
Maira terdiam mendengar ucapan Riko, sedangkan Lina pemasaran akan sikap Maira yang tiba-tiba manja dan meminta hal-hal aneh terhadap orang yang dia kenal.
"Mai, gue boleh nanya sesuatu??"
"Apa itu kak??" tanya Maira, yang lain mendengar Lina ingin bertanya kepada Maira mereka langsung menghentikan perdebatan yang tidak bermanfaat itu.
"Kamu hamil Mai??"
"Masih belum kak!!" ucap Maira sambil tertunduk.
"Tapi tunggu deh, kalau lo enggak hamil kenapa permintaan lo aneh-aneh si Mai??" Malvin mencerna omongan Riko.
Pasalnya Maira memang meminta hal-hal yang aneh sedari tadi, Devan yang melihat Malvin melamun.
"Oh ya Mai lo udah periksa ke dokter??"
"Belum kak!!"
"Gue punya ide gue bakal telfon tunangan gue untuk meriksa Maira!!" ucap Riko sambil mengambil ponsel dari sakunya.
"Apa tunangan??" ucap Devan dan Malvin serentak sehingga membuat Lina dan Maira menutup telinga karena mendengar suara mereka berdua mengalahkan suara perempuan.
"Ssssssstt!! π€«π€«π€«" Malvin dan Devan pun langsung diam. Riko bertunangan dengan Liya, yang berprofesi sebagai dokter kandungan.
Mereka bertunangan 2 bulan yang lalu, yang tau hanya orang-orang terdekat saja, hanya orang kantor yang belum tau kalau Riko sudah tunangan.
Riko π² "Halo sayang!!"
Liya π²"Iya sayang, ada apa??"
Riko π²"Apakah kamu sibuk??"
Liya π²"Tidak sayang, emangnya kenapa??"
__ADS_1
Riko π²"Datanglah ke apartemen xxxxx!!"
Liya π²"Baiklah sayang aku akan segera kesana!!"
Riko langsung mematikan ponselnya, dan langsung di tatap oleh kedua sahabatnya itu.
"Jelaskan!!" kata Devan dengan tangan mengepal, karena Riko tidak mengatakan bahwa dirinya telah tunangan tapi para sahabatnya tidak tau.
"Baiklah-baiklah aku akan menjelaskan kepada kalian, dua bulan yang lalu, saat kalian pergi aku pergi ke keluarga nya Liya untuk memintanya dan mereka merestui hubungan kami satu minggu kemudian kami tunangan!!" ucapnya panjang lebar yang mendengar hanya mengangguk-angguk tanda mengerti.
"Kak!!"
"Iya sayang ada apa??" ucap Malvin sambil mengelus elus kepala istrinya.
"Kak aku ingin makan bersama dengan kalian tapi aku mau kak Riko yang masak!!" ucap Maira sambil memeluk suaminya dan memegang tangannya.
"Tapi sayang!!"
"Huff, baiklah!!" Malvin menoleh ke arah Riko."Rik lo bisa masak kan??" tanya Malvin ragu, karena Malvin tak yakin jika Riko bisa memasak.
"Baiklah demi sahabat kecilku!!" ucap Riko langsung pergi ke arah dapur.
Riko sudah tau seluk beluk apartemen Malvin, sebab mereka di hari libur kerja mereka bertiga akan bersama dan menghabiskan waktu nya di apartemen.
"Kak kenapa??"
"Aku tidak yakin jika dia bisa memasak!!"
"Kak, aku kenal kak Riko lebih lama dari kakak jadi aku yakin kak Riko bisa masak kok!!" ucap Maira meyakinkan suaminya akan hal itu.
"Hmmm, baiklah aku percaya padanya!!"
"Mai, gimana sekolah online kamu??" tanya Lina, karena sudah satu bulan lebih Maira mengikuti sekolah online dan bahkan Lina sudah lama tidak bertemu dengan Maira.
__ADS_1
"Lancar kok kak, hanya saja aku merasa bosan jika belajar sendiri!!"
"Sayang bentar lagi kan kamu wisuda, kamu mau aku kasih hadiah apa??" tanya Malvin berusaha mengalihkan pembicaraan agar Maira tidak sedih lagi.
"Aku enggak mau hadiah apa-apa kak hanya ingin??...." Maira tidak melanjutkan pembicaraannya karena dia tau jika mengatakan hal itu Maira akan menangis.
Riko yang melihat Maira sedih tau apa yang ada di pikiran Maira.
"Mai kamu mau aku masakin apa??" mendengar suara Riko serentak semua melihat ke arahnya termasuk Maira.
Maira tau kalau Riko berusaha menyembunyikan apa yang di pikirkan oleh Maira.
"Aku ingin makan nasi goreng buatan kakak!!" ucap Maira berusaha senyum agar Malvin tidak menanyakan apa yang Maira katakan tadi.
"Baiklah di tunggu ya nona cantik!! ππ" Maira tersenyum senang saat Riko mengatakan nona terhadapnya.
"Sayang!!" Maira menoleh ke arah Malvin dengan senyum manis.
"Iya kak!!
"Tadi kamu mau bicara apa??" ternyata Malvin tidak berpengaruh akan perkataan Riko, bahkan Malvin masih menanyakan apa yang ingin di katakan oleh istrinya.
"Aku hanya ingin di bersama kakak setiap waktu!!" ucap Maira langsung memeluk suaminya sehingga membuat Devan dan Lina menggeleng-geleng kepala karena Maira sukses telah membuat Malvin, Devan dan Lina penasaran.
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.... karena saran dan masukan dari kalian sangat pentingππ
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like di bawah agar author lebih semangat update cerita ini.
Dan jangan lupa β€β€ lovenya ya π
Mohon di maklumi jika ada kesalahan kata atau kekurangan kata karena author masih pemula π€
Terima kasih sudah membaca ceritaku π€
__ADS_1