
"Mobil siapa ini?? Ucapnya sambil melangkahkan kakinya ke pintu rumah. " Aku pulang!!!" Naura langsung terdiam saat melihat siapa yang berada di hadapannya saat ini.
"Anak mama sudah pulang?? Sini sayang ini rekan kerja mama sama om Baron!! " ucap sang mama, sedangkan Naura terlihat kelu saat ingin berbicara kepada tamunya.
"Ha........... Hallo om saya Naura!!! " Naura terus memandang yang ada di depan nya.
(Kira-kira siapa ya yang di pandang oleh Naura apakah aku π ataukah kalian π yang pastinya ma kalian yang pertama di pandang oleh Naura π₯°)
"Sayang kamu pasti capek ya??? ya udah langsung masuk kamar dan ganti baju ya abis itu kita makan bersama nanti setelah om Baron tiba!! " ucap sang mama, Naura yang mendengar itu hanya menganggukkan kepalanya.
Ketika Naura berada di depan kamar Naura langsung lari kedalam kamar mandi dan menguncinya.
Naura menangis sesegukan di dalam kamar mandi, (walau nangis sekenceng-kencengnya tidak akan terdengar keluar kamar, karena kamarnya kedap suara.)
"Ayah Naura kangen ayah!!! " ucapnya sambil menelusup kan wajahnya ke lututnya. "Aku ingin sekali memeluk ayah, tapi apalah dayaku ayah tidak akan mengenaliku!!!! " hampir setengah jam Naura menangis di bawah guyuran air shower di kamar mandi.
Karena Naura tidak ingin tenggelam dalam kesedihannya Naura dengan cepatnya membersihkan diri.
"Aku harus bertemu ayah walaupun ayah tidak mengenaliku!!! " ucap Naura dengan segera memakai baju.
Sedangkan Malvin yang baru pertama kalinya melihat putri rekan bisnisnya merasa ada yang aneh seketika tatapan mereka bertemu.
"Siapa gadis itu?? Kenapa matanya mengingatkan ku terhadap putriku π₯Ί!! " batin Malvin berusaha menenangkan dirinya agar tidak sedih.
__ADS_1
Tak lama kemudian Naura baru saja turun dari tangga yang berhubung dengan kamar atas.
Ketika Malvin melihat Naura ada sebuah rasa ingin memeluknya namun apalah daya dia bukan putrinya pikirnya.
"Kenapa aku jadi gugup gini sih?? Lagi pula ayah kan tidak mengenaliku!! " Naura berusaha setenang mungkin agar tidak terlalu panik saat di depan sangat ayah.
Sang mama yang melihat Naura sudah turun tersenyum, sedangkan Malvin terus menatap Naura begitu juga dengan Naura melakukan hal yang sama seperti yang di lakukan ayah nya.
Mereka memiliki keinginan yang sama-sama ingin menghampiri satu sama lain, namun karena ego masing-masing hingga tidak ada yang berani.
Naura pun duduk tepat di hadapan sangat ayah.
"Putri mu sangat cantik!!! " tanpa sadar Malvin mengucapkan hal itu sontak membuat Naura melihat kearah sang ayah.
"Putra?? Siapa yang ayah angkat menjadi putranya??" batin Naura dengan sedikit tidak rela jika ayahnya dan bundanya melupakan putrinya, pikirnya.
"Sudah, kemaren papanya sudah mengurus surat perpindahannya!!" lagi-lagi ucapan Malvin membuat Naura terkejut. "Dan kebetulan juga putraku akan kesini untuk membantuku menyelesaikan proyek ini!!" Naura terkejut bukan main ketika putra angkat sang ayah juga akan hadir.
"Benarkah?? Aku yakin jikan putramu ikut andil dalam proyek ini akan berjalan dengan lancar, kalau begitu aku akan menghubungi Baron dulu agar ikut andil!! " akhirnya mama nya Naura menghubungi Baron.
# # # # #
Disisi lain Zyan berfikir bagaimana caranya membawa seorang gadis ke hadapan sang nenek.
__ADS_1
Ayo dukung author agar lebih semangat lagi π€π
Jangan lupa VOTE............VOTE.......VOTE.......
DAN LIKE..........LIKE.........LIKE.............LIKE.....
Agar author semangat untuk up
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.... karena saran dan masukan dari kalian sangat pentingππ
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like di bawah agar author lebih semangat update cerita ini.
Dan jangan lupa β€β€ lovenya ya π
Mohon di maklumi jika ada kesalahan kata atau kekurangan kata karena author masih pemula π€
terima kasih untuk semuanya yang sudah ngasih semangat buat author
semoga kalian tidak bosan dengan ceritanya π
maaf juga ya kalau ceritanya tidak se menarik novel lainnya ππ»ππ»
Love you buat kalian semuanya ππππππππ
__ADS_1
Jangan lupa jaga kesehatan ikuti peraturan protokol kesehatan π€π€