Ceo Yang Jatuh Cinta Kepada Gadis SMA

Ceo Yang Jatuh Cinta Kepada Gadis SMA
Bab 47


__ADS_3

Maira dan Malvin bahagia, tetapi tiba-tiba Maira tertunduk.


"Sayang kenapa??"


"Kak aku merindukan nenek!! hiks,,,,,,,,,,,,,hiks,,,,,,,,,,,,,hiks,,,,,,,,,, nenek pasti bahagia jika tau kalau aku sedang hamil!!" ucap Maira, dengan air mata yang terus bercucuran,


"Sayang jangan menangis, bagaimana kalau kita menemui nenek??" mendengar hal itu Maira mendongak melihat wajah suaminya.


"Aku enggak bisa kak, aku yakin pasti nenek baik-baik saja!!"


"Sayang aku tau apa yang sebenarnya sudah terjadi, bibi kamu melarang kamu untuk bertemu dengan nenek kamu kan??" tanya Malvin sambil menakup wajah istrinya, karena Malvin tau selama ini Maira telah berbohong akan sikap bibinya kepada suaminya.


"Kakak tau dari mana??"


"Semua keluarga ini memiliki pengawal masing-masing yang akan mengikuti kemanapun kaliam pergi tanpa sepengetahuan kalian!!" ucap Malvin kepada istrinya agar tidak salah paham.


"Apa kakak marah??"


"Sayang kakak enggak marah sama kamu, karena kakak tau alasan kamu tidak memberi tau kepada kakak!!" tanpa berkata-kata lagi Maira langsung memeluknya dengan erat, begitu juga dengan Malvin membalas pelukan dari istrinya dan terkadang mencium pucuk kepala sang istri.


"Maaf ya kak, aku tidak bermaksud untuk berbohong kepada kakak!!"


"Sudah jangan di bahas itu sudah berlalu, sekarang sebaiknya kita pikirkan masa depan kamu dan anak kita nanti!!(cup)" Maira tersenyum karena Malvin benar-benar menyayanginya dengan penuh kasih.


"Kak yang lain kemana??"


"Mereka ada di ruang tamu!!"


"Kita temui mereka yuk kak, kasian mereka pasti nungguin!!" ketika Maira dan Maira ingin keluar tiba-tiba terdengar suara pintu di ketok dari luar.


Tok...............Tok............Tok................

__ADS_1


"Iya sebentar, sayang kamu duduk aja biar aku yang buka pintunya!!" Maira hanya mengangguk, Malvin pun membuka pintu kamar.


Ceklek.............


"Vin gimana Maira udah sadar??"


"Udah kok!!" ucap Malvin sambil mengajak mereka untuk masuk.


"Mai selamat ya!!"


"Makasih kak Devan!!" ternyata yang datang yadi adalah Devan tak lama kemudian yang lain menyusul untuk melihat Maira.


Begitu juga dengan dokter Vito masih berada di sana, Malvin yang melihat kelakuan para sahabatnya itu yang kadang aneh.


"Selamat ya Mai, enggak nyangka kamu akan jadi seorang ibu!!" Riko melihat ke arah tunangannya takut salah paham."Padahal ku merasa baru kemaren kita bersahabat!!" ucap Riko dengan mata yang sudah berkaca-kaca karena merasa bahagia melihat Maira mendapatkan keluarga yang utuh.


"Makasih kak Riko!!"


"Iya kak!!" Maira tertunduk saat Riko ingin keluar."Kak Riko tunggu!!" lalu Maira pun mencoba untuk memberanikan diri untuk berbicara kepada Riko.


"Ada apa Mai??"


"Huff, kak boleh aku minta tolong ke kak Riko untuk melihat ke adaan nenek??" ucap Maira sambil tertunduk karena tak mau menatap wajah Malvin dan yang lainnya karena takut tak kuat menaham air mata.


Riko melihat arah Malvin sebelum menjawab ucapan Maira, Riko sedikit ragu untuk menjawab walaupun Malvin, tatapi Riko takut membuat Maira bersedih.


"Mai kamu tenang aja, aku tiap hari menemui nenek sebelum kerja, dan nenek baik-baik aja kok!!" ucap Riko kepada Maira hingga membuat Maira mendongak ke arah Riko untuk mencari kebohongan namun Maira tak menemukannya.


"Terima kasih kak!!"


"Iya sama-sama, kakak pulang dulu ya!!" ucap Riko sambil mengelus elus kepala Maira.

__ADS_1


Maira pun mengangguk, setelah Riko berpamitan di susul oleh Devan dan Lina, yang terakhir Vito pamit undur diri setelah menjelaskan sesuatu kepada Maira dan kini hanya tinggal mereka berdua.


"Kak!!"


"Hmmmm!!" ucap Malvin yang sedari tadi memerhatikan gadis kecilnya.


"Laper!!" melihat ekspresi wajah istrinya Malvin pun tersenyum.


"Baiklah istri cantik ku mau makan apa??" Maira yang tau kalau Malvin akan memesan makanan Maira pin menghentikan Malvin.


"Kak, aku mau enggak mau makanan yang dari luar tapi aku pengen makan masakan kakak!!" Malvin mendengar permintaan istrinya langsung tersenyum.


"Baiklah istriku yang cantik mau aku buatkan apa??(cup)" ucap Malvin sambil mencium pipi istrinya yang merasa gemas akan tingkah sang istri.


Maira yang biasanya malu-malu saat di cium suaminya kali ini tidak lagi justru Maira langsung tersenyum walaupun pipinya merah merona.


Ayo....................


Di tunggu vote dan like nya


Agar author makin semangat up tiap hari


Walau saat di review nya agak lama tapi semangat author membara seperti kobaran api


Jangan lupa vote dan sarannya yaa.... karena saran dan masukan dari kalian sangat pentingπŸ™‚πŸ˜Š


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like di bawah agar author lebih semangat update cerita ini.


Dan jangan lupa ❀❀ lovenya ya 😘


Mohon di maklumi jika ada kesalahan kata atau kekurangan kata karena author masih pemula πŸ€—

__ADS_1


Terima kasih sudah membaca ceritaku πŸ€—


__ADS_2