Ceo Yang Jatuh Cinta Kepada Gadis SMA

Ceo Yang Jatuh Cinta Kepada Gadis SMA
Bab 61


__ADS_3

Hari semakin sore mereka masih setia berada di rumah Malvin, saat sedang asik bermain dengan Kania tiba-tiba ponselnya berdering.


Arga πŸ“²"Halo!!"


(...........)


Arga πŸ“²"Iya bentar lagi papa pulang!!"


(................)


Arga πŸ“²"Iya baiklah!!"


Setelah menerima telfon itu Arga langsung berdiri dan menggendong Kania, menghampiri yang lain.


"Sorry gue harus pulang, anak gue udah pulang les!!"


"Kania!!" ucap Maira yang belum rela berpisah dari putrinya.


"Sayang Kania tidak pergi jauh hanya rumah Arga!!"


"Kapanpun lo mau ke rumah gue, pintu gue terbuka lebar!!" Maira seorang ibu yang baru saja merasakan kebahagiaan yang baru saja mereka nikmati.


"Anak bunda jangan nakal ya saat di sana!!" gadis itu menakup wajah bundanya, Maira menangis melihat putrinya yang akan pergi.


Arga dan Kania pun pergi, sang bunda dan ayahnya mengantar putrinya sampai pintu depan.


Walaupun Maira tak kuasa melihat kepergian putrinya, air matanya terus menerus membanjiri pipinya.


"Kania, mulai sekarang panggil paman dengan sebutan papa ya??" mendengar itu Kania langsung memeluk Arga.


"Papa!!" Arga tersenyum karena bisa merasakan memiliki seorang putri walaupun dia bukan putrinya.

__ADS_1


"Cantik nanti kamu di sana ada temennya nanti!!" Kania terus menerus tersenyum dengan semua ucapan Arga, hingga tak lama kemudian Kania tertidur pulas di pangkuan Arga dengan memeluk nya.


Arga mencium pucuk kepala Kania dengan lembut sambil tersenyum.


"Kau masih terlalu kecil tapi sudah menjadi incaran para penjahat!!" Arga tak bisa membayangkan jika itu terjadi terhadap putranya.


Sedangkan Maira yang masih belum bisa melepas putrinya masih menangis di pelukan suaminya.


"Mai lo tenang putri lo sekarang udah aman!!" ucap Devan agar Maira tenang.


"Mai gue tau betapa sulitnya berpisah dari putrinya, tapi ini demi kebaikan kamu dan putri mu!!" Maira yang mendengar hanya diam tanpa mengatakan apa-apa.


Saat mereka sedang menenangkan Maira tiba-tiba ponsel Malvin bergetar sontak mereka semua melihat ke arah ponsel.


"Siapa Vin??" tanya Arga, sedangkan Maira terlihat makin sedih setelah tau siapa yang menelponnya.


"Sayang ini tidak akan lama, ok!!(cup)" Malvin mencium kening istrinya agar tidak sedih ataupun salah paham, Malvin pun mencoba mengangkat telfon dan volumenya di keraskan.


Dara πŸ“²"Malvin aku mau kita bertemu ada hal penting yang ingin aku bicarakan!!"


Dara πŸ“²"Vin plis beri aku kesempatan, aku tau kalau kamu masih mencintai ku di bandingkan istri bodoh mu itu!!"


(Mendengar ucapan itu tanpa sadar air mata Maira membasahi pipinya kembali dan berusaha keras agar tidak bersuara)


Malvin πŸ“²"Ra tolong lo buka hati lo untuk orang lain, dan jangan pernah menghina istri gue bodoh, karena yang pantas di sebut bodoh itu lo!!"


Dara πŸ“²"Vin ingat baik-baik apa yang gue inginkan harus gue miliki titik,dan tidak akan gue biarkan lo jatuh ke orang lain!!"


Malvin πŸ“²"Lo jangan berani nyentuh istri gue atau lo tau akibatnya!!"


Dara πŸ“²"Hahahaha lo pikir gue bakal takut gitu sama ancaman lo?? sorry Vin gue bukan istri lo yang bodoh itu!!!"

__ADS_1


Belum sempat Malvin menjawab ucapan Dara di telfon tapi keburu di ambil oleh Devan.


"Daraaaaaaaaa!!"


"Tenanglah Vin, lihat istri lo dia ke takutan!!" mendengar itu Malvin melihat istrinya tengah menangis seseguk kan mendengar ucapan Dara.


"Sayang!!" ucap Malvin sambil menggenggam tangan istrinya, karena mendapat sentuhan lembut dari suaminya Maira langsung memeluk suaminya dan menangis di pelukan suaminya itu.


Sedangkan Kania dan Arga yang baru saja tiba di kediamannya, dia turun sambil menggendong Kania yang masih terlelap sedangkan barang-barang nya di bawakan oleh supir ke dalam rumah.


Zyan yang melihat ke datangan papanya langsung keluar kamar dan berteriak untuk menghampiri kedatangan papanya.


"Papaaaaaaa!!' ucapnya sambil berlari menuju papanya tetapi langkahnya terhenti saat melihat papanya menaruh telunjuknya di bibir.


"Sstt jangan teriak kamu akan membangunkan adek mu!!" ucap Arga sambil menggandeng tangan putranya yang masih diam, melihat papanya menggendong anak perempuan.


Arga menaruhnya di kamar sebelah lebih tepatnya bersebelahan dengan Zyan di lantai atas.


Setelah itu Arga mengajak putranya bicara mengenai gadis yang dia bawa pulang tadi agar putra kecilnya tidak salah paham.


Ayo dukung author agar lebih semangat lagi πŸ€—πŸ˜‡


Jangan lupa VOTE............VOTE.......VOTE.......


DAN LIKE..........LIKE.........LIKE.............LIKE.....


Agar author semangat untuk up


Jangan lupa vote dan sarannya yaa.... karena saran dan masukan dari kalian sangat pentingπŸ™‚πŸ˜Š


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like di bawah agar author lebih semangat update cerita ini.

__ADS_1


Dan jangan lupa ❀❀ lovenya ya 😘


Mohon di maklumi jika ada kesalahan kata atau kekurangan kata karena author masih pemula πŸ€—


__ADS_2