
Malvin benar-benar terkesan akan calon istrinya itu, karena Maira sesusah apapun masih memiliki semangat yang begitu besar pantang menyerah, Maira berbeda dengan gadis-gadis yang lain. Yang suka berfoya-foya akan kekayaan yang dia miliki, hidup kesederhanaan yang dimiliki Maira membuat Malvin kagum.
(Kurang lebihnya begitulah sebelum Malvin menikah sama Maira, Malvin sudah terpesona akan ke cantikan Maira hanya saja egonya yang sangat besar jadi sulit untuk mengakui hal itu di depan orang tuanya.ππ)
kita lanjut ke cerita Malvin dan Maira yang sudah menikah ya ππ
#Flash on
Malvin yang terus memandangi Maira memakan nasi goreng itu merasa bahagia bisa bersama Maira seutuhnya.
"Kakak kenapa liatin aku kayak gitu??"
"Makin hari kamu makin cantik dan makin gemes!!" Maira terkejut saat mendengar perkataan Malvin karena kali ini Malvin benar-benar merayu nya.
"Apaan si kak??"
"Kakak serius, makin hari kamu makin cantik. Kakak makin cinta sama kamu!!" ucapnya sambil mengelus-elus kepala Maira, sedangkan Maira yang di perlakukan seperti itu wajahnya sudah memerah.
"Kakak!!"
"Iya kenapa sayang?? Hmm!!" Malvin paling suka kalau menggoda Maira apalagi yang di goda wajahnya memerah itu membuat Malvin gemas akan tingkahnya.
"Ish kakak nyebelin!!"
"Sudah-sudah sebaiknya kamu habiskan makannya!!" Maira mengangguk mendengar ucapan Malvin, Malvin masih setia menemani Maira menghabiskan nasi goreng buatannya itu.
Setelah selesai Naira membereskan piring-piring yang kotor ke dapur dan mencucinya walau Malvin sudah melarang tapi larangannya tidak di hiraukan olehnya. Malvin hanya bisa pasrah saat Maira memaksa agar keinginannya di kabulkan, Malvin hanya menggeleng-geleng kepala setelah melihat tingkah Maira sedang mencuci piring di dapur.
"Dia mencuci piring atau sedang latihan bernyanyi??" batin Malvin, dia berusaha menahan tawa melihat tingkah istrinya itu. Sedangkan yang di lihat hanya biasa saja tidak di sadari kalau sedang di perhatikan oleh suaminya. Tak lama kemudian Maira menoleh dan betapa terkejutnya Maira melihat Malvin yang menahan tawa melihat tingkah sang istri.
"K, kakak sejak kapan kakak di situ??" Malvin pun menghampiri Maira yang sedang kebingungan melihat Malvin yang sudah memerhatikan nya sejak tadi.
"Sejak kamu cuci piring!!" Maira mendengar itu bagaikan di sambar petir, sedangkan Malvin yang melihat itu hanya senyum-senyum puas melihat Maira yang begitu malu akan kejadian itu." Sudah jangan di pikirkan lagian tadi kakak enggak sengaja melihatnya!!" Maira masih terdiam walaupun Malvin sudah berusaha menenangkannya.
"Maafkan kakak ya sayang untuk yang tadi!! (cup)" malvin mencium kening Maira namun Maira masih saja terdiam. "Baiklah jika kamu tidak mau memaafkan kakak!!" ucap Malvin sambil melepas pelukannya, Maira yang baru menyadari itu langsung menarik tangan Malvin.
__ADS_1
"Aku enggak marah sama kakak hanya saja aku malu karena ketahuan sama kakak!!"
"Kenapa mesti malu sayang??" lagi-lagi Malvin memeluk istrinya agar lebih tenang dan tidak menyalahkan diri sendiri.
"Kakak, aku enggak bisa nafas!!" ucap Maira sambil memukul tangan Malvin agar melonggarkan pelukannya.
"Maaf sayang aku terlalu semangat!!" sambil senyum-senyum karena Maira cemberut akan ulah Malvin."Udah jangan cemberut gitu atau jangan-jangan kamu mau aku melakukan itu ya sama kamu??" Maira tau kemana arah omongan Malvin saat ini langsung melangkah pergi dari hadapan Malvin menuju ke ruang tengah karena Maira tidak mau Malvin melakukan hal itu terhadapnya.
"Jangan sampek la kak Malvin melakukan itu lagi!!" batin Maira yang benar-benar takut jika Malvin melakukan hal itu padanya.
