar istrinya tidak sedih lagi."Sayang katakan sesuatu agar aku mendapatkan maaf dari mu sayang??" ucap Malvin berusaha memohon agar istrinya tidak marah.


Maira memikirkan sesuatu untuk mengerjai suaminya, Maira kesal terhadap suaminya tapi karena Maira lagi mode hamil. Jadi tidak begitu kesal dengan kelakuan suaminya.


"Emmmm!!"


"Kakak janji akan menuruti semua keinginan kamu!!" Malvin berusaha meyakinkan istrinya agar tidak marah lagi.


"Janji??" Malvin mengangguk agar istrinya percaya kepadanya.


"Kakak janji!!"

__ADS_1


"Emmmm, aku mau?? Hmmmm sudahlah kakak enggak akan bisa!!" ucap Maira membuat Malvin mengernyitkan dahi.


"Loh, sayang kok kamu jawabnya gitu??" Malvin penasaran dengan apa yang di inginkan oleh istrinya,


"Udahlah kak aku mau tidur!!"


"Terus maafnya gimana??" tanya Malvnl merasa heran sama istrinya yang menggantung nya.


"Tau deh!!" ucap Maira sambil menarik selimutnya sedangkan Malvin terdiam melihat sikap istrinya.


"Sayang, makasih ya!!"


"Makasih untuk?? aku kan belum mengatakan kalau memaafkan kakak atau tidak??" ucap Maira keheranan karena suaminya tiba-tiba mengatakan terima kasih padanya.


"Memang kamu belum mengatakan memaafkan aku atau tidak, aku berterima kasih karena kamu telah mengandung anak ku, anak kita!!" jawab Malvin sambil memeluk istrinya dari belakang.


"Maksud kakak, aku??"


"Iya sayang!!! (cup)" mendengar jawaban suaminya langsung berbalik menghadap suaminya, Malvin yang melihat istrinya menghadapnya tersenyum.


"Benarkah??"


"Iya sayang!!" Maira yang mendengar itu langsung memeluk suaminya, Malvin yang melihat istrinya tidak ngambek lagi merasa bahagia.


Jangan lupa vote dan sarannya yaa.... karena saran dan masukan dari kalian sangat pentingπŸ™‚πŸ˜Š


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like di bawah agar author lebih semangat update cerita ini.


Dan jangan lupa ❀❀ lovenya ya 😘


Mohon di maklumi jika ada kesalahan kata atau kekurangan kata karena author masih pemula πŸ€—


Terima kasih sudah membaca ceritaku πŸ€—

__ADS_1


__ADS_2