Ceo Yang Jatuh Cinta Kepada Gadis SMA

Ceo Yang Jatuh Cinta Kepada Gadis SMA
Bab 32


__ADS_3

Maira yang melihat suaminya pergi, menjadi bingung karena suaminya tiba-tiba pergi.


"Kenapa kak Malvin pergi ya??" batin Maira yang melihat Malvin sudah menjauh.


"Malvin kenapa??"


"Enggak tau!!" Devan hanya menggeleng-geleng kepala karena mendengar ucapan mereka.


"Malvin pergi karena ulah kalian berdua!!"


"Emang kita salah apa??" tanya Maira dengan polosnya, sehingga membuat Devan tepok jidat.


"Kenapa Malvin betah ya bersamanya gadis sepolos dia, ya ampun Mai-Mai lo tu polos banget si pantes lo sering di kerjain sama Malvin!!" batin Devan yang sudah tidak tau harus menjawab seperti apa lagi.


"Sayang kenapa kamu kenapa??"


"Mai mending lo kejar tu Malvin, nanti lo bakal tau kenapa Malvin kayak gitu!!" ucap Malvin sambil mendorong tubuh Maira agar berjalan menuju tempat Malvin, sedangkan Lina kebingungan dengan sikap suaminya.


"Sayang ada apa sih??"


"Sayang Malvin itu lagi Marah karena Maira tadi membela mu mengatakan bahwa suaminya jelek!!" Lina mengangguk-angguk dan tiba-tiba Lina terkejut karena baru menyadari akan perkataan suaminya.


"Astaga, aku baru nyadar sayang kalau Maira membelaku bukan suaminya. Lagian Maira udah tau suaminya kayak gitu malah di gitu in!!" Lina tepok jidat Devan melihat tingkah istrinya hanya menggeleng-gelengkan kepala.


"Lagian kamu kenapa ngomong kayak gitu??"


"Abisnya Malvin bikin kesel aku, mana aku tau kalau Maira akan membela ku!!" Devan benar-benar ekstra sabar saat menghadapi bumil yang satu ini, yang tidak mau jika di salahkan.

__ADS_1


"Ya sudah kita serahkan Malvin ke Maira, karena aku yakin kalau Maira bisa meredam amarah Malvin!!" Devan yang tau seperti apa sifat Malvin jika sedang Marah, hanya orang-orang yang dia sayangi yang bisa meluluhkan hatinya. Malvin sedang duduk di bangku menatap pepohonan dan mengusap kasar rambutnya.


"Maaf kak!!" ucap Maira sambil memeluk leher suaminya dari belakang, Malvin terkejut karena tiba-tiba istrinya itu melakukan hal itu terhadapnya.


"Kak, kakak marah ya??" masih di posisi yang sama, Maira kebingungan saat ingin membujuk suaminya dengan cara apa.


"Sayang duduk sini!!" ucap Malvin melepas pelukannya dan menyuruh istrinya duduk di sebelahnya.


"Kakak marah ya Maira??" tanya Maira setelah duduk di sebelah Malvin.


"Hemmmm, sayang untuk apa aku marah?? aku hanya ingin melihat pemandangan yang ada di sini!!" ucap Malvin sambil memegang tangan istrinya agar istrinya tidak salah paham.


"Bener kakak enggak marah??"


"Iya sayang, untuk apa kakak marah?? (cup)" Malvin mencium pipi istrinya agar percaya bahwa suaminya itu tidak marah padanya."Hahahaha, lucu banget si kamu sayang, gemes deh!!" ucap Malvin sambil mencubit istri tercintanya itu.


"Makanya jangan memperlihatkan muka lucu di depan kakak biar kakak enggak mencubit mu!!" Maira lega karena Malvin tidak susah untuk di bujuk agar tidak marah terhadapnya.


"Mmmm!!"


"Lah kok malah cemberut sih?? kenapa lagi??"


"Ini pipi masih sakit!!" ucap Maira menunjukkan ke arah pipinya yang baru saja di cubit oleh suaminya itu.


"Hahaha, maaf sayang, ya udah sini!! (cup)!!" Maira yang mendapat perlakuan itu tersipu malu, sedangkan Malvin hanya tersenyum melihat tingkah istrinya yang menggemaskan baginya.


"Kakak mulai deh!!" ucap Maira sambil menutup wajahnya agar tidak ketahuan kalau dirinya sedang malu karena perlakuan suaminya.

__ADS_1


"Hahaha, gemes banget si istri ku!!" ucapnya sambil memeluk istrinya dengan penuh kasih sayang.


"Kak maafin aku ya??"


"Untuk??" ucap Malvin pura-pura tidak paham akan maksud istrinya.


"Untuk yang tadi, tidak berpihak padamu!!" jawabnya sambil memeluk suaminya, Malvin tersenyum melihat istrinya memeluk lebih dahulu.


"Sudah enggak papa, lagian aku enggak marah kok buat apa aku marah sama istri tercinta ku?? Hmm??"


"Beneran??" Maira tak begitu yakin dengan ucapan suaminya, dengan menatap wajah suaminya dengan begitu serius.


"Iya sayang ku!! (cup)" Malvin mencium kening istrinya agar percaya akan perkataan suaminya itu.


"Kakak!!" lagi-lagi Maira langsung memeluk suaminya itu, Malvin sangat bahagia karena istrinya itu melakukan itu lebih dulu.


((Semoga saja mereka akur seperti ini, karena gemes aja gitu tingkah mereka berdua, dan kemesraan mereka. Bikin iri yang di rumah aja hwa. Contoh nya seperti author


Suka aja gitu liat mereka gemes-gemes an gitu, jadi pengen juga tapi masalahnya sama siapa?? Ini mah halu nya author))


Jangan lupa vote dan sarannya yaa.... karena saran dan masukan dari kalian sangat pentingπŸ™‚πŸ˜Š


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like di bawah agar author lebih semangat update cerita ini.


Dan jangan lupa ❀❀ lovenya ya 😘


Mohon di maklumi jika ada kesalahan kata atau kekurangan kata karena author masih pemula πŸ€—

__ADS_1


Terima kasih sudah membaca ceritaku πŸ€—


__ADS_2