Ceo Yang Jatuh Cinta Kepada Gadis SMA

Ceo Yang Jatuh Cinta Kepada Gadis SMA
Bab 104


__ADS_3

"Aku sama ayah kenapa bun??" tanyanya yang tidak mengerti akan maksud perkataan bundanya.


"Sudahlah anak sama ayah sama saja!!!" tanpa menunggu jawaban dari putranya Maira pun langsung pergi meninggalkan putranya, setelah kepergian bundanya sang ayah menghampiri putranya.


"Loh ayah, ayah enggak kerja??"


"Ayah lagi males ke kantor!!!" mendengar ucapan ayahnya Zyan mengangguk-anggukkan kepalanya, tandanya mengerti akan ucapan ayahnya.


"Oh iya yah, minggu depan Zyan akan masuk pendidikan yang Zyan impikan yah!!!" mendengar itu Malvin langsung menatap putranya meminta penjelasan.


"Maksud kamu, kamu mundur dari proyek itu??" Zyan menatap ayahnya takut-takut, dia lupa bahwa ayah nya melarangnya untuk melanjutkan pendidikan sesuai impian nya.


"I, iya pah!!!"


"Bukannya ayah sudah bilang, kalau kamu harus melanjutkan di perusahaan!!!" Zyan menundukkan kepala karena tidak berani menatap wajah ayahnya.


Hingga pada akhirnya sang bunda datang, Maira keheranan melihat putranya yang menundukkan kepala di depan ayahnya.


"Ini pada kenapa??" Malvin mendengar suara istrinya langsung mendongak begitu juga dengan Zyan.


"Bunda tanya aja ke ni anak!!" sontak Maira menoleh ke arah putranya begitupun dengan putranya yang menoleh ke arah bundanya.


"Zyan, ayah ini sebenarnya ada apa??"


"Bun, Zyan keterima masuk pendidikan kepolisian!!" jawabnya dengan ragu akan jawaban bundanya setelahnya.


"Serius?? Kamu enggak boong sama bunda kan Zyan??" mendengar itu Zyan langsung menatap bundanya.


"Maksud bunda apa bicara seperti itu?? Ayah enggak setuju kalau Zyan masuk pendidikan kepolisian!!" mendengar ucapan suaminya Maira langsung menatapnya.


"Kenapa ayah tidak setuju??"


"Kalau Zyan masuk pendidikan kepolisian, lalu siapa yang akan menggantikan posisi ayah nanti nya bun!!!" tanya nya dengan lesu, Zyan tak berani menatap wajah ayahnya.


"Ya ampun ayah, jadi karena itu masalahnya, yah, bukannya dulu ayah udah janji tidak akan mempermasalahkan apapun cita-citanya Zyan, ayah lupa??" Malvin terdiam mencerna ucapan sang istri, tanpa menjawab ucapan istrinya Malvin meninggal kan keduanya tanpa sepatah katapun.


"Zyan!!!!"

__ADS_1


"Iya bun!!" Zyan yang tadinya menundukkan kepala, mendengar namanya di sebut langsung mendongak.


"Jangan terlalu di pikirin soal ayah biar bunda yang bicara, sekarang temenin bunda yuk!!"


"Baiklah bun!!!" Zyan pun menemani sang bunda.


Selama di perjalanan Zyan diam fokus ke setirnya, Maira yang tau akan putranya yang tidak baik-baik saja saat ini.


"Zyan!!!"


"Eh iya bun kenapa??" tanyanya yang terkejut saat tiba-tiba bundanya memanggilnya.


"Apa yang sedang kamu fikirkan hemm??" mendapat pertanyaan itu Zyan menjadi bingung harus menjawab apa dengan pertanyaan bundanya.


"Enggak papa kok bun!!!" ucapnya sambil senyum agar sang bunda tidak kepikiran.


Seperti biasa mereka menuju ke taman dimana Maira menenangkan hati nya ketika berada di taman tersebut.


Zyan tersenyum saat melihat sang bunda nya tersenyum bahagia, dia akan merindukan senyuman itu nantinya pikirnya.


"Zyan tolong beliin bunda jagung rebus yang di sebelah sana ya!!!"


"Tumben anak itu langsung pergi jika di suruh?? Biasanya ada aja alasan kalau di suruh!!!" Maira hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat Zyan yang tengah berjalan menuju penjual jagung.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Disisi lain Naura yang baru saja tiba di tempat latihan, sebelum masuk ke ruangan tidak sengaja melihat pamannya sedang berbicara dengan seseorang.


"Siapa orang itu?? Dari poster tubuhnya terlihat tidak asing, tapi siapa ya??" batinnya, merasa penasaran Naura merekam semua yang ia lihat.


Karena orang itu mau membalikkan tubuh nya Naura segera bersembunyi agar tidak ketahuan oleh pamannya bahwa dirinya sedang nguping pembicaraan nya.


Setelah tamu itu pergi Naura pun pura-pura baru datang, dan pura-pura tak menghiraukan orang yang sedang memandang nya saat ini.


"Paman!!!"


"Naura kamu sudah tiba?? Bagaimana kuliah mu hari ini??" tanya nya seperti terlihat gugup saat melihat Naura yang baru tiba.

__ADS_1


"Biasa aja enggak ada bedanya sama hari-hari biasanya!!" ucapnya sambil melangkah kan kaki menuju ruangan tempat latihannya.


"Sebenarnya apa yang paman sembunyikan dari Naura??" batinnya yang pura-pura acuh saat bersama pamannya.


Naura pun hanya diam memerhatikan yang lain latihan karena seperti tidak semangat untuk ikut latihan.


"Naura kenapa kamu belum ganti baju??"


"Lagi males latihan!!!" tanpa menoleh ke arah pamannya.


"Bagaimana......????" belum selesai bicara Naura langsung memotong pembicaraan pamannya.


"Udah deh paman, kalau emang paman ada yang mau di bicarakan, bicarakan aja enggak usah basa basi!!!" masih dengan posisi yang sama, hanya saja mukanya lebih judes dari sebelumnya.


Ayo dukung author agar lebih semangat lagi πŸ€—πŸ˜‡


Jangan lupa VOTE............VOTE.......VOTE.......


DAN LIKE..........LIKE.........LIKE.............LIKE.....


Agar author semangat untuk up


Jangan lupa vote dan sarannya yaa.... karena saran dan masukan dari kalian sangat pentingπŸ™‚πŸ˜Š


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like di bawah agar author lebih semangat update cerita ini.


Dan jangan lupa ❀❀ lovenya ya 😘


Mohon di maklumi jika ada kesalahan kata atau kekurangan kata karena author masih pemula πŸ€—


terima kasih untuk semuanya yang sudah ngasih semangat buat author


semoga kalian tidak bosan dengan ceritanya 😁


maaf juga ya kalau ceritanya tidak se menarik novel lainnya πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»


Love you buat kalian semuanya 😘😘😘😘😍😍😍😍

__ADS_1


Jangan lupa jaga kesehatan ikuti peraturan protokol kesehatan πŸ€—πŸ€—


__ADS_2