Ceo Yang Jatuh Cinta Kepada Gadis SMA

Ceo Yang Jatuh Cinta Kepada Gadis SMA
Bab 34


__ADS_3

Maira tidak menyangka jika suaminya akan mencari tempat makan yang lain, tapi tak kunjung menemukan tempat makan.


"Sudah ku bilang tadi ada tempat makan tapi enggak mau!!" gerutu Maira karena hampir satu jam mereka menyusuri jalan tetapi tidak menemukan tempat makan, Malvin, Devan, dan Lina hanya diam saja mendengarkan ocehan Maira.


"Sayang sudah ya jangan ngambek gitu, nanti juga bakal dapet kok tempat makan!!" ucap Malvin sambil mengelus-elus kepalanya agar Maira tidak ngambek lagi.


"Terserah!!" ucap Maira yang sudah kesal kepada suaminya itu.


"Gimana ini Vin?? udah satu jam kita belum dapat rumah makan yang buka!!" tanya Devan yang kebingungan mencari tempat makan seperti yang di inginkan oleh Malvin.


"Udah jalan aja terus siapa tau nanti ada!!"


"Sayang kamu masih tahan kan??" tanya Devan kepada istrinya, sebab istrinya Devan tengah hamil jadi jika lapar tidak bisa menahan terlalu lama.


"Iya aku bisa menahannya tapi tidak bisa terlalu lama lagi!!" mendengar itu Devan kasihan terhadap istrinya yang harus menahan lapar hanya demi mengikuti keinginan Malvin. Tak lama kemudian ada satu warteg yang masih buka di pinggir jalan, Maira yang melihatnya matanya berbinar-binar.


"Kak Devan itu ada tempat makan!!" mendengar ucapan Maira Devan langsung menghentikan mobil namun sayangnya masih ada perdebatan antara suami istri itu, siapa lagi kalau bukan Malvin dan Maira.


"Sayang tempat itu enggak higienis, jalan lagi Van!!"


"Terserah kalau kakak masih mau cari tempat lain aku mau turun disini mau makan sendiri!!" ucap Maira seraya ingin turun tetapi di cegah oleh Malvin karena Malvin tidak mau jika istrinya makan sendirian.

__ADS_1


"Jangan makan sendirian, baiklah kita makan disini!!" Malvin sudah menyerah karena sedari tadi menahan lapar tetapi tidak menemukan tempat makan seperti yang dia inginkan. Maira yang mendengarnya merasa senang karena suami manjanya sudah mau mencoba makanan warteg yang di temukan tadi.


"Kalau enggak kayak gini enggak bakalan makan-makan!!" batin Maira sambil senyum-senyum karena suaminya sudah pasrah dengan semuanya.


"Huff!!" sebelum keluar Malvin menarik nafas untuk menghilangkan kegugupannya. Hingga akhirnya mereka turun menuju ke warteg itu, setelah tiba di dalam warteg itu Maira langsung memesan menu istimewa yang berada di warteg itu.


"Kak, aku tau kalau kakak tidak suka dengan tempat ini bisa mencari tempat lain!!" ucap Maira kepada suaminya.


"Tidak aku menyukainya!!" seperti biasa Malvin tidak memperlihatkan rasa kegugupannya di depan mereka. Devan dan Lina yang melihatnya hanya tersenyum akan ulah mereka berdua, karena mereka tau kelakuan Malvin sama Maira yang selalu bikin orang lain tersenyum akan kelakuannya.


"Sudahlah sampai kapan lo akan seperti itu??" ucap Devan kepada Malvin yang tau sikap Malvin saat ini.


"Maksud lo apa??"


"Apaan si lo enggak jelas!!" ucap Malvin yang sudah kesal dengan usil an Devan.


"Hahaha!!" sikap Malvin membuat Devan tertawa sedangkan Lina dan Maira hanya memerhatikan kelakuan Devan dan Malvin. Tak lama kemudian makanan yang mereka pesan sudah datang Malvin, Devan dan Lina yang melihat menu makanan itu menelan silivenya karena baru pertama kalinya mereka bertiga makan di warung pinggir jalan.


"Kalian bertiga kenapa diam?? udah ayo makan!!"


"Ini enak enggak?? higienis enggak buat ibu hamil??" tanya Devan kepada Maira yang masih tidak yakin dengan makanan yang di pesan oleh Maira saat ini.

__ADS_1


"Jelaslah, dan ini enaknya udah pasti, kalau enggak percaya coba aja!!" ucap Maira sambil memakan makanan yang dia pesan tadi.


"Emmmm, ini enak kok sayang!!" Devan kaget saat Lina sudah mencoba makanan yang di pesan oleh Maira.


"Sayang kamu enggak papa kan?? ada yang sakit??" ucap Devan sambil mengecek-ngecek badan istrinya takut terjadi apa-apa terhadapnya.


"Aku enggak papa sayang!!" ucap Lina agar tidak khawatir dengan keadaan istrinya.


"Beneran??"


"Iya sayang!!" ucap Lina meyakinkan suaminya agar tidak segitu khawatir dengan keadaan istrinya.


"Kak, kenapa kakak enggak makan??" tanya Maira kepada suaminya yang sedari tadi diam saja melihat makanan yang di pesan oleh istrinya.


"Enggak papa, ini juga aku mau makan!!" ucap Malvin sambil mengambil sendok untuk mencicipi makanan yang di pesan oleh Maira tadi. Maira yang melihat Malvin ragu untuk mencoba makanan yang di pesannya tersenyum senang karena kali ini Malvin menuruti keinginan istrinya.


Jangan lupa vote dan sarannya yaa.... karena saran dan masukan dari kalian sangat pentingπŸ™‚πŸ˜Š


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like di bawah agar author lebih semangat update cerita ini.


Dan jangan lupa ❀❀ lovenya ya 😘

__ADS_1


Mohon di maklumi jika ada kesalahan kata atau kekurangan kata karena author masih pemula πŸ€—


Terima kasih sudah membaca ceritaku πŸ€—


__ADS_2