
Mendengar itu Maira semakin kesal dengan ucapan dari suaminya.
"Oh jadi dari tadi ayah enggak liat bunda gitu??π‘π‘" Malvin kebingungan saat melihat istrinya mulai ngambek.
"Bukan gitu bun, ayah pikir Zyan sendiri ke sini nya, jangan marah ya bun π€π€!!" ucak Malvin sambil menyentuh wajah istrinya, tapi sayang seribu sayang bukannya dapat senyuman malah dapat jeweran.
"Denger ya yah, jika bunda sampai abaikan lagi seperti ini jangan harap ayah tidur di kamar!! π‘π‘" Malvin mendengar ucapan istrinya hanya diam karena tidak bisa melakukan apa-apa.
"Aduuuuuh, aduuuuh, aduuuh bun sakit!!" ucapnya sambil memegang tangan istrinya agar melepas jewerannya di telinganya.
Sedangkan Arga dan Zyan yang tadinya berpelukan mendengar suara Malvin kesakitan karena di jewer langsung melepas pelukannya, dan menatap kearah Malvin dan Maira.
Begitupun dengan Devan yang melihatnya ingin tertawa, tapi di tahan takut kena imbasnya dari maira.
"Bunda sayang udah ya jewernya, panas ini telinga ayah!! π€§π€§"
"Biarin, biar ayah tau rasa!! π‘π‘" sebelum melepas jewerannya Maira menariknya dengan keras.
"Bunda sayang jangan ngambek dong π ayah janji enggak akan di ulangi lagi!! βπ»βπ»" namun Maira makin kesal dengan suaminya itu, langsung pergi dan duduk di sofa yang dekat dengan Zyan berdiri saat ini.
"Bun, jangan marah ya, ayah janji enggak akan ngulangi lagi!! ππ»ππ»βπ»βπ»" Devan yang sudah tidak tahan dengan perubahan sikap sepupunya langsung tertawa.
"Bhwa hahahahahahaha!!!" sehingga membuat Arga, Zyan, Maira dan Malvin langsung menoleh kearahnya.
"Kenapa lo ketawa?? Oh gue tau seneng lo kan gue dimarahain sama istri gue?? Liat aja nanti lo bakal dapet apa yang gue dapet!!!" ucapnya sehingga membuat Devan terdiam seketika.
"Lo bener-bener berubah 180Β° Vin saat berada di depan istri lo!!π€£π€£"
"Gila lo!!" ucap Malvin sambil Menggenggam tangan istrinya agar tidak merajuk lagi namun sayang Maira hanya diam saja tanpa berkata apa-apa karena terlanjur kesal kepada suaminya.
"Bun, kita jalan-jalan yuk, kemanapun bunda mau ayah akan anterin bunda!!"
"Bunda mau kerumah mama!!" ucapnya langsung pergi meninggalkan Malvin dari ruangannya.
__ADS_1
"Bun tunggu ayah!!" ucap Malvin langsung mengejar istrinya.
Sedangkan yang berada di dalam ruangan itu tertawa melihat kejadian yang baru saja terjadi.
"Hahahahaha, dasar bucin Malvin, udah tua juga masih aja belum berubah!!!" π€£π€£π€£ Arga dan Zyan hanya tersenyum melihat tingkah Malvin yang merayu istrinya yang sedang merajuk.
**********
Disisi lain Naura yang baru saja tiba di rumah.
"Mobil siapa ini??" ucapnya sambil melihat-lihat mobil yang terparkir di depan rumahnya.
Perlahan pun dia masuk kedalam rumah tetapi dia terkejut saat berada sudah masuk kedalam rumah.
"Om Baron??" mendengar ada suara mereka langsung menoleh ke arah sumber suara.
Mereka tersenyum saat melihat siapa yang datang, mereka tersenyum saat melihat Naura yang baru saja tiba.
"Om kapan balik?? Kata mama, om pulang besok??"
"Kalau om bilang kalau pulang hari ini bukan kejutan dong namanya!!" ucapnya membalas pelukan dari Naura.
"Dan mama juga tau soal ini??" tanyanya Naura kepada Baron sambil melirik ke arah namanya yang sedang tersenyum.
"Iya sayang mama udah tau kalau om Baron pulang hari ini, tapi om Baron melarang mama memberi tau kamu!!"π€π€ mendengar itu Naura melepas pelukannya, lalu mendongak kearah Baron.
"Kamu dari mana cantik??"
"Dari taman om!!" merekapun duduk kembali di ruang tamu layaknya keluarga yang utuh.
"Emang kamu enggak kuliah cantik??"
"Hari ini aku lagi libur om, kenapa emang om??" tanya Naura sambil merebahkan dirinya di paha Baron sambil memejamkan mata.
__ADS_1
"Jadi om enggak boleh tanya gitu??" ucap Baron sambil mengelus elus pucuk kepala Naura.
"Bukannya enggak boleh si om, Naura pikir om sudah tau dari mama!!" π€π€ ucapnya sambil terkekeh karena berhasil menggoda Baron dan mamanya.
"Kenapa jadi mama sayang??"
"Ya kan biasanya om Baron nanya tentang Naura ke mama!! π€π€" Baron mendengar ucapan Naura hanya geleng-geleng kepala.
"Kamu bisa aja si cantik??" ucap Baron sambil mencoel hidung Naura. "Oh iya cantik malam ini kamu bisa tidak ikut om??" mendengar itu Naura langsung bangkit dari tidurnya.
"Kemana om??"
"Kerumah om, ada yang ingin om katakan padamu tapi tidak disini!!" ucapnya sambil menggenggam tangan Naura untuk meyakinkan nya.
"Lalu mama??" Naura sambil menoleh ke arah mama Dina.
"Mama kamu sudah memberi om izin, tinggal kamu mau apa enggaknya??" lagi-lagi Naura sambil menoleh lagi kearah mamanya, mama Dina pun mengangguk seakan-akan tau apa yang putrinya ingin tanyakan.
Ayo dukung author agar lebih semangat lagi π€π
Jangan lupa VOTE............VOTE.......VOTE.......
DAN LIKE..........LIKE.........LIKE.............LIKE.....
Agar author semangat untuk up
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.... karena saran dan masukan dari kalian sangat pentingππ
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like di bawah agar author lebih semangat update cerita ini.
Dan jangan lupa β€β€ lovenya ya π
Mohon di maklumi jika ada kesalahan kata atau kekurangan kata karena author masih pemula π€
__ADS_1