
Karena merasa kelelahan merekapun tertidur di sofa, Maira terbangun terlebih dahulu. Dia terkejut karena ke tiduran di sofa dan tangan Malvin yang di jadikan bantal.
"Ya ampun jadi aku semalaman tidur bukan pakek bantal melainkan tangan kak Malvin, aduh pasti tangan kak Malvin pegel banget!!" batin Maira sambil melihat wajah suaminya, sedangkan yang di lihat begitu pulas dalam tidurnya, karena Malvin masih tidur jadi Maira yang membuat sarapan untuk kali ini. Tak lama kemudian Malvin terbangun karena mencium bau aroma masakan dari dapur.
"Ternyata sudah pagi, mana dia??" ucap Malvin sambil mencari-cari Maira karena saat dia terbangun Maira sudah tidak ada di sampingnya. Lalu Malvin ingin memastikan aroma masakan itu pergi ke dapur Malvin terkejut ternyata orang yang ia cari berada di dapur.
Malvin memerhatikan istrinya yang sedang memasak sungguh mengagumkan baginya, Malvin senyum-senyum sendiri melihat istrinya ketika bertingkah saat berada di depannya, Malvin pun menghampiri istrinya dan memeluknya dari belakang. Dan betapa terkejutnya Maira yang tiba-tiba di peluk dari belakang.
"Aaaaaaaa!!"
"Sayang kenapa kamu berteriak??" ucap Malvin tepat di telinga Maira sehingga Maira menoleh ke sumber suara.
"Kakak, bikin kaget aja, aku pikir tadi siapa. Sejak kapan kakak bangun??"
"Baru saja, sayang kamu lagi masak apa?? (cup)" Malvin mencium leh**r Maira sehingga yang di perlakukan itu merasa geli akan kelakuan suaminya itu.
"Kakak jangan gitu doong geli tauuuu!!" Maira berusaha melepaskan diri dari suaminya karena merasa geli.
"Hemmmm, baiklah!!" Maira melihat Malvin yang terlihat cemberut merasa tidak enak karena sudah berteriak kepadanya.
"Kak!!" Malvin meski di panggil tidak menoleh."Kakak!!" masih tidak ada jawaban sedangkan yang di panggil menahan tawa karena Maira mengira kalau suaminya sedang marah tapi nyatanya hanya pura-pura saja.
__ADS_1
"Kakak, kakak marah ya??" tanya Maira sambil memegang tangan Malvin agar menoleh ke arahnya tapi sayangnya tidak seperti keinginan Maira.
"Mmm!!"
"Kak ini masi pagi lo?? masa iya sih kakak pagi-pagi udah ngambek??" Malvin tidak kuat melihat Maira yang begitu menggemaskan baginya, ingin rasanya Malvin mencium pipi istrinya. Maira yang melihat Malvin tidak ada reaksi membuatnya kesal karena pagi-pagi main ngambek-ngambek aja."Ya udah terserah kakak!!"
"Ok!!" ucap Malvin sambil melepas tangannya dari tangan Maira, Maira kaget karena Malvin melakukan itu padanya.
"Kakak?? hiks............Hiks...........Hiks........Maaf hiks...Hiks...Hiks!!" Malvin menghentikan langkahnya karena mendengar istrinya menangis, Malvin pun menoleh ke arah istrinya ternyata benar kalau istrinya tengah menangis. Awalnya Malvin hanya ingin mengerjainya tapi tidak sesuai dengan harapannya.
"Sayang kamu kenapa menangis??" ucap Malvin yang sudah berada di dekat Maira dan membantu Maira untuk berdiri.
"Aku minta maaf sama kakak sudah membuat kakak marah, kesal, hiks.....Hiks....Hiks!!"
"Jadi kakak enggak marah??" Malvin menggeleng-gelengkan kepala.
"Enggak sayang!! (Cup.......Cup........Cup.........Cup..........Cup........Cup) ini sebagai hukuman buat kamu karena kamu udah nangis pagi-pagi!!" ucap Malvin sambil tersenyum agar istrinya tidak bersedih lagi.
"Kakak mulai lagi deh!!" ucapnya sambil mengusap air matanya, setelah itu mengerucutkan b***r nya karena Malvin melakukan itu jika membujuk Maira akan sesuatu.
"Enggak papah toh sama istri!! (cup......Cup.....Cup)" Malvin benar-benar bahagia pasalnya istrinya sangat manis kalau cemberut, apalagi kalau tersenyum membuat Malvin mati kutu di buatnya.
__ADS_1
"Terserah, aku mau lanjutin masak!!"
"Aih, kakak pikir mau ikut kakak mandi, eh taunya malah di tinggal masak!!" ucap Malvin yang membuat Maira mendengus kesal akan perkataannya.
"Kakak udah besar kan mandi sendiri!!" ucap Maira yang langsung pergi dari hadapan Malvin agar tidak makin panjang jika berdebat dengannya.
"Yakin ni enggak mau??"
"Enggak!!" ucap Maira yang sudah berada di dapur, sedangkan Malvin tertawa karena ulah istrinya tadi.
"Hahaha, sayang nanti kalau udah tiba di vila kita mandi bareng ya??" Malvin berteriak kepada Maira yang sudah berada di dapur, sedangkan Maira mendengar ucapan Malvin masih mencerna perkataannya.
"Enggaaaakk!!" Maira tidak kalah berteriak kepada suaminya, sedangkan Malvin yang sudah berada di dalam kamar mandi tertawa karena istrinya baru mengerti akan ucapan suaminya.
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.... karena saran dan masukan dari kalian sangat pentingππ
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like di bawah agar author lebih semangat update cerita ini.
Dan jangan lupa β€β€ lovenya ya π
Mohon di maklumi jika ada kesalahan kata atau kekurangan kata karena author masih pemula π€
__ADS_1
Terima kasih sudah membaca ceritaku π€