
Zyan keluar dari persembunyiannya sambil memegang perutnya yang kesakitan akibat kejadian tadi.
"Hahahahaha lucu banget ekspresinya tante itu π€£π€£!!"
"Iya kak bener π€£π€£!!" melihat kelakuan anak-anaknya membuat Arga geleng-geleng kepala.
"Kania, Zyan!!" mendengar namanya di panggil papanya, mereka pun berhenti tertawa karena takut jika papanya marah akan perbuatan yang mereka lakukan saat ini.
"I, iya pa!!" ucap mereka serentak sambil menundukkan kepala.
"Jelas kan sama papa apa yang terjadi??"
"Maaf pa, kita melakukan itu karena enggak suka sama tante itu!!" ucap Kania sambil menunjukkan rasa tidak suka kepadanya.
"Lalu apa yang kalian lakukan itu??" lagi-lagi pertanyaan Arga membuat Kania dan Zyan kehabis kata-kata untuk menjawab pertanyaan papanya.
"Maaf pa kita hanya memberinya obat sakit perut!!" mendengar penuturan putrinya membuat Arga tak habis fikir kenapa putra putrinya mau melakukan hal itu.
"Pak Leo, pak Leo!!"
"Pa jangan marah sama pak Leo, dia enggak salah!!" ucapnya sambil memohon kepada papanya agar tidak memarahi supir pribadinya itu.
"Iya tuan!!" ucap Pak Leo sambil memberi hormat kepada tuannya.
"Aku ingin kau menyelidiki apa mau gadis itu datang kemari dan apa yang terjadi saat ini padanya!!"
"Baik tuan, jika tidak ada lagi saya undur diri tuan!!" Arga pun mengangguk, setelah kepergian pak Leo membuat Kania dan Zyan ketakutan akan kemarahan papanya.
"Huuuff, tindakan kalian itu salah papa akan menghukum kalian!!" mendengar ucapan papanya sontak membuat Kania dan Zyan mendongak secara bersamaan kepada sang papa.
"Baik pa kita terima hukuman dari papa!!" ucap mereka serentak mereka hanya bisa pasrah dengan apa yang telah terjadi.
__ADS_1
Arga yang melihat tingkah laku kedua anaknya itu hanya geleng-geleng kepala, dan tiba-tiba muncul ide untuk mengerjain kedua anaknya itu.
"Kenapa kalian melakukan itu?? apa kalian mau melihat papa di penjara?? hiks...........Hiks........" ucapnya sambil pura-pura menangis di depan mereka.
"Papa maafkan kami, hiks........,.Hiks............Hiks!!" ucap mereka sambil menghamburan untuk memeluk papanya.
Arga yang melihatnya langsung memeluk mereka berdua, sesekali Arga mencium pucuk kepala mereka secara bergantian.
"Hahahha, kalian sangat menggemaskan!!" ucap Arga sambil mencubit pipi mereka yang menggemaskan menurut Arga.
"Papa kenapa ketawa??" tanya Kania keheranan melihat papanya yang tertawa.
"Hahaha kalian menggemaskan menurut kalian siapa yang berani akan melakukan itu sama papa?? apalagi papa tidak salah!!" ucap nya Arga sedari tadi tertawa melihat tingkah kedua anaknya.
"Jadi papa tidak marah sama kami??" tanya Zyan yang sedari tadi diam saja karena bingung harus mengatakan apa kepada papanya.
"Untuk apa papa marah sama kalian?? kalian kan tidak melakukan kesalahan?? ya walaupun papa terkejut akan perbuatan kalian kepada wanita itu!!"
"Nenek sihir??"
"Iya pa nenek sihir, Kania aja yang baru mengenalnya tidak suka padanya apalagi Zyan yang sudah sering melihatnya datang kesini??" lagi-lagi bian mengungkapkan kekesalannya terhadap tamu tak di undang itu.
"Lalu ide yang ini idenya siapa??" tanya Arga sambil melepas kacamata, Wig dan tompel di pipi Kania.
"Aaaawwww, papa!!" ucapnya sambil memegang pipinya karena sakit.
"Ide Kania pa!!"
"Waaah ternyata anak-anak papa pinter-pinter ya, aduh kalau kayak gini makin cinta papa sama kalian!!" ucap Arga sambil merentangkan tangannya agar kedua anak-anaknya memeluknya.
Kania dan Zyan yang melihat itu langsung berhamburan memeluk papanya.
__ADS_1
"Zyan sayang papa!!"
"Papa juga sayang Zyan!!" mendengar itu Kania melepas pelukannya dan melihat wajah Arga.
Arga di buat heran oleh Kania yang tiba-tiba melepas pelukannya begitu juga dengan Zyan.
"Kania ada apa??"
"Kania tidak tau harus bilang apa sama papa, atas kebaikan yang papa lakukan untuk Kania!!" mendengar itu Arga tersenyum dan memegang bahu Kania.
"Kania, papa melakukan itu karena papa sayang sama Kania. Papa tidak pernah membeda-bedakan kamu atau pun Zyan, rasa sayang papa terhadap kalian itu sama!!" mendengar itu Zyan tersenyum kepada Kania.
Kania yang melihat Zyan tersenyum padanya langsung memeluk Zyan.
"Aku sayang kakak!!" Arga senang karena melihat mereka berdua akur.
Ayo dukung author agar lebih semangat lagi π€π
Jangan lupa VOTE............VOTE.......VOTE.......
DAN LIKE..........LIKE.........LIKE.............LIKE.....
Agar author semangat untuk up
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.... karena saran dan masukan dari kalian sangat pentingππ
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like di bawah agar author lebih semangat update cerita ini.
Dan jangan lupa β€β€ lovenya ya π
Mohon di maklumi jika ada kesalahan kata atau kekurangan kata karena author masih pemula π€
__ADS_1