"Kenapa kamu meninggalkan ku sayang??" ucap Malvin sambil berusaha mengejar Maira yang melangkah lebih cepat darinya.
"Lagian yang meninggalkan kakak siapa?? aku kan hanya mau ke ruang tengah!!" ucap Maira sambil menoleh ke arah Malvin yang saat ini berada di belakangnya.
"Benarkah itu??"
"Kak, kenapa kita enggak pulang??"
"Memangnya kenapa kalau kita enggak pulang??" tanya Malvin yang merasa heran terhadap istrinya yang selalu bertanya aneh-aneh.
"Bukan gitu maksud ku kak!!"
"Baiklah jika kamu tidak mau berduaan sama kakak lebih baik kita pulang saja!!" ucap Malvin sambil pura-pura marah karena Maira mengatakan hal itu, sedangkan Maira yang melihat sikap Malvin seperti itu langsung menghentikannya.
"Kak bukan gitu maksud ku!!" Maira terdiam setelah Malvin duduk kembali di sofa."Aku takut mama khawatir jika kita tidak pulang!!"
"Sayang lagian kenapa kalau kita enggak pulang?? toh kita udah menikah jadi mama pasti mengerti jika kita enggak pulang!!" Maira terdiam mendengar perkataan Malvin karena yang di katakan Malvin itu semuanya benar adanya.
"Maaf kak!!"
"Maaf kenapa??" Malvin merasa heran karena Maira tiba-tiba meminta maaf padahal yang di lakukan tidaklah salah hanya saja Malvin yang berpura-pura marah terhadapnya.
"Aku tidak bermaksud berkata seperti itu......!!(Cup)" perkataan Maira terhenti oleh Malvin yang tiba-tiba mencium pipi tembem sang istri.
"Sudah jangan cemberut gitu, kakak hanya becanda!!"
__ADS_1
"Maksud kakak??" Malvin tersenyum mendengar perkataan Maira yang masih belum mengerti juga akan maksud semuanya.
"Kakak tidak pernah marah sama kamu sayang, kaka sayang sama kamu dan kakak paling suka melihat kamu cemberut kayak tadi!!" ucap Malvin sambil mencubit pipinya sehingga si empunya mengaduh kesakitan.
"Aaawww, sakit kak!!" ucapnya sambil mengelus elus pipinya yang kesakitan karena di cubit oleh suaminya yang usil itu.
"Maaf sayang, yang mana yang sakit??"
"Kak aku boleh nanya sama kakak??" mendengar ucapan Maira, Malvin mengernyitkan dahi menatap istrinya dengan tatapan tajam tapi yang di tatap hanya biasa saja.
"Boleh memangnya kamu mau bertanya apa??"
"Apa alasan kakak menyukai ku??" Malvin terdiam mendengar pertanyaan itu, karena memang Malvin belum mengetahui alasan yang sebenarnya menyukai gadis pilihan mamanya.
"Kakak mencintai mu apa adanya, karena berkat kamu kakak bisa seperti dulu lagi!!"
"Maksud kakak??" Maira tidak mengerti dengan perkataan Malvin.
"Bukannya kamu sudah mendengar semua rumor tentang ku??" Malvin melihat Maira lalu mengangguk."Itu semuanya benar, dulu aku kejam, tidak suka banyak bicara tapi sekali bicara itu ancaman bagi mereka yang menentang ku. Tapi semuanya berubah setelah kakak menikah dengan mu, sikap kakak yang kejam perlahan pudar kakak mulai tersenyum lagi!!"
"Jadi rumor si CEO yang kejam itu benar adanya kak??" Malvin mengangguk tandanya yang di katakan oleh Maira itu benar adanya.
"Bukannya dulu kamu takut saat pertama kali melihat ku??"
"Iya sih tapi di balik kekejaman kakak itu ada kebaikan yang tulus ya kan??" Malvin tersenyum mendengar pernyataan Maira tentang dirinya, begitu juga dengan Maira yang sangat senang jika Malvin mencintainya dengan tulus.
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.... karena saran dan masukan dari kalian sangat pentingππ
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like di bawah agar author lebih semangat update cerita ini.
Dan jangan lupa β€β€ lovenya ya π
Mohon di maklumi jika ada kesalahan kata atau kekurangan kata karena author masih pemula π€
Terima kasih sudah membaca ceritaku π€
__ADS_1